Terimakasih Teman Blogger

Ini merupakan postingan singkat. Setelah saya melihat Google Analytics, saya melihat dari daftar Referring sites sent 672 visits, diantaranya adalah dari [urutan menunjukkan banyaknya pengunjung berasal dari blog tersbut]:

Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman blogger yang melalui blognya, sebanyak 672 pengunjung dalam bulan ini mendatangi blog saya.

Menjawab Komentar Dengan Baik

Menjawab Komentar Blog

Dengan semakin banyaknya jumlah komentar yang Anda terima di blog, bukanlah suatu alasan untuk tidak menjawab komentar tersebut satu per satu.

Menjawab komentar yang saya maksud adalah memberikan jawaban terhadap komentar di blog Anda sendiri, bukan membalas mengunjungi blog si pemberi komentar.

Oke, membalas kunjungan ke blog si pemberi komentar juga penting dilakukan, tetapi tidak semua blogger memiliki cukup waktu untuk melakukan hal tersebut.

Saya memberikan dua jempol kepada blogger yang sanggup untuk melakukan dua hal tersebut sekaligus: menjawab komentar di blog sendiri, dan membalas kunjungi ke blog pemberi komentar.

Untuk menjawab komentar yang masuk di blog sendiri saja waktunya sudah sangat susah, meskipun begitu saya upayakan untuk selalu melakukannya. Kadang sampai terlambat untuk beberapa judul postingan sekaligus.

Jadilah teman yang baik. Jawablah komentar yang masuk. Sebut namanya dalam menjawab komentar.

Begitulah pesan dari Guru Blogger saya. Sederhana, tetapi sulit untuk dilakukan.

Kenapa? Karena blogger seringkali tidak menggunakan nama aslinya ketika meninggalkan komentarnya. Mereka lebih menyukai untuk menggunakan keyword dalam nama komentar.

Tentu saya memerlukan usaha ekstra jika menemukan komentar yang tidak menggunakan nama asli.

Langkah-langkah yang biasanya saya lakukan untuk mengatasinya antara lain:

Baca email pengirim.

Jika nama yang digunakan adalah keyword [misalnya Blog Belajar SEO], maka yang pertama saya lakukan adalah membaca alamat email yang ditinggalkan. Inipun belum tentu valid. Kadangkala, alamat email yang dipakai lebih amburadul dari pada keyword yang mewakili nama asli.

Kalo sedang beruntung, dengan mudah kita bisa mengetahui nama asli blogger yang bersangkutan dari alamat email yang diberikan. Kalo lagi buntung, cara ini tentu sama sekali tidak membantu.

Kunjungi blognya.

Ketika membaca emailnya tidak ada yang berbau ‘nama orang’ di sana, langsung menuju ke blog yang bersangkutan dan mencari halaman ‘Tentang Saya’ atau ‘About The Author’.

Biasanya ada nama pemilik blog di situ. Tapi, kadang juga tidak. Blog-blog untuk mencari $$$ kadang anonim atau sulit ditemukan nama pemilik aslinya. Nah, kalo sudah begitu, lanjut ke cara berikutnya.

Pakai cara umum memanggil orang.

Di kalangan blogger, sering kita jumpai kata-kata panggilan yang umum, bisa ditujukan kepada laki-laki maupun perempuan.

Kata-kata tersebut lebih aman untuk digunakan karena tidak akan salah diterapkan untuk siapa saja, misalnya: ‘Gan’ [juragan], atau ‘Bos’.

Itu untuk yang anonim banget ya, yang nggak bisa terdeteksi jenis kelaminnya. 😉

Tebak-tebak berhadiah.

Meski kita nggak tahu siapa sebenarnya pemilik blog yang telah meninggalkan komentar, bisa saja kita langsung main teba-tebak berhadiah dalam menjawab komentarnya.

Sebut saja dengan ‘Mas’, ‘Mbak’, atau ‘Oom’, ‘Jeung’. Kalo salah, ya minta maaf!

Bagaimana cara Anda menjawab komentar yang masuk ke blog Anda?

Strategi Menambah Page View Dengan Deep Linking

Sebelum saya menulis lebih banyak, saya akan mencoba menjelaskan terlebih dahulu dengan bahasa saya apa yang dimaksud dengan Page View dan Deep Linking.

Page View adalah nilai rata-rata jumlah halaman blog kita yang diakses oleh satu orang dalam satu kali kunjungan.

Deep linking adalah link yang diberikan pada halaman spesifik dari sebuah blog. Jika kita memberikan link kepada http://www.isnuansa.com [atau halaman home] disebut link, karena biasanya home terdiri dari beberapa judul postingan. Contoh deep linking adalah seperti link kepada http://www.isnuansa.com/mengejutkan/ yang secara spesifik hanya menuju kepada salah satu postingan saya.

Salah satu tanda bahwa blog kita diminati oleh pembaca adalah jika pembaca merasa nyaman berada di blog kita, waktu yang dihabiskan untuk berada di blog lebih lama dan jumlah halaman yang diakses lebih banyak.

Blogger biasanya [bukan saya berkata kasar] mengunjungi blog kita hanya sekedar ‘menunaikan kewajiban’ membalas kunjungan balik yang telah Anda lakukan. Baca satu saja postingan Anda, lebih cepat lebih baik, mengisi kolom komentar, dan segera beralih meninggalkan blog Anda untuk ‘menunaikan kewajiban’ yang lain. Masih banyak blog yang belum dibalas kunjungannya.

Nah, kejadian di atas adalah rata-rata yang terjadi. Bagaimana caranya supaya mereka bukan hanya membaca satu tulisan melainkan membaca tulisan lain dari blog kita? Itu tugas berat kita sebagai blogger.

Yang paling utama adalah content is the king. Jika tulisan kita berguna untuk pembaca kita, tanpa diminta, mereka akan dengan senang hati meluangkan waktunya menjelajahi tulisan kita yang lainnya.

Selain itu, ada strategi yang bisa kita lakukan dengan deep linking.

Tentu deep linking bukan satu-satunya. Saya yakin, cara yang lain sudah Anda terapkan juga di blog. Seperti meletakkan daftar Postingan Terbaru, Recommended Post, Top Post, Related Post dan cara-cara ‘mengkiklankan’ tulisan Anda yang lain di sidebar blog.

Satu yang sering kali agak dilupakan oleh blogger adalah dengan memberikan taut kepada postingan kita yang lain atau disebut dengan deep linking.

Strategi ini cukup jitu membuat pengunjung blog kita mengklik anchor text yang kita berikan, karena link berada di dalam tulisan, bukan di sidebar blog.

Orang hanya akan membuka tulisan lain kita yang ada di sidebar jika mereka ‘puas’ dengan postingan yang telah mereka baca. Tetapi, jika anchor text berada di dalam body tulisan, biasanya mereka akan penasaran, terlebih jika kita menggunakan kata ‘yang mengundang’.

Sudahkah Anda terbiasa memberikan deep linking dalam tulisan Anda?