berubah
Beberapa waktu yang lalu saat naek mobil jeep Land Rover tua bareng papa gw, di jalan berpapasan dengan mobil yang dikendarai Kepala Sekolah Dasar yang letaknya sekitar 200 meter dari rumah gw. Ada yang berubah drastis dari keseharian sang Kepsek. Sosok yang dahulu bersahaja dengan mobil sedan tua yang sudah doyok itu, tiba-tiba tampil mentereng dengan mobil keluaran tahun 2000an. Bukannya mo menghakimi, tapi hal semacam ini memang sedang ramai jadi perbincangan di hampir semua daerah. Gw khawatir ada hubungannya dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang merupakan program pemerintah ini, patut diduga banyak disimpangkan oleh pihak sekolah penerima.
Gw baca di bulletin internal anggota Dewan –Parlementaria- edisi nomer 484/X/2006, memang telah ditemukan beberapa penyimpangan BOS setelah dilakukan audit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI dengan Mendiknas terungkap, penyimpangan yang paling sering terjadi adalah:
- Penggelembungan siswa oleh sekolah.
-cara yang paling mudah dilakukan: jumlah siswa yang besar berarti BOS yang diterima juga besar-
- Sekolah belum membebaskan iuran siswa.
- Sekolah belum menurunkan iuran bulanan.
- Sekolah belum membebaskan iuran siswa miskin.
- BOS digunakan untuk membayar guru (baik PNS maupun Kontrak), pengadaan komputer, atau kepentingan pribadi.
-nah, kepentingan pribadi ini gw nggak tahu contohnya apa. Jangan- jangan ya seperti mobil atau motor pribadi : )-
- BOS dipinjamkan.
-emangnya Bank Perkreditan Rakyat??-
- Bahkan ada yang dipakai: Konsumsi Siswa Karya Wisata!
- Ada juga sekolah yang belum memiliki izin operasional, tetapi sekolah yang bersangkutan menerima dana BOS.
-Lha, kalo gini ini, salah siapa?-
- Sering juga ditemukan pengadaan fiktif di beberapa sekolah.
-kalo yang begini ini udah nggak aneh lagi-
Trus, yang gw masih bingung, peran masyarakat dalam hal mengawasi program BOS ini sebenernya dibolehkan sampai sejauh apa?
Kasak-kusuk di masyarakat, terutama para wali murid, tetep saja hanya sebatas omongan di pinggir jalan dong…