Abdul Cholik’s Blog

Pertama kali kenal dengan Bapak Abdul Cholik adalah saat pertama kali beliau memberi komentar di blog ini. Sekali blogwalking, beliau bisa berkomentar di 3 sampai 4 postingan sekaligus -tentu-saja-karena-isi-postingan-saya-menarik-hati. :mrgreen:

Bukan, bukan karena itu sih, tetapi karena saya yakini beliau bukan tipe komentator yang hanya blogjogging, loncat sana, loncat sini, fast reading dengan membaca beberapa kalimat pertama dan terakhir, ambil keputusan dengan cepat dan meninggalkan komentar tak bermutu.

Lulusan Akabri tahun 1974 ini [saya belum lahir, bahkan Papa dan Mama belum bertemu], saat ini saya ambil kesimpulan menghabiskan banyak waktu pensiunnya dengan blogging. Dapat terlihat dari jumlah tulisannya yang sudah mencapai 94 judul [saat review ini ditulis], padahal beliau baru mulai membuat MasCholik’s Blog bulan Mei yang lalu. Wow!

Pengalamannya jalan-jalan ke luar Negeri semasa bertugas bisa diintip di Profil Beliau. Hmmm jadi pengen… πŸ˜‰

Wawancara ini sebenarnya sudah agak lama dilakukan. Tetapi karena saya sok sibuk, jadi baru bisa hari ini ditampilkan. Maaf ya, Pak Cholik. Dan terimakasih atas kesedian Bapak diwawancara.

abdul-choliks-blog

[I] : Sejak kapan Anda ngeblog?
[AC] : Untuk blog ini sekitar 3 bulan yang lalu, tetapi sebelumnya saya pernah membuat blog di FS dengan judul Aku Anak Tunggal, tetapi blog itu sudah saya hapus karena tidak ada yang mengunjungi karena saya belum tahu cara mempromosikan blog.

[I] : Berapa jumlah blog yang Anda kelola?
[AC] : Sekarang ada 3 buah, 2 diantaranya adalah blog famili yaitu Blog Trah Mochamad Chasan (www.trahmochas.wordpress.com) dan Blog Keluarga Sabariyah (www.keluargasabariyah.blogspot.com)

[I] : Berapa jam per hari waktu yang Anda habiskan untuk memanage blog?
[AC] : Saya biasanya mulai ngeBlog setelah sholat subuh dan berakhir kadang sampai jam 23.00, tetapi tidak terus-menerus supaya tidak jebol dompet.

[I] : Apa kendala terbesar dalam ngeblog?
[AC] : Awalnya banyak kendala terutama dari segi tehnis karena memang saya pemula, kemudian saya belajar dari para ahli blog (termasuk mbak Nunik) sehingga secara prinsipil kini tidak ada kendala yang berarti untuk ukuran blog sederhana seperti milik saya.

[I] : Apa topik favorit Anda?
[AC] : Saya tidak mengkhususkan pada satu atau dua topik, pokoknya apa yang lewat didepan mata dan terlintas diotak ya langsung saya tulis.

[I] : Pernah melakukan copy paste content blog lain?
[AC] : Pernah tapi saya saya trackback atau minimal saya sebutkan sumbernya, misalnya huruf Al-Qur’an dan terjemahannya dalam bahasa Inggris saya copy paste dari website lain dengan menyebut sumber dan trackback. Kalau scan dari buku biasanya hasilnya kurang bagus.

[I] : Berapa page view yang Anda dapatkan per hari?
[AC] : Awalnya sekitar 1-2,sekarang sudah lumayan.

[I] : Berapa kali dalam seminggu rata-rata Anda posting?
[AC] : Sehari minimal 1 artikel, seminggu ya sekitar 7 lah. Kadang ide seperti antri diotak saya, kalau nggak cepat-cepat ditulis takut hilang atau menguap.

[I] : Berapa banyak komentar rata-rata tiap postingan?
[AC] : Awalnya tak lebih dari 1, sekarang sekitar 3-5 komentar.

[I] : Berapa banyak postingan yang Anda komentari rata-rata dalam satu
hari atau satu kali blogwalking?

[AC] : Lebih dari 5 postingan. Setiap hari saya melirik daftar yang ada di dashboard saya, dibawah biasanya ada artikel sahabat yang terdaftar sebagai “artikel nge-top, artikel terbaru, blog dengan pertumbuhan tercepat, dll. Nah blog-blog baru itu yang saya kasih komentar terlebih dahulu, kemudian membalas komentar teman dan selanjutnya jalan-jalan di blog yang ada di blogroll saya dan memberi komentar disana. Biasanya juga mengunjungi blognya teman dari teman saya.

[I] : Pendapat tentang komentar: β€œPertamaX”?
[AC] : Saya sebenarnya tidak mengetahui istilah ini, tetapi kalau itu diartikan sebagai komentar untuk mendapatkan backlink ya sah-sah saja tetapi akan lebih baik kalau komentar diberikan yang senada -seirama dengan isi artikel. Lha saya sendiri pernah masuk blog yang salah satu isi artikelnya hanya kalimat begini “Ngapain ya enaknya”. Saya tidak mengerti mengapa dia hanya menulis seperti itu. Komentar saya ya singkat saja “Nonton TV”

[I] : Mengunjungi balik blog komentator Anda?
[AC] : Selalu saya lakukan walaupun itu komentar balasan atas komentar saya. Sekalian melihat barangkali ada artikel baru dan menarik.

[I] : Seberapa banyak pelanggan feed Anda?
[AC] : Untuk yang satu itu saya tidak tahu, mungkin tidak ada.

[I] : Apa saja yang Anda lakukan untuk promosi blog?
[AC] : Blogwalking, menambahkan url blog saya di signature pada email, ikut komunitas blog (Sejuta Blog, Planetblog, Myblog, dll), mendaftar di Search Engine dan menulis sebanyak-banyaknya tanpa meninggalkan kualitas.

[I] : Anda menerapkan SEO?
[AC] : Tidak

[I] : Apakah Anda memonetasi blog Anda?
[AC] : Dulu pernah mencoba tapi nggak laku karena belum memenuhi syarat.

[I] : Jika iya, jenis monetasi apa saja yang Anda ikuti?
[AC] : Sudah tidak pernah mencoba lagi.

[I] : Berapa lama sejak Anda memonetasi blog Anda, bisa menghasilkan?
[AC] : Tidak ada

[I] : Penghasilan pertama Anda?
[AC] : Tidak ada

[I] : Penghasilan rata-rata saat ini dari blog?
[AC] : Tidak ada

[I] : Apa kesalahan terbesar yang Anda lakukan selama ngeblog?
[AC] : Saya pernah menguji coba apakah dengan keyword tertentu blog saya bisa menarik perhatian. Hal ini berdasarkan pengamatan saya ada blog yang isinya nol besar (misalnya judulnya agak mesum padahal didalamnya tidak ada kaitannya dengan judul), tetapi bisa nangkring diatas daftar untuk beberapa lama. Ketika saya memberi judul yang aneh dengan foto yang tidak ada kaitannya dengan judul itu ternyata ada yang protes. Langsung artikel itu saya delete saja karena ini saya angggap memalukan diri saya sendiri.

[I] : Jika Anda bisa memberikan nasehat untuk bloger yang baru memulai
kegiatan mereka, apa nasehat Anda?

[AC] : 1. Luruskan niat untuk membuat blog agar blog kita bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
2. Terus membuat artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Untuk apa sih membuat blog yang hanya mengundang selera rendah. Jika anak cucu kita membacanya kan risi.
3. Rajin blogwalking, sebagai media untuk belajar sekaligus memperbanyak teman dan sambil silaturahmi.

19 thoughts on “Abdul Cholik’s Blog

  1. Terima kasih reviewnya mbak.Ini mendorong saya untuk belajar dan belajar lagi.Semakin banyak saya membaca tentang dunia blog kok semakin banyak yang belum saya ketahui dan membikin saya semakin penasaran.Ini memang penyakit saya,tidak pernah puas !

    Terus terang saya salut kepada sahabat-sahabat (mungkin cocoknya saya sebut anak-anak saya he..he..he) yang pengetahuannya luar biasa tentang blog.Saya jadi termehek-mehek mengikutinya.

    Salam mbak

  2. [AC] : Saya biasanya mulai ngeBlog setelah sholat subuh dan berakhir kadang sampai jam 23.00, tetapi tidak terus-menerus supaya tidak jebol dompet.
    ———
    Hampir seharian penuh didepan monitor, wah saya ndak sanggup seperti itu mba, ngga kuat…

  3. @ Mas Kuriman
    Yeee, kan saya bilang nggak terus-menerus tho.Saya juga nggak kuat donk didepan monitor,kan dah embah2.Maksudku startnya setelah subuh,berakhirnya sekitar jam 23.an gitzu.Lha diantara waktu2 itu ya ada acara sholat,makan,tidur,ngluyur,nyuci kasur,nyantap sayur dan sebagainya.
    Digawe sing enak ae mas biar tetap “Rosa..Rosa..!!

  4. Saya tahu blog ini juga dari Mas Cholik.. berniat wawancara saya? seorang blogger berusia 12 tahun? haha… *sok seleb*

  5. saya banyak belajar dari blog mbak…
    sekarang pun sering mengamati blog bapak abdul cholik beliau tipe blogger yang mampu membawa saya dalam ke dalam tulisannya….
    hebat…

  6. Waw, ternyata ngebaca wawancara mbak Nunik dari atas detil sampai akhir pertanyaannya mentes2 banget yah. Keknya mbak Nunik wartawan yah? πŸ™„ Pakde Cholik baru Mei sudah jadi seleblog nih. Selamat ya pakde.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge