Typo: Dihindari Atau Dimanfaatkan?

Typo

Mas Haryanto menulis komentar di blog saya beberapa waktu yang lalu, kalau untuk blog pengais rejeki biasanya dia secara sengaja menulis kata yang salah, yang tidak sesuai dengan ejaan baku KBBI.

Kata-kata dengan huruf salah tersebut lumayan juga jumlah trafiknya dari mesin pencari. Nah, saya lantas teringat dengan postingan Mas Suami Malas yang pernah saya baca dahulu tentang typo.

Saya lantas Googling tulisan tentang Typo, dan menemukan penjelasan yang lumayan lengkap juga di blognya Mas Fikri, Bloggingly. Silahkan dibaca tentang Typo.

Ada dua hal yang berbeda yang diangkat oleh Mas Fikri dan Mas Suami Malas. Yang satu menyatakan bahwa typo adalah sebuah kesalahan yang bisa berakibat fatal karena blog akan terlihat tak profesional. Yang satu lagi mengangkat bahwa typo adalah sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan trafik menuju blog kita, karena tentu saja semua orang memiliki kecenderungan untuk secara tidak sengaja melakukan typo, termasuk pada saat mengetikkan kata kunci di mesin pencari.

Bagaimana pendapat Anda sendiri, pembaca Isnuansa Dot Com?

Mulai Aktif Di Twitter

Saya secara resmi bergabung di Twitter tanggal 16 Juni 2009. Jadi kalau dihitung ya sudah kurang lebih 10 bulan. Tetapi selama ini saya nggak begitu aktif di sana.

Secara statistik, sampai dengan saat ini, baru ada 36 orang saja follower yang saya miliki. Sedang saya sendiri mengikuti 65 orang. Belum banyak memang, tapi justru di situlah asyiknya.

Di Twitter, saya mengikuti beberapa idola saya. Salah satunya adalah Fadly Padi yang saya follow hanya beberapa jam setelah dia bergabung di Twitter. Saya menjadi followernya ketika baru ada 30an orang saja. Kini, dalam seminggu pengikutnya sudah di atas 10.000 orang. Wow!

Dan saya baru merasakan nikmatnya Twitter ini yang berbeda dengan Facebook. Setelah sempat bosan dengan Facebook sejak beberapa bulan belakangan ini, saya lantas mencari-cari ‘mainan’ baru. Teringatlah saya dengan Twitter yang sudah saya miliki sejak 10 bulan, tetapi nggak pernah dipakai itu.

Hanya Baca Timeline

Trus ngapain aja? Hehehe, jujur, saya juga lebih banyak cuma baca-baca aja ‘kicauan’ orang-orang yang saya ikuti.

Beda dengan status Facebook yang kebanyakan alay dan ‘nggak penting’, di twitter saya merasa ‘kicauan’ orang lebih bermakna. Jarang cuma bilang: Pusing, BT, Hujan dan teman-teman sejenisnya. 😉

Di twitter tidak ada sistem komentar, tetapi dengan mereplay jawaban ataupun meretweet, menjadikan twitter nggak sepenuh halaman beranda Facebook. Replay-an hanya dibaca oleh si pemilik tweet saja.

Fadly si Idola

Menjadi followernya pada saat-saat awal, dan nama saya yang agak bagus *hayyah* mungkin menjadikan saya agak-agak diperhatikan sama Fadly.

Menjawab semua tweet followernya yang sudah puluhan ribu adalah hal yang nggak mungkin. Tapi, kalo saya boleh GR, tweet saya selalu dijawab sama Fadly. Aaahh, pokoknya seneng deh, diperhatiin idola. 😆

Iklan Nih!

Belakangan ini saya lebih banyak jaga di Twitter dan sedikit mengurangi apdet status di Facebook. Jadi, follow saya yuuuk, di @isnuansa.

Kalau teman-teman blogger ada yang suka ngetweet juga, kasih tau id-nya ya, biar bisa saya follow. Tapi statusnya jangan alay ya… 😉