7 Alasan Tulisan Blog Cukup Pendek

Makin hari, dengan bertambahnya kesibukan yang harus dikerjakan *alasan dot com* membuat saya agak kurang bersemangat dalam menulis. Gaya menulis mulai nggak jelas, kadang [sok] serius, kadang pengen dengan becanda [tapi gagal]. Jumlah tulisan saya dan kualitasnyapun mulai diragukan. Ujung-ujungnya, saya jadi makin malas menulis di blog. Temanya loncat-loncatan. Meski ada pula yang suka, jika saya tidak menulis soal blog melulu.

Kalo diperhatikan, tulisan di blog saya cukup pendek [di bawah 1.000 kata per tulisan] dan tidak bersambung atau berbentuk serial. Alasan saya dalam membuat tulisan yang nggak terlalu panjang antara lain:

1. Fokus pada satu bahasan.

Saya menginginkan satu tulisan saya fokus untuk satu tema yang tidak terlalu umum. Jika tulisan dirasa akan panjang, saya usahakan membaginya dalam beberapa judul.

Keuntungan: jumlah tulisan yang dihasilkan akan lebih banyak.

2. Lebih cepat membuatnya.

Membayangkan sebuah tulisan yang panjang saja sudah membuat saya pusing, apa lagi harus menulisnya. :mrgreen: Lebih cepat lebih baik dibuat, lebih banyak lagi waktu blogging yang dialokasikan untuk kegiatan lain seperti blogwalking atau membaca feed.

3. Tidak perlu referensi terlalu banyak.

Sebelum menulis, tentu saya membaca referensi terlebih dahulu. Untuk tulisan yang lebih pendek dan cakupannya sempit, mungin hanya dibutuhkan beberapa judul saja, atau terkadang malah mengandalkan kemampuan sendiri.

4. Bukan artikel yang dilombakan atau dinilai; Yang penting manfaat.

Nggak perlu ragu terlihat dangkal atau cetek hanya karena tulisan kita pendek saja. Tentu dengan tidak mengurangi manfaat tulisan yang kita bagikan kepada orang lain, tetap akan bagus di mata pembaca.

5. Meminimalisir fast reader.

Beberapa bloger yang berpandangan semakin banyak komentar semakin terkenal, suka mengidap sindrom OOT demi kejar tayang komentar. Saya sendiri juga kasihan jika “memaksa” mereka membaca tulisan saya yang panjang dan bertele-tele, makanya sebisa mungkin saya persingkat, biar mereka makin cepat berkomentar.

6. Memberi kesempatan pembaca menambahkan.

Tau kan, kalo saya seringkali mengajukan pertanyaan di awal atau di akhir tulisan saya? Nah, jika tulisan pendek saya belom lengkap, toh, saya nggak salah-salah amat, pembaca diperbolehkan menambah seluas-luasnya. 😳

7. Kehabisan ide tulisan.

Apanya yang mau dijabarkan panjang lebar? Wong bisanya cuma menulis judulnya dan membuat [seolah-olah] tulisan yang nggak ada isinya buat pembaca. 😥

Kesimpulan saya:

Bagaimanapun; orang lebih suka membaca tulisan yang pendek daripada yang panjang. Percayakah?

31 thoughts on “7 Alasan Tulisan Blog Cukup Pendek

  1. Percaya Mba. saya kadang juga merasa males untuk membaca tulisan yang panjang (banget). apalagi dengan tema yang kurang nyambung. jika temanya nyambung, masih mendingan. Tetapi, saya masih belum bisa “selalu” memaksakan diri untuk membuat tulisan yang pendek saja. Saya menjadi tambah yakin, bahwa tulisan yang pendek itu merupakan kesukaan pembaca untuk cepat berkomnetar, atau membuat besok kembali lagi karena tulisan tidak membosankan. Di samping membaca tulisan yang Mba nunik tulis, saya juga beberapa kali mendapat masukan dari pembaca untuk memecah tulisan saya menjadi 2 sampai 3 postingan. barangkali isi tulisan terlalu jauh dari Judul. Mulai sekarang, saya akan belajar membuat tulisan yang pendek saja.
    salam.

    Ya nggak perlu diperpendek jika tulisannya memang mengharuskan panjang, mas.

  2. Saya sendiri lebih suka dengan tulisan2 yang pendek. Karena dapat terbaca semua meskipun sedang bloghicking yang membutuhkan mobilitas tinggi.

    Karena itu saya selalu menghindari tulisan yang terlalu panjang. Karena saya yakin banyak pengunjung blog saya yang senang fast reading. Saya harus tetap menghargai mereka supaya mampu memberikan komentar yang sesuai dengan tema.
    .-= alamendah´s selesai [nulis] ..Bunga Jeumpa, Flora Maskot Provinsi Aceh =-.

    Tulisan Mas, lumayan panjang juga lho, mungkin diatas 400an kata ya?

  3. tulisan2 di blog gw termasuk panjang atau pendnk ya.. ❓
    —————————————
    teh.. sekarang gw udah dot com jg loh…
    hehehehe…

    Selamat ya Yos, udah jadi dot com. Mantap, bro!

  4. tulisan di blog nunik mudah dipahami.. ndak harus mengerutkan kening *kecuali yg ttg SEO dan google analytic bundo rada telmi* 😀

    bundo nulis pendek krn memang sering ndak ada ide, dan berharap pengunjung menambahkan poin-poin yang diperlukan.. kebanyakan isi komen pengunjung lebih berbobot drpd tulisan bundo.. disitulah senangnya!

    Jangan terlalu suka merendah, Bundo…

  5. yang paling enak yang sedang2 saja, hahaha

    sesuatu apapun kalau ditambahkan kata “terlalu” pasti jadi nggak baik 😀

    **saya juga suka nulis pendek2 aja
    .-= wira´s selesai [nulis] ..Penyebab Page Rank Turun =-.

    Tulisannya kan, yang pendek? 😉

  6. Saya kebetulan juga penganut tulisan pendek, sebabnya sih, suka nggak ada ide 😉 yang penting… intinya udah tersampaikan… 😀
    .-= rahman´s selesai [nulis] ..Akhwatxx is really a good keyword =-.

    Yap, yap…

  7. lha kalo ide yg muncul memang membuat tulisan jadi panjang, mengapa harus diperpendek. ibarat BAB belum tuntas udah disuruh gantian kamar mandi oleh penghuni rumah lain. 😛

    tapi kalo memang materinya cuman sedikit, ya nggak perlu dipaksakan juga. ibarat BAB, pas “ngeden” dengan penuh pemaksaan, tapi nggak keluar apa apa. capek deh
    :mrgreen:
    .-= alisnaik´s selesai [nulis] ..Bahasa Indonesia dan burung garuda pancasila =-.

    Hehehehe, iya juga ya. 😉

  8. Wah, saya mungkin termasuk yang suka nulis kepanjangan. Tapi belakangan terus saya usahakan untuk seringkas mungkin, dengan cara memenggal beebrapa kata atau kalimat yang kurang mendukung konteks postingan.

    Kalo secara online, mungkin kebanyakan orang lebih suka membaca yang pendek. Tapi kalo buat disimpen dan dibaca secara offline, saya kira nggak masalah mau sepanjang apa pun, asalkan pengemasannya tidak monoton. Bisa diakali dengan memecah isi posting menjadi beberapa poin, dikasih gambar, dsb.
    .-= iskandaria´s selesai [nulis] ..17 Penyanyi Wanita Indonesia Bersuara Paling Khas =-.

    Tul, Mas Iskandaria, saya rela ngeprint berpuluh-puluh halaman jika artikel tersebut memang saya butuhkan.

  9. Tergantung kategori tulisan dan kebutuhan pembacanya dunk.. kalo sebuah tulisan dianggap penting oleh pembaca, mereka rela membaca ulang.. untuk kategori tutorial tentu membutuhkan banyak penjelasan sehingga tulisan jadi panjang.
    Kalo karena “malas”, AADN… (Ada Apa Dengan Nunik).. ? :mrgreen:

    Bukan malas… Tapi banyak hal lain yang harus dikerjakan…

  10. klo saya yang penting ada ide yg bisa di share saya posting.. walaupun dikit yang penting bermanfaat.

    Bermanfaat meski sedikit. Hehehe, cuma dibalik doang nih…

  11. Kalau saya sih tergantung kepuasan yang saya rasakan. Kalau tulisan pendek sudah merasa cukup puas dan mantap, tulisan akan berakhir sampai di situ. Tetapi kalau belum akan saya tambah lagi dengan tetap fokus tak melebar ke hal lainnya.

    Salam,
    HALAMAN PUTIH

    Mantap Mas. Tetep fokus meski tulisan lebih panjang…

  12. wah, kalau yang pake readmore gimana nih mba..?
    soalnya kan harus memancing pembaca untuk klik selanjutnya>> jadi dibuat rada panjang gitu…

    OOT: Google lagi apdet Page Rank yah..?
    ternyata blogku yang kemarin masih PR 0 sekarang udah PR 1, senangnya….. :mrgreen:
    .-= cerita cinta´s selesai [nulis] ..Daftar Blog Bagus: Blogrollku =-.

    Makan-makan…

  13. Inspiratif.
    Saya juga lagi sibuk aktifitas offline.. Boro-boro nulis panjang, ngopas aja ga sempet 😆

    Eh, Mas, masak yang copas satunya lagi, blogku turun PRnya yang satunya lagi naik jadi 3. Kenapa ya? 😆 Jawaban nggak nyambung.

    Sibuk offline kan buat $$$ juga, kan?

  14. Posting ga sempet, copas ga sempet, blogwalking ga sempet, tapi sempet2nya komen di sini.. 2 kali pula.. 🙄

    Saya sempet-sempetin copas [untuk blog lain], dan hasilnya lumayan, PR balik lagi 3 setelah kemarin sempet turun jadi 0…

    Kemana aja emangnya, kok nggak sempet ngeblog?

  15. I am with you, jujur saja saya sendiri bisa dihitung dengan jari ketika blogwalking membaca tulisan teman hingga selesai, kecuali tulisan itu begitu pentingnya bagi saya. Sehingga, saya berkesimpulan bahwa tulisan di blog usahakan ditulis singkat padat, kecuali artikel mungkin bisa ditulis panjang.
    Salam kenal dan hangat.
    .-= Wong Jalur´s selesai [nulis] ..Model Iklan Kost di Indonesia =-.

    Singkat, padat, langsung kena, ya?

  16. Panjang atau pendek itu relatif. Kalau saya menetapkan tiap artikel berkisar antara 300-400 kata. Kalau terpaksa lebih dari 400, maka tidak lebih dari 500. Kalau terpaksa lebih dari 500 kata, maka dipotong jadi 2 artikel.
    Kalau ternyata sangat panjang, maka dibuat berseri lalu disatukan jadi e-book dan dibagikan kepada pembaca yang mau download.
    .-= Bang Dje´s selesai [nulis] ..Sikap Kepada Pemerintahan Muslim =-.

    Di blog ini juga rata-rata hanya 300an kata saja Bang. belom mampu menulis pillar artikel yang sangat mendalam tentang suatu topik.

  17. saya paling sering mbuat artikel panjang2ha ha ha.
    makanya di mascholik.com saya pendek2 saja biar nggak mblenger yang mbaca.
    Terima kasih tipnya mbak
    Salam hangat dari Surabaya.

    PakDhe tenaganya bener-bener kuat ya… 😉 Ngurusin tiga blog dan diapdet rutin. Weleh weleh…

  18. Kalo aku seringnya sih karena alasan yang terakhir 😀
    .-= abeecdick´s selesai [nulis] ..Tips Jitu Meningkatkan Alexa Rank =-.

    Sama dong kita? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge