sama
karena bus jurusan cikarang yang gw tunggu nggak datang-datang juga, terpaksa sekitar seperempat jam lebih gw nunggu di bibir jalan. bukan contoh yang baik pula sih, karena seharusnya nunggu bus ya di halte, bukan malah bikin bus-bus jadi hobby bertumpuk di depan pintu tol dan mengakibatkan kemacetan panjang.
selama gw lelah berdiri menanti bus itu, gw baru nyadar, nggak tahunya sama saja. lama-lama doyan disogok juga tuh polisi. memang ada beberapa timer yang takut. dia langsung nelpon temennya yang di ujung jalan sana via HP (timer juga harus ngikutin jaman) kalo polisinya “galak”, dan minta yang ngetem segera jalan. sekali polisi itu mau terima uang, semua timer nggak ragu lagi buat nyuap oknum berseragam itu. sayangnya gw nggak bisa ngeliat namanya.
rupanya bus yang gw tunggu-tunggu nggak ada juga, mungkin karena sudah jam 20.30, sudah habis yang ke cikarang, terpaksa gw jalan ke depan Hamkam, karena disana ada Elf jurusan Lippo, lumayan nanti bisa nyambung lagi. sesampainya di depan Patria Park, ada juga rombongan polisi yang “jaga” bus yang ngetem. dengan mata yang sedikit menyipit, akhirnya gw bisa liat juga namanya. Sudiar, begitu yang tertulis di seragamnya. dan yang menyuap adalah kernet bus mayasari jurusan Jakarta Tasikmalaya, gw tahu dari seragam biru yang dikenakan kernet, meskipun bus yang ngetem banyak tetapi kebetulan yang mayasari cuma satu.
salam tempel itu nggak hanya dilakukan oleh angkutan umum, tapi kalo sudah malam, mobil berplat hitam pun berjejer menunggu antrian untuk mengangkut penumpang. gw juga sering naek omprengan, istilah untuk plat hitam yang narik, karena kalo tengah malam memang angkutan umum susah didapat untuk jurusan tertentu, seperti ke cikarang ke rumah saya yang jauh dari kota
tiap hari jumat kan gw musti pulang kampung, dan sering kali jam 23.00 masih di UKI, nggak ada pilihan lain untuk sampai ke rumah ya naik omprengan itu. naik taksi, mahal. belum lagi keamanan tidak dijamin. kalau omprengan, sebelum genap 26 orang yang jadi penumpang, mobil nggak akan meninggalkan lokasi ngetem, jadi kecil kemungkinan 25 orang penumpang yang lain adalah “orang jahat” kan?