Ngobrol Dengan Teh Rieke

Isnuansa dan Rieke Dyah Pitaloka

Kemarin, Teh Rieke jadi narasumber. Saya tidak akan berbagi tentang materinya dia. Soal kapasitas, jebolan S2 filsafat UI, nggak diragukan lagi jika dibandingkan kebanyakan artis yang sama-sama jadi anggota legislatif.

Sehari sebelumnya, dia juga hadir di acara yang saya jadi MCnya itu. 😉 Kemarin sudah hampir nggak bisa karena sakit, tapi akhirnya bersedia juga.

Sebelum ngisi materi, saya tanyain soal kasus pelecehan oleh seorang Dokter di Makassar ketika Kunker di massa Reses. Katanya sudah dilaporkan ke kepolisian. Analisa saya, mungkin memang sudah damai, karena tak berlanjut lagi, tapi setidaknya, sudah mampu menunjukkan pada masyarakat, bahwa perempuan tidak bisa sembarangan dilecehkan.

Yang sempat saya tanyakan juga, rahasia kulit mulusnya. Saya dikasih resep seharga 4.000 yang bisa bikin kinclong. Entahlah, apa bener bisa bikin kopi jadi susu. (Nanti foto kopi susunya saya aplot di Facebook)

Sayang, saya nggak banyak tanya soal kegiatan ngeblognya. Teh Rieke juga blogger lho… Saya langganan blognya, dan ada satu tulisan yang saya pengen tanyakan sebenarnya. Saat dia tertekan secara politis, dia menulis di blog, tetapi hanya sempat muncul beberapa saat, lantas dihapus lagi. Satu ilmu buat saya: meski sangat ingin menyuarakan sesuatu, tidak selalu bisa begitu saja kita tuliskan di blog.

(Catatan: saya sudah ngetik buanyak banget di HP, tiba2 hilang. Ini ketikan kedua, terpaksa singkat saja ceritanya, saya harus kembali kerja)…

Ngeblog Dari Jauh

Sejak dua minggu yang lalu, sampai dua minggu ke depan, jadwal ngeblog saya amburadul dan acak-acakan banget. Tanpa blogwalking, nulis juga sekedarnya, tanpa dibaca dan diedit ulang, pokoknya parah!

Saya belakangan ini menyiapkan acara yang diadakan di sebuah desa kecil di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Sampai seminggu ke depan, saya masih di bogor dan tak terhubung dengan internet kecuali melalui hand phone. Itupun waktunya hanya bisa dilakukan sebentar sekali di sela-sela pekerjaan.

Ngapain sih, jauh-jauh ke Bogor sampe mengganggu jadwal ngeblog segala? Ada acara semacam training atau pelatihan selama seminggu, dan saya jadi salah satu bagian dari panitianya.

Kemarin, di hari ulang tahun saya, acara dibuka secara resmi oleh Ibu Mega (Ketua Umum partai saya) dan saya dapat kesempatan menjadi MC di pembukaan tersebut. Doh, senengnya.

Acara yang diliput hampir semua stasiun TV dan banyak wartawan cetak itu (meski nggak mungkin MCnya yang disorot kamera, hahaha) sempet bikin sedikit grogi juga bawainnya. Ada dokumentasi, tapi belom mampu juga ngaplot, jadi ya harus nunggu lama buat dibagiin ke pembaca blog ini.

Saat saya ngetik entri ini, sedang berlangsung sesi materi yang dibawain oleh Prof. Bustanul Arifin. Dan sore nanti ada Bung Effendi Gazali.

Ya sudah, saya balik kerja dulu ya, terimakasih sudah mampir dan baca-baca, sebisa mungkin saya akan blogwalking juga membalas kunjungan meski hanya satu dua yang bisa saya datangi. 😉

Ulang Tahunku

Selama ini, yang saya ketahui berulang tahun di tanggal dan tahun yang sama dengan saya adalah Betty, teman semasa SMA. Dulu, kami bisa ngirit dengan merayakan ulang tahun berbarengan: membagi dua jumlah tagihan ketika mentraktir makan-makan teman sekelas.

Kini, saya nggak punya teman berbagi [tagihan] lagi jika hendak merayakan ultah. Ah, lagipula, sudah lebih sepuluh tahun saya tidak meniup lilin ketika hari bahagia itu datang. Tidak ada pula kotak-kotak yang bertumpuk rapi menunggu bungkus warna-warni dipisahkan darinya dan membuat saya berteriak: ‘wow, saya suka ini’ ketika melihat isinya.

Jadi, apa yang akan saya lakukan untuk sekedar mengingat bahwa hari ini, 30 tahun yang lalu, saya dilahirkan?

Ah, rasanya nggak ada yang lebih pantas daripada mengucap syukur atas semua berkah yang telah diberikanNya. Melalui kedua orang tua yang telah menjadikan saya seperti sekarang ini. Dan juga adik-adik yang selalu mendukung sepenuh hati.

Terima kasih juga buat teman-teman blogger yang menjadikan hidup saya lebih bahagia.

Karena nggak ada lilin dan kue yang bisa dibagi, minta keihlasannya aja ya: doakan saya cepet ketemu jodoh. 😉

Hahaha…