Lapar = Miskin?
Apa penyebab kasus kelaparan beberapa waktu lalu? Kabarnya negara Indonesia adalah negeri makmur gemah ripah loh jinawi. Dan sebagian besar penduduknya adalah petani. Tetapi, mengapa buat mereka justeru pangan mahal harganya dan langka?
Apa yang ada di bayangan kita beberapa puluh tahun ke depan, jika saat ini masih banyak anak-anak generasi penerus bangsanya menderita kelaparan dan gizi buruk?
Pada awalnya saya pikir, masalah ekonomi memang yang berperan utama dalam hal ini. Tetapi jika dicermati, ada pula campur tangan kemalasan dan kemasabodohan orang tua dalam pola pikirnya sehingga menyebabkan salah asuh.
Saya hanya mengamati lingkungan di sekitar saya dan tidak sedang mencoba menggeneralisasi seluruh kasus yang ada di negeri ini.
Tetangga yang memiliki anak berusia 2 dan 4 tahun, pagi-pagi tidak langsung memasak. Cukup dibelikan bubur ayam atau nasi uduk. Siangnya ibunya masak nasi, lauk beli ke warung, tempe goreng atau bala-bala. malamnya dimasakin mie instan. Waduh. Padahal untuk lebih sehat, tidak selalu harus lebih mahal. Sayur bening bayem + wortel, misalnya.
Masalah kelaparan bukan melulu soal ekonomi ini makin nyata ketika saya melihat tayangan berita televisi, seorang ibu di NTT yang anaknya meninggal, memakai kalung berwarna emas dan seorang ibu di Makassar yang menunggui anaknya di RS akibat kelaparan, rambutnya direbonding.
Bagaimana menurut Anda?