7 Hal Keterlaluan Dalam Menulis Blog
Jika Anda sudah memiliki blog, dan rajin menulis postingan, tentu pernah melakukan hal yang bisa dianggap sebagai suatu yang keterlaluan dalam menulis. Apalagi saya, seorang Newbie yang banyak kesalahannya. ![]()
1. Terlalu banyak titik. Tanda baca yang satu ini fungsinya sebagai akhir dari suatu kalimat. Tak perlu bagi Anda menambahkannya menjadi dua, tiga, empat, atau bahkan sampai panjang sekali titik-titiknya. Maksud hati mungkin memang sebagai penanda bahwa kalimat itu jika diucapkan tidak terdengar begitu kaku, atau bisa jadi untuk menggambarkan seolah-olah itu adalah percakapan antar teman. Contoh: “Lanjut yah… Postingan ini buat menjawab email dari seorang teman….” Bahkan yang lebih parah adalah tidak cukup dengan titik yang berderet-deret, masih perlu dengan menambah panjang hurufnya! Seperti: “Gimana gituuu…….”
2. Terlalu banyak emoticon. Memang adakalanya kita memerlukannya untuk tersenyum kepada pembaca blog kita, berkedip nakal atau menandakan kita sedang geram dengan hal yang kita tulis. Namun, ibarat obat, emoticon ini juga ada dosis pemakaiannya dalam sebuah tulisan. Jangan sampai, setiap kalimat yang kita tulis diakhiri dengan emoticon, apalagi yang bergerak-gerak dan berkedip-kedip. Selain mengganggu pemandangan, tulisan Anda juga bisa dinilai kurang profesional, karena hanya anak-anak saja yang menyukai seluruh emoticon tersebut. ![]()
3. Terlalu copy paste. Hanya memindahkan artikel dari beberapa blog yang memiliki trafik tinggi, comot sana sini, dimasukkan ke dalam blog kita, adalah pelanggaran terbesar dalam menulis blog. Anda harus lebih kreatif dan sedikit mengeluarkan usaha untuk bisa menulis artikel Anda sendiri. Percayalah bahwa pembaca lebih tertarik untuk membaca blog dengan sentuhan personal penulisnya, daripada blog dengan isi copy paste.
4. Terlalu banyak link. Anda seorang Newbie yang baru selesai mempelajari SEO? Pasti disarankan untuk memperbanyak backlink, backlink dan backlink. Tetapi bukan berarti dari awal artikel sampai akhir artikel, pembaca Anda perlu disuguhi link-link yang kadang membuat bahasa kalimat kita jadi sedikit “maksa”.
5. Terlalu banyak keyword. Sekali lagi, ini tentang menulis postingan yang berhubungan dengan belajar SEO. Beberapa dari Newbie ini akan menuliskan keyword dari awal tulisan sampai akhir postingan tanpa memperhatikan kaidah penulisan. Tulisan menjadi tidak berarti apa-apa karena tidak ada isinya, kecuali semata-mata hanya mengejar keyword.
6. Terlalu banyak bold, italic, underline dan font color warna warni. Bold, italic, underline digunakan untuk kata-kata atau kalimat yang menjadi titik berat saja. Perlu untuk mempertimbangkan pemakaian tanda tersebut secara bergantian pada keyword Anda. Jangan sampai semuanya di bold dan underline, sehingga pembaca binggung mana yang lebih penting, mana yang tidak. Atau memang sebenarnya tidak penting, namun dipaksakan memakai bold dan underline supaya terlihat penting, padahal sesungguhnya hanya keyword karena Anda belajar SEO? Oya, keadaan akan semakin parah jika Anda mengkombinasikannya dengan beberapa warna tulisan seperti merah, pink, hijau, biru –dan warna-warna andalan ABG lain- dengan ukuran font yang berbeda!
7. Terlalu bombastis judulnya. Sering tertipu ketika mengklik judul postingan yang terlihat menggairahkan, setelah dibaca ternyata isinya tak berguna? Anda banyak teman, kok. Karena memang ilmu SEO yang diajarkan adalah: Masih banyak dari kita yang membeli berdasarkan kemasan. Pergunakanlah!
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

[...] Bagaimana Anda menulis postingan Anda? Pernahkah terpikir untuk membuang tulisan Anda yang sudah jadi? [...]
kalo yang dikopi paste tulisan dengan sentuhan personal bagaimana..? kan terasa juga sentuhan personalnya meski bukan personalnya dia..:)
tapi..aq gak pernah copy paste lho..lebih senang nulis sendiri..cuma emang jarang juga ngasih backlink..:D
.-= Ipul´s selesai [nulis] ..Catatan Untuk Bapak =-.
[...] Saya hanya berpikir tentang peluang menulis artikel [...]
[...] jika saya menemukan sebuah blog yang mematikan fasilitas feednya, mungkin saya akan terpukau oleh tulisannya, tetapi bagaimana caranya saya akan kembali lagi ke blog [...]
Nomor empat dan enam, Itu sepertinya ada semua di posting terbaru saya. Kok ndilalah saya pas lagi ngelink alamat blog ini juga. Wah, jadi malu. Tapi makasih ya Mbak, saya jadi lebih ngerti sekarang;