Indahnya Menyiapkan Santap Sahur untuk Suami

Bulan puasa tahun ini saya memang tidak menjalankan ibadah puasa karena Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Di bulan ini saya menjadi dua-duanya, ibu hamil dan ibu menyusui. Sejak hari pertama puasa, saya selalu menyiapkan santap sahur untuk suami. Jadi, saya tetap ikut bersantap sahur meskipun tidak berpuasa. Sekalian “ngasih makan” dedek bayi di dalam kandungan, pikir saya.

Saya harus menyiapkan menu santap sahur sebaik mungkin agar suami mendapatkan nutrisi yang cukup ketika menjalankan ibadah puasa. Saya mulai menyusun menu-menu dengan nutrisi lengkap yang mengandung nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu. Untuk kebutuhan susu, saya memilih susu Bear Brand putih karena faktor kepraktisan dan kemurniannya. Dengan minum 1 kaleng saat sahur, saya dan suami bisa merasakan manfaat dan kemurnian susu sapi steril ini.

Isnuansa Bear Brand

Alhamdulillah, di bulan Ramadhan ini saya bisa melahirkan bayi kami melalui operasi sesar. Kini, tak hanya ada saya dan suami di rumah, karena rumah semakin rame sejak Dedek Diana Wahyudi hadir di tengah keluarga kecil kami. Setelah perjalanan indah mengandung sembilan bulan lebih, akhirnya dedek bayi hadir melengkapi kebahagiaan kami berdua. Setiap perjalanan yang sungguh menyenangkan sekaligus mendebarkan dari setiap tahap kehamilan sampai kelahiran dedek bayi.

Sebagai keluarga baru, saya mulai merasakan ribet-ribetnya ngurus dedek bayi. Untung, suami begitu membantu dan mensupport saya supaya nggak gampang menyerah. Meskipun sudah mulai bekerja, suami saya selalu menanyakan kondisi saya dan dedek bayi. Kebayang kan gimana capeknya ngurus dedek bayi, sementara kondisi saya masih dalam masa recovery pasca operasi sesar. Mulai sekarang saya harus membagi perhatian untuk pemulihan saya dan kebutuhan dedek bayi. Meskipun lebih memprioritaskan kebutuhan Dedek Diana, namun saya tetap harus sehat agar segera bisa melewati masa recovery pasca operasi sesar.

Saya memang tidak menjalankan puasa tahun ini, karena masih berusaha untuk memberikan ASI eksklusif untuk dedek bayi. Meskipun selama masa recovery 24 jam setelah operasi sesar, dedek bayi sudah sempat diberi susu formula saat awal-awal kelahirannya. Senang rasanya bisa menyusui dedek bayi segera setelah menjemputnya dari ruang perawatan bayi. Hanya suami saja yang berpuasa, dan kerennya, setelah saya melahirkan dia menyiapkan santap sahurnya sendiri. Sebelumnya setiap sahur saya menyiapkan santap sahur sambil mengelus-elus dedek bayi yang sepertinya juga pengen ikutan sahur.

Bangun sahur sih tetep barengan, karena saya juga perlu makan supaya ASI bisa lancar keluarnya. Kadang malah dedek Diana yang membangunkan kami untuk sahur, saat dia kehausan minta nenen, hihihi. Dedek Diana sahurnya pake ASI, bapak ibunya juga minum susu murni, tapi yang sudah dalam kemasan praktis, masing-masing sekaleng Bear Brand. Selama ini puasa suami lancar-lancar aja, dan ASI saya juga berangsur-angsur naik jumlahnya. Senang rasanya bisa memberikan ASI eksklusif untuk Dedek Diana.

Suami nggak pernah mengeluh lemas atau kecapean, meski saya juga tahu, berat untuk menjalankan ibadah puasa sambil mendampingi saya selama melahirkan Dedek Diana. Apalagi sekarang suami sudah mulai bekerja seperti biasa, sekaligus mengurus seorang bayi saat malam hari. Makanya stok susu saya nggak pernah putus di rumah, kasihan suami kalau sampai nggak minum Bear Brand tiap hari saat sahur dan berbuka di bulan puasa ini. Kalau bapak ibunya sehat, kan ngurus dedek bayinya juga nggak keteteran tenaganya. Itu semua saya lakukan karena saya yakin selama kami sehat maka Dedek Diana dalam penanganan yang baik.