One-To-Many Tidak Mati!

 Bloggers@MarkPlus Conference

Hari Kamis yang lalu, sehari menjelang hari raya Idul Adha, saya sengaja pulang kantor agak larut. Sudah menduga jika jalanan akan lebih macet dari biasanya. Saya membuka feed reader saya. Membaca berpuluh-puluh judul blog yang terlewatkan dan belum sempat terbaca sebelumnya. Dari seorang teman, dokter Andaka, saya membaca puluhan tulisan yang telah didaftarkan untuk mengikuti Bloggers@MarkPlus Conference 2010. Ada 100 free tickets yang dibagikan penyelenggara kepada blogger untuk dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Setelah itu, di jalan, ketika terjebak kemacetan di Gatot Subroto yang membutuhkan waktu hampir 2 jam menuju Cawang, mata saya menatap sebuah Billboard segede ‘Gaban’ yang mengiklankan MarkPlus Conference 2010 dengan HTM sebesar Rp. 900.000,- [Sembilan Ratus Ribu Rupiah] dan bisa didapatkan dengan Kartu Kredit sebuah Bank dengan harga yang sama, tetapi mendapatkan dua tiket masuk. Lantas, saya jadi teringat New Wave Trend #1: From (One-to-Many) Broadcasting to (Many-to-Many) Networking.

Di dunia yang horizontal ini, berkat perkembangan teknologi internet, semua orang punya kesempatan yang sama untuk terhubung dan saling menghubungi. Trickle down effect dari sebuah pesan menjadi sangat luar biasa karena ia kini dapat diteruskan secara real-time oleh siapa saja yang menerima, mendengar atau melihat.

Many-to-Many Networking diterapkan dengan baik oleh MarkPlus Conference 2010 dengan mengajak Bloggers menyebarkan informasi melalui networking yang telah mereka miliki, baik di blog, maupun social media yang seperti Twitter dan Facebook.

Di era New Wave, teknologi broadcasting yang bersifat One-to-Many tidak mati.

Ya, sepakat. Meski trendnya sudah menjadi Many-to Many Networking, tetap diperlukan juga billboard –yang segede gaban itu- terpasang di jalan utama di mana puluhan ribu orang lewat setiap harinya untuk menbroadcast suatu hal. One-to-Many tidak mati.

~~~

Dengan tulisan ini, semoga dapat mengantarkan saya menjadi salah satu Blogger yang akan menghadiri MarkPlus Conference 2010, Kamis, 10 Desember 2009, The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place, Jakarta. Bloggers@MarkPlus Conference 2010

10 Rumus Saya Dalam Menulis

Saya menerbitkan tulisan hampir setiap hari. Dengan kesibukan mengurus pekerjaan sehari-hari yang lumayan menyita waktu, saya membutuhkan rumus-rumus tertentu yang membantu memudahkan saya menghasilkan tulisan dengan tepat.

Ini 10 rumus sederhana saya yang selalu menemani ketika menulis blog.

1. Baca, berhayal dan tulis.
2. Judul jangan menipu.
3. Titik koma jangan lupa.
4. Spasi, spasi, spasi.
5. Jangan merasa sayang menghapus beberapa kalimat yang tak perlu.
6. Minimalisir tanda titik-titik…..
7. Sebisa mungkin buat daftar dengan angka.
8. Bertanyalah.
9. Baca sekali lagi.
10. Jadwalkan waktu terbit tulisan dengan benar.

Apakah Anda mempunyai rumus sendiri dalam menulis?

Natal 2009

Hari natal tahun ini, tepat lima tahun. Rasanya seperti baru kemarin saja. Dan selama lima tahun pulalah aku harus selalu melewatinya dengan tetesan air mata. Setiap kali kudengar lagu natal mengalun dari gereja, aku terpaksa harus pergi menghindarinya.

Ya, aku bukannya nggak berusaha untuk tegar. Aku bukannya nggak berusaha menjadi pria yang kuat. Berusaha menjadi pria yang tak pantas untuk menangis. Tetapi kesedihanku tak pernah kurencanakan. Ia datang tanpa bisa kucegah. Dan selalu berulang setiap tahun kala natal tiba.

SMS terakhir darimu masih kusimpan sampai sekarang. Hadiah, foto, buku, baju, parfum, diary, kartu, gambar-gambar, dan semua hal yang berbau tentangmu masih ada di tempatnya. Bahkan puisi dan lagu yang kuciptakan untukmu, selalu kugumamkan menjelang tidur.

Natal kali ini aku ingin semuanya berbeda. Meski tak ada lagi ucapan selamat natal untukku, aku tau aku masih tetap bisa bahagia. Semoga!

Buat: Arya, Selamat Natal 2009!
I miss you, say.