Hari Kamis yang lalu, sehari menjelang hari raya Idul Adha, saya sengaja pulang kantor agak larut. Sudah menduga jika jalanan akan lebih macet dari biasanya. Saya membuka feed reader saya. Membaca berpuluh-puluh judul blog yang terlewatkan dan belum sempat terbaca sebelumnya. Dari seorang teman, dokter
Saya menerbitkan tulisan hampir setiap hari. Dengan kesibukan mengurus pekerjaan sehari-hari yang lumayan menyita waktu, saya membutuhkan rumus-rumus tertentu yang membantu memudahkan saya menghasilkan tulisan dengan tepat. Ini 10 rumus sederhana saya yang selalu menemani ketika menulis blog. 1. Baca,
Hari natal tahun ini, tepat lima tahun. Rasanya seperti baru kemarin saja. Dan selama lima tahun pulalah aku harus selalu melewatinya dengan tetesan air mata. Setiap kali kudengar lagu natal mengalun dari gereja, aku terpaksa harus pergi menghindarinya. Ya, aku bukannya nggak berusaha untuk tegar. Aku
Dulu [dulu sekali, mungkin 3 atau 4 tahun yang lalu] pertama kali saya mendengar kata Newbie. banyak bloger yang mengaku sebagai seorang Newbie. Newbie? Kening saya berkerut ketika pertama kali membacanya. Timbul pertanyaan. Apa arti newbie sebenarnya? Tapi saya terlalu malas untuk sekedar mengetikkan
Pak Ersis yang bilang menulis itu mudah. Buat saya hampir. Belum sepenuhnya. Pasti pak Ersis protes, bagian mana yang susah? Memang tidak susah, hanya menyesuaikan dengan waktu dan kemampuan fisik saja yang harus pas. Terkadang keinginan menulis begitu besarnya, apa daya tugas pekerjaan masih harus menjadi
Sudah lama sekali saya nggak mengunjungi blog paman Tyo. Setahun mungkin ada. Tapi saya langganan feednya, meski kadang juga nggak saya baca -lebih sering saya baca MEMOnya-. Maklum 500 lebih alamat blog yang saya daftarkan feednya. Belum lama ini saya buka facebook, ada teman yang berteman dengan paman