Blog Terkenal, Pemiliknya Tak Dikenal

Dalam suatu waktu, saya sempat menerima keluhan dari beberapa teman blogger. Mereka memiliki blog dengan trafik yang tinggi, sering muncul di halaman pertama Google, dan banyak orang kenal dengan blognya.

Namun justru mereka sendiri sebagai pemilik blog tersebut sama sekali tidak terkenal. Atau dengan kata lain, mereka kalah tenar dengan blognya sendiri.

Mereka itu adalah para ‘penembak keyword‘ yang menulis artikel di blognya berdasarkan keyword yang sedang ngetrend saat itu. Karena terlalu fokus pada optimasi keyword, artikel yang ada pun memiliki tema yang sangat bervariasi, sehingga mereka menyebutnya sebagai “Blog Berita“.

Mereka lupa mengenalkan diri mereka melalui tulisannya. Cara mereka menulis artikel mirip seperti wartawan yang sedang diburu deadline dan harus menyelesaikan tulisannya secepat mungkin. Akhirnya mereka meninggalkan satu hal yang disebut sebagai ‘personal branding‘. Hal inilah yang membuat orang-orang tidak pernah mengenal siapa pemilik blog itu sebenarnya. Apalagi jika mereka kurang lengkap dalam menulis profilnya.

Tentu saja kriteria yang ideal bagi seorang blogger adalah baik blog maupun pemiliknya sama-sama terkenal. Seperti Poconggg, Bukik, Raditya Dika, Benakribo, dll. Mereka adalah blogger yang memiliki ciri khas dalam setiap tulisannya sehingga publik mengenalnya. Ditunjang dengan artikel dan blog yang berkualitas, sehingga keduanya sama-sama terkenal.

Memang tidak semua blogger senang dikenal oleh publik. Namun ada sedikit tips bagi Anda para blogger yang ingin dikenal oleh publik. Yaitu tonjolkanlah karakter diri Anda dalam setiap tulisan yang Anda buat. Jika Anda adalah seorang penggila bola, maka menulislah seakan-akan Anda adalah orang yang sangat paham dan antusias dengan bola. Tulislah aktifitas Anda yang berkaitan dengan bola, bahaslah hal-hal tersebut dalam setiap postingan Anda. Maka cepat atau lambat seiring bertambahnya visitor di blog Anda, Anda pun juga akan semakin dikenal oleh Publik.

~~~

@Miftahur
Seorang Muslim, Mahasiswa, & Blogger yang punya passion di dunia IT dan Entrepreneurship (pemilik Blog miftahur.com)

Cara Menulis Katalog Produk Yang Baik

Artikel Tamu (Guest Post) Ini Ditulis Oleh Muslim Amanah dari AhliHerbal.com

~~~

Zaman sekarang internet bukan barang yang asing lagi, termasuk di Indonesia. Dari kota sampai ke desa, dari anak kecil sampai lanjut usia, semuanya (hiperbola) mengenal tentang internet dan kegunaannya. Setidaknya, Anda yang sedang membaca tulisan ini kenal dengan internet pastinya.

Dengan semakin menjamurnya penggunaan internet di Indonesia tersebut, makin banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan mengggunakan media internet tersebut. Mulai dari transaksi perbankan, hingga jual beli produk dan jasa semua bisa dilakukan.

Masalah Penulisan Katalog Toko Online

Salah satu contoh kegiatan ekonomi yang mulai menjamur menggunakan media internet adalah pembuatan toko online untuk berjualan berbagai macam barang, mulai dari sepatu sampai baju. Akan tetapi ada satu masalah dari berbagai toko online yang sering saya temui, yaitu penulisan katalog produk yang kurang baik, padahal ini adalah ujung tombak penjualan di website toko online. Penulisan katalog produk yang tidak menarik, berarti mematikan penjualan Anda.

Karenanya, jika Anda berminat untuk membuka toko online sendiri, ada baiknya untuk belajar tentang bagaimana cara menulis katalog produk yang baik dan menarik. Bagaimana caranya?

Berikut tiga (3) tips yang bisa Anda terapkan di website toko online Anda :

Sertakan Gambar (Foto) Yang Baik

Salah satu hal penting dalam penulisan katalog barang di website toko online adalah penggunaan gambar yang berkualitas untuk menerangkan produk yang kita tawarkan. Penggunaan kualitas gambar produk yang alakadarnya (berkualitas rendah), yang bisa jadi membuat calon pembeli tidak tertarik dan akhirnya pergi.

Saran saya, sebaiknya, gunakan gambar yang berkualitas tinggi di toko online. Gambar yang berkualitas tinggi akan membuat calon konsumen lebih senang karena merasa mendapat gambaran yang lebih jelas tentang produk yang sedang ditawarkan.

Akan lebih baik lagi jika kita bisa menggunakan gambar hasil jepretan kamera sendiri, dan ini tidak susah. Cukup gunakan kamera pada handphone Anda, atau kamera genggam dengan kualitas standard (tidak perlu kamera DSLR), setting pada mode makro, lalu gunakan auto fokus. Selebihnya tinggal mencari background yang cukup netral dan pencahayaan yang cukup, lalu ambil gambarnya dan upload di website.

Gunakan Deskripsi Produk Yang Menarik dan Unik

Salah satu masalah utama dalam penulisan katalog yang sering saya temui adalah, penggunaan deskripsi produk yang hanya berdasar katalog dari produsen saja (copy paste dari brosur).

Penulisan katalog dengan sistem seperti itu, cenderung tidak bagus untuk penjualan, terutama untuk SEO (search engine optimization) karena membuat situs kita dianggap duplikat content oleh Google dan kawan-kawan (karena banyak situs lain memakai deskripsi produk yang sama), akibatnya ranking situs kita menjadi jatuh. Selain itu, bahasa dalam katalog dari produsen barang cenderung kaku, sehingga selain ranking jatuh, pengunjung yang datang pun bisa jadi tidak merasa tertarik dengan tawaran yang diberikan.

Karenanya, menurut saya akan lebih baik jika deskripsi produk adalah hasil karya sendiri, bukan hasil tulis ulang dari katalog produsen apalagi copy paste dari website lain. Tulis dengan cukup panjang, sekitar 400-500 kata, sehingga dapat menjelaskan deskripsi produk dengan cukup detil.

Untuk menambah detail manfaat dari produk yang dijual, bisa kita tambahkan dengan review dari pemakaian yang pernah kita lakukan. Jika tidak, bisa juga ditambah review tambahan dari sisi kelebihan secara medis (produk kesehatan), atau dari sisi teknis (produk teknologi), dari sisi kualitas ilmu yang diberikan (produk pendidikan), dan seterusnya.

Sertakan Sertifikasi dan Testimonial Jika Memungkinkan

Salah satu hal yang sering terlupakan dalam menulis sebuah deskripsi produk (katalog online) adalah pencantuman sertifikasi dan atau testimonial untuk produk yang sedang ditawarkan.

Sertifikasi (sertifikat halal, sertifikat ISO 200x/900x, sertifikat BPOM DepKes, dst) adalah pengakuan atas keamanan dan kualitas dari suatu produk. Sedangkan testimonial (yang jujur) adalah sebuah pengakuan atas efektifitas dari sebuah produk.

Keduanya adalah peningkat kepercayaan calon pembeli terhadap produk yang sedang ditawarkan, dan dengan mencantum kedua hal tersebut, diharapkan konversi penjualan menjadi lebih tinggi. Biasanya, produsen mempunyai stok untuk kedua macam jenis pengakuan kualitas dan manfaat ini. Karenanya jika Anda belum memiliki data sertifikasi dan testimonial untuk suatu produk tertentu, coba tanyakan ke produsen Anda.  Setelah dapat, segera update katalog online Anda supaya semakin terpercaya.

Kesimpulan dan Penutup

Demikian tiga (3)  tips mengenai cara menulis katalog produk yang baik pada toko online. Sebenarnya masih ada banyak tips lainnya yang bisa dilakukan, akan tetapi menurut saya ketiga hal di atas-lah yang paling utama untuk terlebih dahulu dilakukan (efeknya besar).

Dan terakhir, untuk contoh live study case, bisa dilihat di halaman berikut ini. Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat, dan selamat mencoba.