Anak Teman Bapakku di Dharmais
Begitu menerima sms dari MS, tadi malam saya dan seorang teman langsung meluncur ke RS. Dharmais. Rumah Sakit yang dari kantor hanya lurus saja beberapa kilometer, tidak cukup 30 menit melaluinya karena kemacetan yang parah. Jam 19.40 kami tiba di Dharmais, disambut bau yang tidak begitu saya suka. Bau Rumah Sakit.
Ini kali pertama kami menginjakkan kaki di Dharmais. Sms tiba-tiba dari MS yang sedang memimpin kunjungan kerja pada masa reses ke Jawa Timur selama 4 hari itu amat mengagetkan kami. Anak sulung teman yang baru saja saya ceritakan di blog ini, sudah sebulan tergolek di sana.
Bagaimana itu bisa terjadi, sedangkan sang ayah kelihatan baik-baik saja seolah-olah tidak memiliki beban masalah yang amat berat. Tak kepada seorangpun dia bagi kisahnya. Padahal, sudah satu bulan dia tidur di Dharmais, menunggui anaknya dan siangnya ketemu kami di kantor biasa saja.
Arthur, 28 tahun, sebulan yang lalu mengeluh sakit kepala. Diobati dengan obat pusing tidak kunjung sembuh, maka dibawa orang tuanya ke rumah sakit. Karena begitu sakitnya kepala Arthur, dia sampai berteriak-teriak dan baru berhenti jika kelelahan. Diagnosa Dokter, Arthur menderita kanker otak stadium IV.
Kami sebagai teman sekaligus anak temannya, hanya bisa berdoa semoga Pak BS tabah menghadapi cobaan dari Yang Esa, dan Arthur disembuhkan-Nya.

