Kasus penculikan Raisyah bener-bener bikin heboh Indonesia. Jadi inget cerita ketika adek gw yang paling kecil umur 5 tahun, setiap siang dia ngaji di TPA yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Hanya saja jalan yang dilewati adalah jalan raya. Dia berangkat dari rumah jam 12.30 WIB. Sedang terik-teriknya matahari. Ditambah dengan fakta bahwa kulitnya anugerah Yang Maha Kuasa berwarna gelap (orang cenderung menyebutnya hitam), ada orang yang merasa kasian melihat gadis cilik itu melangkahkan kakinya menyusuri jalan raya. Lantas diajaknya adek gw untuk membonceng orang tersebut. Ada tukang ojeg yang mengenali adek gw, tapi tidak mengenali yang memboncengkannya, melapor ke mama gw. Kontan mama gw panic dan ngecek ke tempat adek gw ngaji. Syukur, adek gw ada dan nggak kenapa-napa, malah adek gw dengan santenya bilang: “Buk, Nduk dikasih duit seribu…”
Kembali ke soal penculikan Raisyah yang bikin heboh itu. Gw akan memberikan opini. Bahwa delapan hari Polri nggak mampu menangkap penculiknya adalah fakta. Juga tentang jumpa pers yang dilakukan presiden beberapa jam sebelum Raisyah ditangkap itu juga fakta. Mari berandai-andai. Mungkinkah setelah presiden jumpa pers, sebulan kemudian Raisyah belum juga ditemukan? Nggak mungkin. Karena ketemunya Raisyah menurut pendapat gw hanya tinggal menunggu waktu yang tepat pasca jumpa pers. Tetapi kalo gw yang jadi presiden, gw nggak akan membangun image melalui keberhasilan menangkap pelaku penculikan. Lebih wibawa kalo karena keberhasilan mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, peningkatan pembangunan daerah tertinggal atau pemberantasan korupsi yang tanpa tebang pilih.
Pemilihan kata pun jika gw yang menjadi presiden, tidak akan memakai bahasa: ”kepada orang tua Raisyah, jangan cemas”. Gw bayangkan orangtua yang anaknya tiba-tiba meninggi suhu tubuhnya beberapa derajat saja, tingkat kecemasannya sudah tinggi. Ini diculik delapan hari gitu loh, mana bisa dilarang cemas? Menurut gw akan lebih baik jika bahasanya: “saya perintahkan kepada jajaran kepolisian untuk segera menangkap pelaku penculikan. Kepada orang tua Raisyah, harap bersabar dan berdoa semoga Raisyah dalam keadaan baik”.
Malah ada temen yang dari awal mendengar berita ini sudah mengatakan, menghebohnya berita penculikan ini mengalahkan hebohnya kelangkaan minyak tanah yang makin sulit didapatkan, bahkan perlu berjam-jam antri untuk mendapatkan 2 liter per hari, padahal kelangkaan BBM ini menyangkut hajat hidup orang buanyak. Ada apa dibaliknya?
*tengak-tengok dan bisa dipastikan nggak melihat apa-apa, tapi terasa anginnya*
Ada benernya juga iklan minuman instan berserat yang direkomendasikan sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan serat per hari yang tidak tercukupi oleh makanan kita sehari-hari. Berapa sih sebenernya serat yang diperlukan oleh tubuh kita? Menurut para ahli gizi, antara 20 hingga 30 gram dalam satu hari, setara dengan mengkonsumsi 500 gram sayuran atau 250 gram buah-buahan.
Lantas, saya mencoba mereka-reka berapa kira-kira serat yang masuk dalam tubuh saya setiap hari. Akan saya tuliskan semua makanan yang masuk ke tubuh dalam 3 hari kemaren.
Jumat, 24 Agustus 2007.
Pagi, Nasi + Sayur Lodeh + Tahu Goreng.
Siang, sebelom makan, minum Bear Brand. Nasi padang + Ayam Bakar + Telor.
Sore, minum kopi 2 cangkir.
Malam, Nasi + Semur Ayam + Perkedel Kentang.
Sabtu, 25 Agustus 2007.
Pagi, Nasi Uduk. Kopi 1 cangkir.
Siang, Nasi + Ayam KFC. Teh manis 1 cangkir.
Malam, Nasi + Ayam KFC [lagi].
Minggu, 26 Agustus 2007.
Pagi, Nasi Goreng + Teh Manis 1 cangkir.
Siang, Nasi + Sayur Tumis Sawi Asin.
Malam, Nasi + Telor Ceplok. Kopi 1 cangkir.
Hasilnya? [Ups, sori] dalam 3 hari dengan suksesnya saya nggak melakukan ritual pagi hari alias BAB. Adakah hubungannya dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh? Jelas sekali, iya. Terpaksa harus minum si Dul untuk melancarkan.
Dimanakah serat dalam menu yang saya makan itu? Paling-paling dari nasi, itupun kecil kandungan seratnya. Sayuranpun hanya dalam jumlah kecil masuk ke dalam tubuh saya, dan tentu saja nggak ada buah yang saya telan, karena memang nggak suka. Ada saran untuk memperbaiki pola makan saya, apa yang seharusnya dikonsumsi? Jangan kasih saran makan buah ya, karena itu saya sudah tahu tapi tetep aja nggak suka makannya…