Ketika Emak Emak Blogger Berkumpul

Apa sih, yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu ketika berkumpul? Jawaban yang seringkali terlintas adalah arisan dan bergosip. πŸ™

Bener nih, perempuan cuma bisa gitu doang? Ya enggak lah

Saya musti berterimakasih ke Mbak Mira yang telah membentuk Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) yang bisa mempertemukan saya dengan blogger-blogger perempuan yang keren-keren dari seluruh Indonesia. Emak-emak blogger ini biasa berkumpul di group Facebook dan di blog KEB. Dalam perjalanannya, blog dan group KEB ini memiliki 4 orang admin yang biasa dipanggil makmin: Mira, Indah Juli, Sary Melati dan Nike Rasyid.

Ajakan Mbak Indah Juli untuk hadir di acara kumpul-kumpul blogger emak-emak ini langsung saya terima. πŸ˜› Bertempat di Gedung IDC (Internetindo Data Center Indonesia) di daerah Duren Tiga, saya bisa ketemu dengan sekitar 20 orang blogger perempuan yang cantik-cantik dengan dress code pink. Alamak, saya sendiri nggak ngeh kalo hari itu dress code-nya pink. Kalaupun diminta pakai pink, saya nggak punya baju warna itu… :mrgreen:

Kumpulan Emak Blogger
Eka berbagi dengan emak-emak tentang aktifitas ngeblognya.
gathering blogger perempuan KEB
Peserta gathering menyimak penjelasan Eka.

Saya juga berusaha menerapkan tips yang diberikan Eka, lhoo.. Ngeblog itu harus punya komitmen. Secara teratur dan konsisten meng-update blognya. Dan karena berusaha menulis dua kali secara teratur setiap minggunya, hari ini saya berusaha menulis meskipun harus disambi masak opor ayam. Maklum, emak-emak. πŸ˜€

Kenapa harus update terus blognya? Karena kitalah penghasil konten positif di internet. Kalau bukan kita yang menulis, siapa lagi yang menyediakan konten yang positif ketika ada orang lain yang membutuhkannya? Begitu bukan, Mak?

Ada door prize di Kumpulan Emak Blogger
Mbak Ani Berta asyik ngetwit soal acara gathering, Una ambil gambar buat postingan. πŸ™‚
Ada door prize di Kumpulan Emak Blogger
Saya dan Eka dapet Batik Tulis Cirebon. Yeay!
Ada door prize di Kumpulan Emak Blogger
Terima kasih Kumpulan Emak Blogger. Ajak-ajak lagi ya, kalo ada acara...

Nah, selanjutnya ada Mbak Dewi dari ICT Watch yang berbagi tentang Blogger Perempuan dan Internet Sehat. Selain Mbak Dewi, hadir juga Mas Acep yang merupakan tim Internet Sehat dan Nike Rasyid sebagai Fellow Internet Sehat. Di samping menjelaskan soal kekhawatiran terbesar di dunia maya bagi anak-anak bukanlah pornografi melainkan kesadaran terhadap penyebaran identitas pribadi (privacy), juga diterangkan berbagai tips menjaga anak-anak tetap aman di dunia maya.

Mbak Dewi dari Tim Internet Sehat.
Mbak Dewi dari Tim Internet Sehat.

Saya kutip sedikit dari buku pedoman internet sehat, beberapa tips yang disampaikan Mbak Dewi untuk menjaga keamanan anak-anak di dunia maya:

  • Orang tua juga harus melibatkan diri di dalam kehidupan online. Bagaimanapun, untuk bisa “mengikuti” perkembangan dunia online, kita sebagai orang tua juga tidak boleh gaptek. πŸ˜†
  • Menjadikan anak sebagai sahabat, namun juga harus memiliki aturan yang jelas ketika anak-anak melakukan kegiatan online. Aturan ini bisa berupa kesepakatan berapa lamanya waktu online dan situs apa saja yang boleh mereka kunjungi.
  • Selalu mengajarkan jika informasi pribadi adalah hal yang paling penting untuk dilindungi. Semua hal yang menyangkut privasi jangan sampai diumbar di media online.
  • Orang tua bisa memaksimalkan browser untuk memilih opsi pencarian aman, men-setting mesin pencari, atau bahkan bekerja sama dengan ISP yang memiliki parental control.
Kumpulan Emak Blogger
Emak Blogger ini rajin-rajin ya, selain menyimak, Bunda Sumi juga mencatat lhoo...

Selanjutnya, salah satu Makmin Kumpulan Emak Blogger, Nike Rasyid, blogger asal Palembang yang juga sekaligus sebagai fellow Internet Sehat, berbagi tentang kegiatannya selama bekerjasama dengan Internet Sehat. Sayang sekali saya nggak punya fotonya buat ditampilkan. *uyel-uyel Giewahyudi yang lupa ambil foto Nike waktu jadi narasumber*

Kumpulan Emak Blogger di IDC Duren Tiga
Lagi dijelasin soal Internetindo Data Center Indonesia.
Kumpulan Emak Blogger
Senyum ceria Emak-Emak Blogger. Nggak kalah cantik sama anggota Cherrybelle. πŸ™‚
door prize di Kumpulan Emak Blogger
Selain dapet ilmu, pulangnya nenteng gudibek. Siapa yang nggak seneng?

Ayo emak-emak blogger, jangan males ya nulisin blognya. Nggak boleh kalah sama Emak Yati Rachman yang umurnya sudah 72 tahun tapi masih aktif ngeblog. Semoga nanti kita ketemu lagi ya di acara lain yang diadain KEB.

Foilovers Gathering, Ketemu Dori Sang Penjelajah

Jadi ya, semalam saya meluncur ke Tekko di kawasan SCBD bareng dengan suami buat ikutan Foilovers Gathering dan ketemu sama para penjelajah Nusantara dari tim Adira Beauty X-pedition.

Apaan tuh? πŸ˜›

Saya memang belum pernah menulis soal ini, meskipun sudah tiga kali menerima undangan dan hadir di acaranya Adira. *sungkem*

Tahun lalu, dalam rangka aktivitas CSR-nya, Adira membuat sebuah portal pariwisata di mana kita semua bisa turut menulis tentang segala macam keindahan Indonesia. Namanya AdiraFacesOfIndonesia. Sekarang ini, sudah ada lebih dari 3.000 anggota, lebih dari 1.000 artikel dan ribuan foto dokumentasi di website tersebut. Kalau mau jalan-jalan, tinggal buka aja buat dapetin referensinya. Atau kalau belum punya ide mau ke mana, boleh juga ngubek-ngubek websitenya buat nyari tujuan wisata yang cocok dengan budget.

Nah, dalam rangka meningkatkan khazanah alternatif tempat wisata di Indonesia, AdiraFOI mengadakan Adira Beauty X-pedition yang rencananya berlangsung 80 hari, menempuh 14.000 km menggunakan mobil dari Sabang sampai Merauke. Setelah 22 hari menjelajah Sumatera, tim ekspedisi ini mampir di Jakarta buat ketemu media dan Foilovers (sebutan untuk member AdiraFOI).

Malam tadi, dengan malu-malu saya memperkenalkan diri sebagai member sejak tahun lalu, namun belum menulis satu artikel-pun di website AdiraFacesOfIndonesia. Kesannya kok kayak mau dateng numpang makan malem doang yah… πŸ˜† Untungnya, ada juga yang sama kayak saya, soalnya lebih sering nulis di blog sendiri. *ahlesyan*

Foilovers Gathering Jakarta
Suami (pakai kemeja kotak2) serius dengerin penjelasan Dori.

Dori Sang Penjelajah, yang merupakan icon dari ekspedisi ini, menjelaskan perjalanan wisatanya dari Aceh, Medan, lanjut Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang hingga Lampung dalam 22 hari. Lihat foto-foto yang ditampilin di layar, rasanya ngeces banget pengen juga ikutan. Nyempil di bagasi paling belakang juga nggak papa deh. :mrgreen: Cerita perjalanan Dori dan objek wisata yang dikunjunginya itu bisa diikuti di web AdiraFOI. Atau bisa juga dengan follow twitternya di @AdiraFOI.

Foilovers Gathering Jakarta
Saya lagi ngetik pertanyaan untuk kuis di Facebook Fan Page-nya AdiraFOI.

Saat rekan-rekan media sedang ngikutin konferensi pers di ruangan lain, saya dan teman-teman Foilovers dipandu sama pembawa acara ikutan kuis. Ada beberapa pertanyaan dan juga games. Games-nya diminta membuat pertanyaan untuk kuis yang di twitter dan facebook fan page. Saya menang dan pertanyaan saya yang dijadiin kuis: “Di manakah letak Morotai?

Hayooo, ada yang tahu? πŸ˜›

Setelah itu, barulah makan malam dimulai. Ini yang ditunggu-tunggu dari tadi. Menunya banyak banget. Ada iga, ayam goreng, tahu tempe goreng lengkap dengan sambalnya, cah kankung, sop iga dan jamur krispi. Bener-bener nggak muat deh nih perut. 😳 Kenyang makan, kita berfoto bareng dan turun ke bawah (acara di lantai 2) untuk melepas tim ekspedisi secara simbolis melanjutkan perjalanan selama 14 hari mengelilingi Pulau Jawa. Sukses terus ya, buat Dori dan kawan-kawan tim ekspedisi!

Hadiah dari Adira
Ini nih, hadiah dari Adira. Banyak ya...

Buat Adira, ditunggu acara-acara selanjutnya, khususnya buat blogger dan Foilovers. Mmuach! :-*

Benarkah Blogger Tak Bisa Menerima Kekalahan?

Sebagai blogger, saya sangat senang karena belakangan ini makin banyak saja kompetisi menulis yang khusus diadakan untuk para blogger. Bahkan, tak jarang hadiahnya sangat menggiurkan: Mac, iPhone, iPad, uang tunai jutaan rupiah, dan paket jalan-jalan.

Trus, kalau ditanya, sudah pernah menang kompetisi? Saya pasti bakalan ngumpet, karena konon katanya sebagai blogger yang rajin menabung mengapdet blog dan suka menulis ini, pada kenyataannya belom pernah menang kompetisi menulis. Kalau kompetisi balapan karung dan makan kerupuk malah udah pernah.

Kata orang, menang atau kalah dalam kompetisi itu adalah hal biasa, wajar, karena setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

Hohoho, pada kenyataannya tidak seperti itu. Bagi yang kalah, pastinya ya kesel. Tapi, nggak wajar jika rasa kesel itu tadi dilampiaskan dengan menyerang dan menyalahkan panitia lomba. Ketidaksiapan untuk kalah menjadikan kita justru menyalahkan orang lain atas kelemahan diri kita sendiri.

Tapi ya memang benar, pada akhirnya, setiap perlombaan pasti diakhiri dengan adanya pemenang. Dan yang kalah harus siap dan bisa menerima keputusan. Mengucapkan selamat pada yang menang. Dan orientasi mengikuti kompetisi seharusnya bukan pada hasilnya semata, tapi lebih ke prosesnya.

Buang-buang energi saja kalau terus-terusan memikirkan kekalahan. Apalagi menyerang panitia dan juri lomba. Yang pada putus cinta aja bisa move on, kenapa kita nggak cari lomba lain saja yang bisa kita menangkan? πŸ˜†

Saya sendiri, kalaupun akhirnya kalah dalam kompetisi, tetep akan melenggang dengan santai. β€œAt war, there’s no right or wrong. Winner’s right while loser’s wrong.” -Toba Beta-

Bagaimana pengalaman kawan-kawan blogger mengikuti lomba menulis? Sudah pernah menang? Atau, kalah mulu seperti saya? πŸ˜‰