Berapa Jumlah Blogger Di Indonesia?

Nunik dan Sanny

Saya teringat percakapan saya dengan Sanny, Marketing Manager Disneyland Hongkong 18 Maret 2011 di halaman depan wahana bermain yang saya kunjungi bersama 5 teman blogger dan tim idblognetwork beberapa waktu lalu. Sanny, punya darah Indonesia dari sang ayah, dan beberapa kali berkunjung ke Jakarta.

Sanny bertanya beberapa pertanyaan standar, seperti sudah berapa lama ngeblog, apa saja yang ditulis di blog, dan bagaimana kehidupan seorang blogger pada umumnya. Saya bercerita dengan antusias tentang kegiatan ngeblog saya. Dan pada akhirnya Sanny bertanya “Berapa sih jumlah blogger di Indonesia?”

Mati. Saya nggak tahu datanya, dan dengan tenang menjawab: sekitar 1 juta orang. Entah benar atau tidak, karena saya memang nggak tahu jawabannya. Blog banyak. Bukan berarti jumlah blog sama dengan jumlah bloggernya, bukan? Saya tanya Anda, berapa jumlah blog yang Anda miliki? 10? 20? Owh, ada yang sampai 100. :p

Kalaupun ada yang menjawab punya banyak blog, tapi pertanyaan selanjutnya, apa masih diurusin itu blognya? Seorang “pensiunan” blogger apakah juga masih bisa disebut blogger? *lirik Mas Pri, tapi udah mulai aktif lagi*

Semoga jawaban saya tentang jumlah blogger nggak ngaco-ngaco amat ya. Dulu sempat beberapa tahun lalu sewaktu Pesta Blogger kan memang sudah pernah disebut-sebut angka 1 juta itu. Sekarang harusnya sudah berlipat dong? Atau, malah menyusut?

Nunik dan 8 blogger
Saya dan teman-teman blogger di Hongkong Disneyland

(Foto: Priyadi. Makasih ya, Mas!)

Bebek Goreng Di Dini Hari

Bebek Goreng

Gambar di atas adalah sewaktu saya makan bebek goreng H. Slamet. Kalau tak salah ingat, satu ekornya Rp. 65.000,- Rasanya enak, empuk dan sambelnya pedes banget. Cuma karena dibawa pulang, bukan sambel korek yang dikasih. Kabarnya, kalo dinikmati di restorannya, sambelnya adalah sambel korek.

Bebek Goreng

Nah, kalau yang ini, entah namanya bebek goreng apa, saya nggak memperhatikan namanya, karena hanya warung tenda di pinggir jalan. Tengah malam Sabtu lalu, sepulang dari Kalibata, saya dan teman mampir di warung tenda ini. Biasanya saya keluar tol Cibitung atau Cikarang Barat, eh, kemarin keluar di Bekasi Timur.

Lokasi warung ini nggak jauh dari Bulak Kapal yang ke arah Tambun. Ramainya minta ampun walaupun sudah tengah malam. Sepeda motor dan mobil penuh terparkir di pinggir jalan. Meja makan di warung itu selalu full, pengunjung datang pergi, datang pergi silih berganti. Saya dan teman memesan bebek goreng dan teh tawar.

Bebek Goreng

Sambelnya sambel korek. Yang khas di warung ini adalah pengunjung makan bebek goreng dengan ditemani pete rebus satu papan. Saya dan teman yang memang nggak doyan pete, hanya lihat orang lain makan pete sambil senyum-senyum. Rasa bebek gorengnya sih tak begitu spektakuler. Tapi ya ramainya minta ampun karena harganya yang bersahabat. Seporsi hanya Rp. 11.000,- Hampir sama dengan harga seporsi nasi goreng di pinggir jalan.

Saya pengen ngerasain bebek goreng lain yang kabarnya enak di Jakarta ini. Belum pernah nyoba Bebek Suryo, Bebek Kaleyo, Bebek Goreng Mbah Wongso, Bebek Tik Tok, Bebek Yogi dan Bebek Ginyo. Atau, teman-teman punya saran di mana bisa makan bebek goreng yang enak?

Ada Apa Dengan WordPress 3.1?

Memang seharusnya nggak boleh dijadikan alasan saya males ngeblog belakangan ini, tapi kenyataannya memang nyebelin. Ada teman yang kirim inbox via Facebook: “Mbak, blognya nggak bisa saya komentari”, ada yang mention di Twitter: “Mbak, kok Page Not Found” pas saya habis update seminggu yang lalu.

Saya ingat-ingat, semua itu terjadi setelah saya upgrade ke WordPress 3.1 sesuai dengan arahan WordPress sendiri di halaman dashboard yang dihighlight warna kuning: “WordPress 3.1 telah tersedia”. Saya sudah upgrade saat itu, dan mulai nulis postingan dengan judul 3 Hari Lagi Jalan Jalan Ke Hongkong.

Tapi, rupanya tulisan itu suka main petak umpet. Kadang muncul, kadang ilang. Ada beberapa teman yang berhasil membaca dan komentar, sebagian lagi sisanya bilang nggak bisa menemukan tulisan tersebut. Saya geram setengah mati dan jadi malas buka blog. Untunglah, kemarin jalan-jalan ke Hongkong, jadi ada alasan juga buat libur ngeblog.

Sepulang dari Hongkong, tentu harus update lagi dong, nulis cerita selama di sana. Eh, @satryawp mention katanya blog saya nggak bisa diakses. Padahal saya saat itu lagi buka blog dan baik-baik saja. Aneh. Tadi, @satryawp berhasil masuk ke dashboard buat ngecheck blog ini, dan dia tanya: “Mbak, ini didowngrade ya?”

Lhah, aneh! Saya nggak ngapa-ngapain, dan tiba-tiba blog ini kembali ke versi WordPress sebelumnya, 3.0.4. Dan tulisan berjudul 3 Hari Lagi Jalan Jalan Ke Hongkong yang sudah ada sekitar 20an komentar jadi raib. Terpaksa, saya Googling dan nyari temboloknya buat ditulis ulang. Jadi, kalau ada teman yang merasa sudah pernah komentar di tulisan tersebut, dan merasa aneh komentarnya ilang, ya karena tulisan aslinya juga ilang.

Teman-teman ada yang ngerasain aneh juga dengan WordPress 3.1 ini nggak? Atau, baik-baik saja? Saya nggak akan upgrade dulu deh. Nunggu versi lebih barunya nanti muncul.