3 Cara Membuat Pembaca Feed Mengunjungi Blog Anda

Sudah membaca postingan saya sebelumnya tentang sebuah blog yang mematikan fasilitas feed blognya?

Jika belum, silahkan baca terlebih dahulu. 😉

Feed blog buat saya penting sekali untuk dapat tetap memberikan tulisan-tulisan saya kepada pembaca, meskipun tanpa harus mengunjungi blog ini secara langsung.

Anda bisa mendapatkan postingan terbaru dari isnuansa dot com melalui Email dengan mengklik link ini. 😉

Jika Anda tetap menginginkan pembaca feed Anda juga harus mengunjungi blog Anda, ada tiga cara utama yang dapat Anda lakukan untuk membawanya:


1. Mintalah mereka untuk berkomentar.

Anda selalu menginginkan pembaca berkomentar terhadap tulisan Anda, bukan? Jangan hanya diam saja. Mintalah mereka untuk berkomentar. Caranya? Dengan mengajukan pertanyaan di akhir tulisan Anda. Pembaca akan tergerak hatinya secara tidak sadar untuk menjawab apa yang Anda tanyakan di kolom komentar.

Untuk pembaca blog Anda yang biasanya hanya membaca dari feed saja, juga berlaku trik tersebut. Seakan ada kekuatan yang mendorongnya untuk mengunjungi blog Anda dan meninggalkan komentarnya.


2. Gunakan Related Post.

Sebagian pembaca feed ketika menemukan tulisan yang menarik hatinya, tentu saja kemungkinan besar akan tertarik juga dengan topik-topik sejenis yang Anda tawarkan yang berhubungan dengan tulisan tersebut.

Mungkin saja Anda tidak mendapatkan page view pada tulisan terbaru Anda tersebut, tetapi ketika dia membaca judul-judul yang menarik dalam Related Post yang Anda tawarkan, mereka akan berkunjung ke blog Anda.

Pasanglah related post pada bagian bawah postingan Anda. Layak untuk dicoba.


3. Interlink Postingan Lama.

Konsepnya hampir sama dengan related post, yaitu Anda ‘menawarkan’ postingan Anda yang lain. Gunakan anchor text yang tepat dari salah satu tulisan Anda sebelumnya, yang menarik, dan membuat pembaca Anda penasaran, apa isi dari tulisan tersebut.

Untuk feed postingan terbaru Anda memang bisa dibaca seluruhnya tanpa harus berkunjung, tetapi dengan interlinking ke beberapa postingan lama Anda, pembaca feed mungkin akan tertarik untuk membacanya juga.

Jadi, tidak ada alasan lagi mematikan feed blog Anda untuk pembaca, bukan?
Bagaimana menurut Anda?

19 thoughts on “3 Cara Membuat Pembaca Feed Mengunjungi Blog Anda

  1. wakh aku baru tahu nih….tentang feed, thanks ya for sharenya….
    .-= nyegik´s selesai [nulis] ..MIYABI vs ALEXIS COHEN =-.

  2. Aku baca beberapa postingan di blog ini. Dan wawasanku bertambah nih. Thanks. Salam kenal.

    Tp, bicara soal feed, itu sesuatu yg sejak awal blogging kuanaktirikan. Pertama, krn kadang2 feed blogku rusak (utk memperbaikinya aku buta code) shg animasi Feedburner-nya pun nggak jalan.

    Kedua, aku kok msh berpendapat feed itu mengalihkan orang dari mengunjungi blog scr langsung. Orang dpt info dari postingan, manggut2, ya udah. Terus nggak komen, entah nggak mau atau kelupaan. Meski dipancing2 dg pertanyaan. Kecuali kalau topik postingannya kontroversial lho, atau menyentuh telak kepentingan si pelanggan feed.

    What do you think, Mas/Mbak Isnuansa (eh, namanya siapa sih)? 😕
    .-= Brahm´s selesai [nulis] ..Who the Hell is Densus 88 =-.

  3. 😳 Salam kenal. Namanya Isnuansa Maharani, Mbak lah ya 😎 . Tapi panggil aja Nunik.

    Yak, betul. Buat sebagian orang feed memang akan mengalihkan perhatian, karena mereka bisa membaca, manggut-manggut, tapi nggak meluncur ke blog, apalagi berkomentar.

    Tetapi saya pilih memberikan semuanya.

    Daripada dia mampir karena tersasar, dan sama sekali nggak akan balik lagi.

    Dengan feed, setidaknya blogger tersebut sudah punya komitmen untuk terus berhubungan dengan kita, meskipun hanya sesekali balik. Tetapi, masih lebih baik satu dua kali balik daripada tidak sama sekali kan? 🙄

  4. ➡ Selaku murid yang thoat, saya udah mengikuti jejaklangkah bu guru,walau tidak semuanya, termasuk ” bagaimana pendapat anda tentang sisiran rambutku yang klimis ini ??”, pada akhir paragraf postingan..he..he..he.

    ➡ Related post juga dah ada.

    ➡ Nah,soal inlinking ini, menurut penerawangan saya kok ada yang peduli dan ada yang tidak peduli ya. Saya misalnya, lebih banyak melirik ke recent post yang ada disebelah daripada mbongkar kuburan. Sebagai blogger, inlinking ini katanya menguntungkan dari segi pendapatan traffic.

    Wis thitik wae sik. Tak nryuput capuccino ama pisgor anget.

    Salam anget dari Surabaya yang lagi hotz mbak.
    .-= Abdul Cholik´s selesai [nulis] ..Alexa,aku menunggumu. =-.

  5. Kalo ilmunya saya perlu, ya terpaksa mbongkar kuburan, PakDhe… Terutama dari blogger luar 😆

    Eh, lempar ke Jakarta dong, pisang gorengnya 😳

    Salam sayang PakDhe 😛

  6. yang nomer tiga udah di coba kalo yang nomer satu ama nomer dua belum begitu di optimalkan.
    maunya sih related link yang keluar langsung dari templatenya tapi kalo di feed reader bisa nggak kebaca..
    kaya di webnya

  7. Sama, saya juga baru yang nomer tiga aja. tapi kayaknya masih belom bisa memuaskan seperti blog blog yang Pro dari luar sonoh. ‘Memaksa’ secara halus agar kita membaca postingan lamanya, kalo mau tuntas belajar ilmunya.

    Untuk related post saya pasang nggak bisa, harus ngedit halaman .php

    Itulah susahnya pake templete yang khusus dibuat sesuai mau saya awalnya. Giliran mo ngedit, susah sendiri 😛

  8. Well, memang saya sendiri belum berfikiran sejauh yang brahm tulis, mungkin ada benar-nya. Tetapi yang mbak Nunik tulis juga banyak faedahnya, buat saya baik itu feed atau dihalaman posting, lebih baik membaca trus memberikan komentar dan kadang pertanyaan [ tanpa bermaksud tertentu ], sering saya bertanya jika ada hal yang tidak saya pahami, tetapi celaka juga udah bertanya malah tidak dijawab.

  9. Ada nggak pertanyaan yang di sini belom kejawab? kalo ada, maaf ya. Kadang menjawab komentar menyita waktu juga, apalagi jika dilakukan manual seperti saya 😉

  10. dan tips yg ke 4nya adalah; jangan lupa mencantumkan kiwod katakataku 😆
    .-= katakataku´s selesai [nulis] ..Bayangan Perubahan =-.

  11. Iya bener mbak, sayange theme ku gak valiabel buat related post nya, kalo mau harus manual buatnya kek dibilang kang Afatih. Soal inlink saya masih perlu belajar mbak dari njenengan.
    .-= Wandi thok´s selesai [nulis] ..Kepala n ekorku =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge