exhibitionist
Nasib gw nggak begitu bagus kemaren. Entah keberapa kalinya gw ketemu sama seorang yang hobi mempertontonkan burungnya itu. Hmmm gw ingat-ingat dulu ya…
Yang pertama kali udah lamaaa banget. Sekitar kelas 4 atau 5 SD. Waktu itu bulan puasa, gw sama kakak sepupu dapet tugas dari kakek untuk menjaga tanaman padi yang sudah siap dipanen dari burung-burung yang mencari makan. Orang-orangan sawah sudah dipasang dan dihubungkan dengan tali yang tinggal kita tarik dari pinggir sawah. Bunyi kaleng-kaleng susu bekas yang sudah diisi kerikil akan menimbulkan bunyi yang bisa mengusir burung yang hinggap di tanaman padi. Sedang asyik-asyiknya narik tali dibawah pohon kapuk randu, nggak tahu dari mana asalnya, tiba-tiba muncul orang yang memainkan barangnya itu disamping kami. Tanpa dikomando, kami berdua lari terbirit-birit pulang ke rumah. Karena baru pertama kali mengalamikejadian itu, jadi gw belum tahu sama sekali bahwa itu adalah sebuah penyakit. Gw pikir orang itu akan memperkosa kami. Setelah kejadian itupun, gw juga nggak bisa langsung memperoleh penjelasan karena di kampung nggak ada orang yang bisa memberikan penjelasan juga. (gw tinggal terpisah dari ortu sejak kelas 2 SD dan tinggal dengan Kakek Nenek).
Baru setelah gw lapor sama mama, gw tahu bahwa ada banyak orang yang punya penyakit exhibitionist ini.
Kajadian kedua gw alami di Cikunir. Pas mau ke warung beli sayur, gw lewat jalan setapak dan ketemu orang pake sarung. Yang tipe ini pasti udah parah penyakitnya. Gw yakin dia sengaja menunggu orang yang lewat di jalan sepi itu buat ditakut-takutinya. Dan berhasil, karena gw akhirnya lari kuenceng…
Yang ketiga, diatas bis jurusan Pulo Gadung – Cikarang. Dia duduk disebelah gw, baca koran. Nggak tahunya resletingnya sudah dilepas. Gw udah baca artikel tentang penyakit ini, dan dia akan puas kalo korbannya ketakutan. Makanya gw pura-pura cuek dan nggak ngeliat ke arahnya. (Penasaran juga sih sebenarnya, pengen lihat barang gratis, haha). Waktu bis mulai agak sepi karena banyak penumpang yang turun, gw mulai was-was juga karena dari tadi orang itu nggak pernah patah semangat dan tetap menggerak-gerakkan burungnya. Tepat ketika gw pindah ke bangku paling depan, sekilas gw lihat cairan muncrat dari barangnya. Sh**, ternyata bisa puas juga dia!
Setelah itu gw ketemu exhibitionist di trotoar antara jalan Pintu Satu dengan Plaza Senayan. Sudah malam waktu itu, sekitar jam 21.30. sehabis hujan deras, grimis masih rintik-rintik. Gw turun dari mobil temen gw yang tujuannya ke Semanggi lewat Sudirman. Tadinya gw minta dia ngenter gw ke PS tapi karena buru-buru, gw diturunin di Pintu Satu. Dalam perjalanan itulah gw ketemu orang yang penyakitan itu. Ini kejadian gw paling takut ketika ketemu sama exhibitionist. Sampai gemeteran. Pasalnya, nggak ada orang disekitar kami. Jalanan yang biasanya macet dan ramai, malam itu sepi. Bahkan pengendara sepeda motorpun tak terlihat melintas. Kacau deh pikiran. Untungnya gw masih dilindungi karena dia cuma sekedar nunjukin barangnya doang. Nggak lebih. Heran deh, ngapain sih diliat-liatin ke orang, kayak bagus aja punyanya….
Kejadian berikutnya di atas bis lagi. Waktu itu gw sudah hampir nekat. Karena gw baca di artikel, seorang exhibionist ini akan malu dan harga dirinya bakalan ilang kalo kita nggak nunjukkin rasa takut sedikitpun dan sedikit berani ”menegurnya”. Tapi setelah gw hitung-hitung, nggak jadi juga gw keluarin kata-kata yang akan menyakitkannya. Gw saat itu berencana ngomong: ”Yah, Pak, kok kecil banget sih? Punya suami saya lebih besar..”. Tapi urung gw keluarin kata-kata itu, karena di dalam tol, nggak mungkin buat dia keluar dari bus kalo malu. Orang yang terlanjur malu bisa nekat. Gw ngitung sampe situ.
Terakhir, kemaren gw liat burung lagi. Gw ijin nggak masuk kantor karena ada rapat. Undangan jam 13.00, gw keluar rumah jam 12.30, sedeng panas-panasnya. Di pinggir jalan, gw lihat mobil bak terbuka parkir, dan disebelahnya ada orang yang mengeluarkan anggota badannya. Karena udah biasa lihat, nggak takut lagi tuh!
Hari ini gw cari-cari lagi artikel tentang penyakit ini di internet. Gw malah nemuin di Gatra, kalo kejadian ini di Amerika, pelaku bisa kena 13 tahun hukuman…