Apakah Anda Ngeblog Saat Weekend?

Saat ini, hampir semua orang familiar dengan blog. Bahkan tidak hanya memiliki satu blog saja. Ada yang dua, tiga, kadang puluhan. Tidak sedikit waktu yang diperlukan untuk mengelolanya.

Bagi blogger profesional, yang menggunakan seluruh waktunya untuk ngeblog dan mendapatkan penghasilan dari blog, tentu pertanyaan di atas dengan sendirinya terjawab: YA.

Tetapi bukan sampai di situ saja pertanyaannya. Jika memang masih ngeblog dengan intensitas yang sama di akhir pekan, apa saja yang Anda lakukan?

Sebagian besar dari Anda, saya percaya belum secara penuh sebagai blogger profesional. Artinya, masih memiliki pekerjaan lain di luar sebagai blogger. Nah tentu di akhir pekan kegiatan Anda lain dari pada selama minggu kerja [di kantor, di toko, di pabrik dan lain sebaginya].

Ketika secara pribadi saya bertanya kepada beberapa rekan, berikut jawaban yang saya peroleh:

1. Ya. Saya menulis beberapa postingan untuk di publish satu minggu ke depan.

Kalo kata orang, yang nomer satu ini “Gue Banget”. Saya menulis di akhir pekan dengan alasan tidak banyak tugas kantor yang harus dikerjakan. Jika selama minggu kerja, ada saja gangguan yang saya temui. Meskipun tema-tema yang akan saya tulis telah saya kumpulkan selama satu minggu, saya baru akan duduk tenang untuk menulis ketika akhir pekan.

Saya menulis 5 sampai dengan 6 tulisan yang akan saya jadwalkan selama satu minggu. Untuk hari Sabtu dan Minggu, saya hanya akan memposting di salah satu hari saja, karena pengunjung blog akan lebih sedikit ketika hari-hari tersebut.

2. Tidak. Saya menggunakan waktu untuk keluarga atau diri sendiri.

Nah, biasanya blogger yang seperti ini kerjanya di luar kota dan harus ‘mudik’ ketika weekend. Senin sampai dengan Jumat sudah dihabiskan untuk bekerja, Sabtu dan Minggu diberikan untuk keluarga di rumah.

Atau bisa juga untuk para bujangan [jomblowan dan jomblowati] untuk bersosialisasi dan bermain bersama teman-teman dalam kehidupan nyata. Jalan-jalan ke Mall, nonton, belanja, ngerumpi, bersih-bersih kamar kost, nyuci baju kotor dan setrika, naik gunung, touring, clubbing dan lain sebagainya adalah jawaban favorit.

Betul, nggak?

3. Ya. Saya tetap ngeblog meski di akhir minggu.

Blogger dengan tipe ini, ngeblog secara reguler, menulis post juga setiap hari. Jadi ngeblog tidak terpengaruh dengan hari kerja atau tidak.

Libur ngeblog pun tidak dikarenakan weekend, tetapi bisa saja libur ngeblog di hari kerja.

4. Ya. Hanya saya menulis postingan yang lebih ringan.

Bila di hari kerja kita menulis postingan dengan grade A, di akhir pekan kita bisa tetap ngeblog dengan menulis postingan yang lebih ringan, grade B.

Bisa berupa cerita lucu, review blog lain, postingan pertanyaan [seperti judul ini], atau mengadakan polling.

5. Ya. Malah saya ngeblog lebih lama di weekend.

Ada juga blogger yang justru ngeblog lebih lama lagi ketika weekend dibandingkan dengan hari biasa.

Di hari biasa, pekerjaannya menuntut konsentrasi dan waktu yang lama sehingga sudah tidak bisa lagi digunakan untuk ngeblog, maka satu-satunya pilihan agar dapat mengembangkan blognya adalah memaksimalkan waktu ngeblog di akhir pekan.

6. Ya dan Tidak. Tidak ada strategi khusus yang diterapkan.

Ketika muncul ide yang akan ditulis, ya ngeblog. Jika tidak ada ide, ya nggak ngeblog. Begitu kira-kira yang diungkapkan oleh blogger jenis ini.

Anda sendiri termasuk blogger jenis yang mana?

—————————————————————
Posting Terkait:
1. Mengenal Objek Wisata di Pandeglang, Banten: Apa saja objek wisata di Pandeglang yang Anda tahu?
2. Menjadi Seorang Guest Blogger: Pengen Page Rank naik? Ayo jagi Guest Blogger!
3. Ciri Seorang Blogger Yang Sukses: Susahkah cara menjadi seorang blogger yang sukses?

Page View Dan Bounce Rate

Saya tertarik untuk menulis tentang Page View dan Bounce Rate, karena saya sendiri baru mengetahuinya beberapa waktu yang lalu.

Dimana kita bisa mengetahui nilai Page View dan Bounce Rate blog kita? Bukalah Google Analytic Anda. Di sana terdapat laporannya.

Page View adalah nilai rata-rata jumlah halaman blog kita yang diakses oleh satu orang dalam satu kali kunjungan.

Bounce Rate adalah prosentase banyaknya pengunjung yang langsung meninggalkan blog Anda setelah hanya membuka satu halaman saja.

Selama ini yang saya jadikan patokan dalam mengukur kesuksesan blog saya adalah nilai Page View. Semakin tinggi nilainya, berarti semakin baik.

Contoh hitung-hitungannya adalah seperti ini:

  • Sepuluh pengunjung masing-masing membuka 1 halaman = 10 halaman.
  • Lima pengunjung masing-masing membuka 3 halaman = 15 halaman.
  • Dua pengunjung masing-masing membuka 5 halaman = 10 halaman.

Total pengunjung blog kita adalah 17 orang, dengan jumlah halaman yang diakses sebanyak 35 halaman. Jadi nilai Page View blog kita adalah 35 dibagi dengan 17 yaitu 2.06.

Dan ternyata, belakangan saya ketahui jika Bounce Rate berhubungan dengan Page View.

Dulu saya bertanya-tanya, angka 60% [bounce rate blog saya] artinya apa. Rupanya dengan bahasa mudahnya begini:

Ada 60% pembaca isnuansa.com yang langsung kabur setelah membaca satu halaman saja!

Setelah saya cek lagi, nilainya naik menjadi 70%. Awalnya saya seneng, wah nilainya naik, tetapi sebenarnya malah lebih jelek, karena lebih banyak pembaca yang tidak puas dengan tulisan saya!

Semakin sedikit yang kabur dari halaman pertama, berarti dia senang dengan blog saya, nyaman berada di sini dan membaca tulisan-tulisan saya yang lain.

Bagaimana dengan Anda? Berapa nilai Bounce Rate blog Anda?

Hubungan Page Rank Dan Sinetron

Jika Anda bukan penggemar sinetron, mungkin agak kesulitan untuk membayangkan cerita yang akan saya tulis supaya tergambar mirip adegan di dalam sinetron. Coba membayangkan ala sinetron ya…

Di kelas ada seorang murid baru pindahan dari sebuah kota kecil. Rambutnya agak sedikit acak-acakan, trend terbaru sih, tapi mukanya ‘nggak banget deh’. Namanya Rio. Pake kacamata tebel lagi. Anaknya pendiem, pokoknya yang keliatan bagus cuma namanya doang, yang laen bikin sakit mata ngeliatnya.

Rio nggak punya banyak teman meski anaknya baik hati dan suka menolong. Yang ada malahan sering dikerjan sama anak-anak yang lainnya.

Setelah selama dua bulan pindah ke sekolah baru tersebut, secara nggak sengaja Rio ketemu dengan Matt, cowok paling keren, paling ganteng, paling pinter, jago maen basket, banyak banget penggemarnya di sekolah itu.

Dan ternyata, mereka pernah satu sekolah di Malaysia selama satu tahun ketika orang tua mereka sama-sama tugas di sana. Matt orangnya nggak jahat seperti teman-teman yang mengucilkan Rio hanya karena penampilannya. Matt lalu kembali akrab dengan Rio. Kemana-mana berdua.

Apa yang lantas terjadi?

Ya, semua orang di sekolah itu langsung ‘berubah pikiran’ tentang Rio. Padahal, Rionya masih tetep Rio yang sama. Hanya cara pandang orang saja yang beda terhadapnya.

Trus, hubungannya dengan Page Rank?

Anda bisa hubungkan sendiri dong, masa harus diterangin juga?

Oke, oke.

Berteman dengan orang yang tepat [seperti Rio menemukan Matt], juga perlu Anda terapkan agar Google memberikan Page Rank-nya untuk Anda.

Berteman dalam kosakata sinetron, berarti ‘mendapatkan link’ dalam kosakata Google.

Diantara banyaknya blog, pasti sudah ada yang dianggap ‘cowok paling keren’, ‘paling ganteng’, ‘paling pinter’, dan ‘jago main basket’ oleh Google.

Mereka adalah yang telah memiliki Page Rank yang tinggi dengan niche yang sejenis dengan blog Anda.

[Ingat bahwa jika blog Anda tentang resep makanan, hindari mencari link dari blog penjual peti mati.] 😉

Temukan blog-blog yang bisa Anda jadikan teman dan buktikan kepada Google bahwa Anda dekat dengan teman Anda!

No Related Post.