Selamat Ulang Tahun DBlogger!

Saya punya blog di Detik sejak Juli 2009, tapi tak diupdate hingga sekarang. Apalagi alasannya kalau tak bisa membagi waktu untuk mengelola banyak blog. Meski ada blog di sana, secara resmi saya tak bergabung ke dalam Komunitas D’Blogger, komunitas yang menaungi pengguna blog di Detik. Pertama kali nimbrung dengan kopdar bareng mereka bulan Mei 2010 di bakso Ino. Setelah itu, meramaikan kegiatan berbagi dengan anak-anak di rumah singgah bulan Agustus 2011 lalu.

Seminggu yang lalu, saya mendapat email untuk merayakan ulang tahun D’Blogger yang ke 3 yang akan diadakan tanggal 28 Januari di Pisa Kafe, Mahakam. Udah pasti dong, saya langsung setuju. Berdua dengan suami, memakai baju kembar sehabis pulang dari kondangan ke Cibinong, menuju Blok M.

Tema ulang tahun ke 3 D’Blogger adalah #esdogger, ekspresi seru D’Blogger. Sebelumnya mereka telah mengadakan kontes menulis yang diikuti oleh 139 blogger. Di Kafe Pisa diumumkan nama-nama pemenangnya, meski yang menang malah pada nggak bisa hadir. Beberapa blogger dari luar kota Jakarta yang bisa hadir diantaranya adalah dari Semarang, Bandung, Indramayu, Tangerang, Bogor dan Bekasi.

Acara dimulai dengan games makan #esdogger sambil memberikan ekspresi terseru mereka. Ada juga lomba live tweet dan door prize bagi yang mengucapkan yel-yel paling seru. Saya juga kebagian hadiah lho.. Dapet buku yang belum sempat saya baca sampai sekarang.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan malam [bagian yang paling ditunggu-tunggu nih], diiringi dengan live music. Penyanyinya cantik bo‘, suaranya juga asik. Beberapa blogger juga sempat nyanyi bareng, seperti Erfano [pembawa acara], Yosua [Ketua D’Blogger] dan Mas Bambang ‘Simorangkir‘. Sayangnya, pas penampilan ‘blog star‘ Mas Marwan, banyak yang pengen cepet-cepet selesai itu lagunya. 😆

Sebelum acara puncak tiup lilin, seluruh yang hadir menyampaikan kesan pesannya tentang D’Blogger. Hampir semuanya berharap D’Blogger makin kompak dan makin maju. Semoga juga community social responsibility -nya makin sering dilakukan tahun-tahun ke depan. Amin.

Dan tak lupa, setiap kopdar ditutup dengan foto bersama. Blogger Wajib Narsis!

Semua foto hasil jepretan Mas Gajah Pesing. Belum sempat ambil dari kamera sendiri malahan. :mrgreen:

Levitasi, Melayang Bukan Melompat

Saya dan suami sudah agak lama menaruh minat sama fotografi levitasi, tapi baru ada kesempatan pas Levitasihore ngadain acara #PhotowalkRagunan tanggal 22 Januari 2012 lalu. Saya dan suami meluncur ke Ragunan jam 07.30 dan bergabung dengan banyak kawan baru [dan lama] di sana.

@Goenrock memberikan contoh terlebih dahulu bagaimana cara mengambil foto levitasi. Apa itu fotografi levitasi? Adalah teknik fotografi yang membuat sesuatu/seseorang tampak seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu. Foto levitasi bisa dihasilkan dengan 2 cara: tanpa dan dengan editing (trik Photoshop).

Tips membuat foto levitasi tanpa editing [sumber tumblr Levitasihore]:

  • Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
  • Foto levitasi tanpa editing dapat  dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
  • Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
  • Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
  • Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
  • Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
  • Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
  • Kamu bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat, rambut model tidak terlihat berantakan.
  • Gunakan juga peniti, pin, sabuk atau alat penjepit baju supaya tidak tidak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat.
  • Coba gunakan aksesoris yang mendukung. Umumnya sih sapu, vacum cleaner, payung. Ayo coba yang lain!
  • Cari lokasi foto yang unik.
  • Bisakah memfoto diri sendiri sedang levitasi? Bisa! Gunakan Tripod, dan set timer di kamera. Loncatlah sebanyak mungkin saat mendekati waktu timer! Ini tapi pakai untung-untungan ya!
  • Stay safe! Jangan memaksakan diri melompat jika sudah capek & cari lokasi yang aman buat melompat. Jangan diatas sumur yaa.

Berikut foto-foto yang berhasil saya dan suami ambil. Susah juga ya, buat ngedapetin hasil yang benar-benar tampak melayang, bukan melompat.

Ayo, kapan ada yang mau kopdar levitasi sama saya?