Mendekati Lebaran seperti ini, seluruh isi rumah pasti repot. Bukan lagi melakukan rutinitas membeli baju baru seperti puluhan tahun lalu. Tetapi ada satu yang nggak bisa diubah, dari waktu ke waktu: mudik. Berhubung kedua orang tua saya berasal dari Klaten, kami sekeluarga tak perlu repot untuk menentukan
Saya belum mengenal banyak blogger secara pribadi. Dan saya tidak terlalu menginginkannya. Sudah cukup saya mengetahui kepribadian banyak orang dalam dunia nyata -ditambah gosip artis di televisi yang mereka umbar-, sehingga saya ingin mengenal blogger melalui karyanya, bukan -melulu- kehidupan pribadinya.
Terinspirasi dari postingan PakDhe Cholik yang ini, saya akan menceritakan dari sudut pandang yang berbeda. Saya adalah Pak Slametnya. Alias setap. Apa ya, yang menarik yang bisa diceritakan oleh Pak Slamet, eh, setap? Nggak ada kayaknya. Diajak ngomong Inggris kaya Pak Slamet, saya pasti akan nyerah
Nembak Keyword? Apaan itu? Harus jujur saya akui, berdasarkan data Google Analytics saya, meskipun 65% sumber trafik blog ini datang dari Search Engine, saya belum puas karena mereka datang bukan pada tulisan-tulisan saya yang ‘baik’. Tulisan ‘baik’ di sini yang saya maksudkan adalah yang berkualitas,
Sejak saya memutuskan untuk menulis tentang blogging, saya tidak lagi menulis secara online. Semua tulisan saya dikerjakan secara ofline. Dulu, saya lebih sering mengetikkannya langsung sambil online, meskipun kadangkala saya menulis curhatan secara ofline di handphone. Saya buka blog, dan tulisan langsung