Cerita Mudik Lebaran (1)
Nggak ada yang lebih menyenangkan daripada kegiatan mengepak baju yang akan dibawa pulang mudik. Jauh hari sebelum hari H keberangkatan, seperti biasanya, saya menyetrika beberapa lembar baju dengan senang hati. Satu hal yang amat jarang saya lakukan pada hari-hari biasa selain saat-saat menjelang hari raya seperti ini.
Meskipun nggak ada selembar pun baju yang baru, bahkan bisa dibilang hampir semuanya telah berumur lebih dari setahun, rasanya tetep aja kelihatan seperti baru. Hehe, hiperbola ya?
Satu tas khusus untuk baju satu orang. Dengan jumlah keluarga inti sebanyak 6 orang, 6 tas pula yang harus disediakan khusus untuk tempat baju. Alasannya sangat simpel: supaya gampang mencarinya. Baju yang sudah rapi diseterika, tidak akan diaduk-aduk hanya gara-gara mencari salah satu baju milik orang lain. Satu orang bertanggung jawab pada tasnya masing-masing.
Berapa jumlah tas yang akan bibawa pulang kampung? Banyak, tentu saja. Tapi jangan membayangkan koper-koper berukuran super besar seperti milik banyak orang yang akan mudik. Adik saya pake tas sekolahnya. Saya juga hanya bawa tas kecil. Ditambah lagi beberapa plastik oleh-oleh untuk kakek nenek saya.
Bukan, bukan hanya kami sekeluarga yang membelikan oleh-oleh. Kadang malah kami tidak membeli sama sekali. Kami sudah cukup direpotkan oleh titipan beberapa Om dan Tante yang tidak bisa pulang tahun ini, dan hanya menitipkan oleh-olehnya untuk orang tua mereka.
Bersambung.
-NunikyangsedangmenyiapkanmudikLebaran-