7 Alasan Tetap Berkomentar [Meski Tidak Ingin]

Ada kalanya ketika saya blogwalking dari satu blog menuju blog lainnya, saya tidak meninggalkan komentar sama sekali. Silent reader bahasa kerennya.

Tetapi, meski kadang tidak ingin berkomentar, saya akan tetap mengisi form komentar jika:

1. Pertamax.

Hohoho, bukan saya akan meninggalkan kalimat seperti itu. Ketika menemukan postingan dengan komentar masih kosong, lumayan kan? Jarang-jarang saya nemu kesempatan emas seperti itu. Tempat komentar pertamax akan saya paksakan untuk membaca walopun tidak suka dengan isinya. Dengan segera saya meninggalkan komentar.

Nah, beberapa kali saya ‘tertipu’ dengan jumlah komentar yang masih kosong, ternyata si empunya blog menerapkan moderasi komentar! Meski sudah ada 5 komentar yang masuk, tetapi karena masih ‘ditahan’ ya tetap aja terlihat nol!

2. Dia Telah 10 Kali Komentar.

Bisa-bisa saya kualat kalo tidak membalas mengunjungi blognya dan memberikan komentar.

3. Blog Seleb.

Boleh dong, numpang tenar? Tidak ada tempat yang lebih bagus untuk mempromosikan blog kita selain ‘menitipkan’ komentar di blog seleb.

Dengan adanya banyak komentator yang berusaha mengunjungi blog seleb, semakin tinggi peluang pembaca lain mengetahui keberadaan kita.

Sesekali, tidak ada salahnya memunculkan diri kita di blog seleb.

4. Pasang Comment Luv.

Di blog yang memasang Comment Luv, kita bisa ‘iklan gratis’ dua buah link sekaligus. Link nama kita dan link judul postingan. Sekali dayung, dua pulau terlampaui.

5. Direkomendasikan Teman.

‘Nik, baca ini deh!’

Menghormati. Itu kuncinya. Karena setelah itu pasti menyusul pertanyaan selanjutnya:

‘Gimana?’

6. Menarik Tulisannya.

Tetapi diposting tahun lalu. icon lol 7 Alasan Tetap Berkomentar [Meski Tidak Ingin]
Tetapi yang punya blog nggak pernah mengunjungi apalagi berkomentar balik.

Sebenarnya saya malas juga komentar, tapi gimana dong, menarik banget sih tulisannya!

7. Do Follow.

Ini paling jarang saya lakukan, pernah sesekali doang. Ketika blogwalking dan menemukan tanda ‘You Comment I Follow’ nggak rugi meninggalkan komentar di blog itu. Secara sengaja mencari daftar do follow? Nggak deh.

Kalau Anda, apa alasannya tetap memberikan komentar di blog orang meski sebenarnya nggak ingin?

Komentar Masuk

Skip to Comment Form
  1. DavidJuly says:

    Kalo aku ya tergantung mood aja. Kalo lg mood ngoceh ya q tulis kmentar, tapi kalo lagi males ya dbaca aja.

    Ada ruginya tuh Mas jadi silent reader. Komentar adalah salah satu sarana berpromosi.

  2. Blogodolar says:

    Setuju banget, namun untuk yang do-follow sifatnya relatif. Agar gak terobsesi saja Mbak :roll:
    .-= Blogodolar´s selesai [nulis] ..10 Tips Jitu Menjadi Blogger Tamu =-.

    Iyalah, kalo terobsesi nyari blog-blog yang dofollow aja, malah habis waktu kita…

  3. perigitua says:

    haddiirrrr….
    siang siang mengunjungi sahabat, tuk memohon maaf dan mengharap kemurahan hati sahabat tuk sekedar memaafkan segala kesalahan yang telah aku perbuat.
    Mari kita luruskan niat, sucikan hati, semoga Ramadhan dapat mengantar kita kembali fitri
    cu….
    note: sorry.., komenx-nya ntar aja ya…..

    Ayo, silahkan Mas Faza… Berhubung puasa, kopinya entar aja ya kalo udah buka.

  4. Sebagai tanda bahwa saya mengunjungi blognya, kayak sekarang ini.
    Salam rindu

    Whuehehehe…. Kangen sama saya ya PakDhe?

  5. Vyan RH says:

    Sambil mengawal pakdhe Cholik, aku cuma kangen aja bbrapa hari gak nulis disini.
    Thanks ya..

    Wooow, asyik… Banyak yang kangen sama saya. :oops:

Silakan berkomentar..

CommentLuv badge