Apakah Artikel Anda Berkualitas?

Artikel ini ditulis oleh Leo Ari Wibowo dari Majuter.us

~~~

Saya yakin teman-teman blogger sudah sering membaca saran atau tips di berbagai blog yang menyarankan agar kita harus selalu membuat artikel berkualitas jika ingin berjaya di SERP Google.

Tapi sebagian besar tips yang diberikan lebih banyak mengambil sudut pandang dari sisi penulis. Menurut saya itu adalah hal yang ….. bukan salah, hanya kurang tepat.

Kenapa?

Karena kita tidak akan bisa menilai sebuah artikel tersebut berkualitas atau tidak jika kita menilainya dengan sudut pandang sang penulis artikel. Yang terjadi adalah penilaian kita akan selalu subyektif. Toh kita yang menulis artikelnya, tentu saja menurut kita artikelnya berkualitas (atau bahkan sangat berkualitas?).

Pendapat saya, yang berhak menilai artikel berkualitas atau tidak adalah sang pengunjung atau pembaca artikel blog kita.

Maka dari itu, jika kita ingin menilai artikel yang kita tulis tersebut berkualitas atau tidak adalah dengan mengambil sudut pandang pengunjung atau pembaca artikel. Dengan cara ini, kita akan mendapatkan sebuah pandangan yang obyektif yang nantinya diharapkan akan membuat artikel kita menjadi lebih berkualitas.

Ajukan Pertanyaan

Hilangkan subyektifitas dan bayangkan anda adalah seorang pengunjung blog anda. Lalu ajukan beberapa pertanyaan berikut ketika membaca artikel anda….

  1. Apakah anda percaya dengan informasi di dalam artikel yang anda baca?
  2. Apakah artikel yang anda baca menjawab pertanyaan anda?
  3. Apakah wawasan atau pikiran anda terbuka ketika membaca artikel tersebut?
  4. Apakah artikel tersebut ditunjang dengan riset yang meyakinkan?
  5. Apakah artikel tersebut melewati quality control yang baik? Contoh : tidak ada salah ketik, salah sebut nama, dan sebagainya.
  6. Apakah anda tergerak untuk menekan tombol tweet, like/share, +1, atau memberi rating bintang 5 setelah membaca artikel tersebut, bahkan tanpa perlu dibujuk?
  7. Bila anda diposisikan menjadi blogger lain, akankah anda merujuk artikel tersebut sebagai sumber?

Sebuah artikel berkualitas akan memberi jawaban positif dari 7 pertanyaan di atas. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana dengan artikel anda? Apakah artikel anda sudah berkualitas?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

35 thoughts on “Apakah Artikel Anda Berkualitas?”

    1. Terima kasih kritiknya. Artikel ini hanya untuk menawarkan sudut pandang lain tentang topik membuat artikel berkualitas mas. Berbicara tentang galau, galau kan lagi in πŸ™‚

      1. ya memeng artikel yang berkualitas memeng dari cara bahasa dan makna nya harus benar benar singkron , kalau tentang galau bahasa gaul juga kalee jadi gak masalah hehe

  1. ketika blog tak melulu hanya menyajikan sebuah artikel saya mencoba untuk mamadukan sebuah video dengan narasi yang seadanya, hehehe.. soal kualitas urusan belakangan deh, tapi bukan berarti membuat tulisan yang asal-asalan juga, karena dewasa ini blogger yang rajin update dengan tulisan sendiri saja sudah selayaknya mendapat penghormatan :p , biarlah kualitas itu terbentuk dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu dan rajin tidaknya dia mengupdate blognya :p
    Yos Beda selesai posting Mencoba Menjadi Superman Dengan Segala Keterbatasan

  2. Wah pertanyaan..saya malah bingung klo di tanya berkualitas atau tidak..

    Maka dari itu saya tidak mengutamakan kualitas mungkin karena bahasa saja masih semraut..klo saya pribadi selama ngblog hanya mengucapkan kepada pembaca..

    Semoga berguna dan bermanfaat

    Klo di tanya berkualitas atau tidak artikel..saya hanya bisa menjawab:

    Semoga…

    Justru klo bertanya lebih baik tidak di artikel..saya lebih ke forum dan facebook..artikel bagi saya untuk mengungkapkan, menulis, berkreasi, dan memecahkan suatu solusi dengan opini.

    Pun klo dengan opini saya sangat berhati2 dan berani mempertanggung jawabkannya.
    amdhas selesai posting Batik WordPress Theme sudah live

  3. Berkwalitas atau tidak memang harusnya dinilai oleh pembaca, bukan penulis, dan itu tidak ada standarnya. Saya sering membaca posting berkwalitas tapi pengunjung/komentarnya sedikit. Kecenderungan pembaca blog biasanya tidak mau membaca yang “susah-susah” hanya membaca :
    1. blog yang mempunyai informasi yang dia butuhkan
    2. teposeliro karena blognya sudah dikunjungi (ada unsur terpaksa)
    3. menjadikan blog sbg ajangan chating, yang komentarnya sama sekali OOT dgn tulisan, dan biasanya blog ini sudah punya komunitasnya sendiri
    4.
    5. (pasti banyak yang lain lagi.
    Imelda selesai posting Bear yang Monyet!

  4. Kualitas atau tidak tulisan kita yang pasti semua perlu proses.
    Semua pembaca mempunyai kebutuhan yg berbeda-beda, bisa aja tulisan si A berkualitas tapi mungkin tidak dibutuhkan oleh pembaca tsb.
    klo menurutku tulisan yg berkualitas, syarat dengan informasi sekecil apapun itu dan bisa dipertanggung jawabankan kebenarannya, mencakupi Tips, definisi dari dll
    Sobat Bercahaya selesai posting Ketemu Blogger Hebat

  5. Sebagai Blogger yang baru belajar menulis seperti saya. Yang terpenting adalah: menulis, menulis dan menulis. Masalah kualitas, dan sudut pandang itu bisa jika ada timbal balik, diskusi bersama pembaca. Ketika berbagai sudut pandang dilalap habis dalam satu postingan. Diskusi akan berhenti dan keilmuan tiada bertambah.

    Saya punya teman Ghost Writer. Tulisanya setiap minggu pasti dimuat di Harian Lokal. Ketika tulisanya ada yang tidak sependapat. Dia menganjurkan kepada Si Orang yang tak sependapat untuk menulis juga di Harian tersebut. Dan itu kelihatan lebih ilmiah dan parlente. πŸ˜‰
    WHIZ selesai posting FREE DOWNLOAD VECTOR – GUNDAM

  6. Buat saya sih artikel berkualitas itu informatif, enak dibaca dan mudah dimengerti. Nah enak dibaca ini yg tergantung selera gaya bahasa yg disukai masing2 pengunjung.

  7. Sepertinya sah-sah saja untuk berbeda pendapat. Sepertinya saya sedikit berbeda mengenai harus memenuhi 7 pertanyaan di atas dengan jawaban positif.

    Menurut saya justru pembaca mencari sudut pandang penulis, dan jika tidak sesuai pembaca akan mencari penulis lainnya. Mengapa? karena ada ribuan bahkan mungkin jutaan penulis di internet.

    Dan bahkan saya sendiri yakin, bahwa tidak mungkin tulisan saya memenuhi semua selera pembaca. Adanya perbedaan sudut pandang dari penulis justru yang dicari pembaca disini, pembaca haus akan informasi. Dan jika sudut pandang satu penulis berbeda dengan penulis lain atas suatu masalah yang sama, bukankah malah menjadi “mencuri perhatian”?

    Dan meminta pembaca untuk melakukan tweet, share, like dsb justru sebaiknya dilakukan. Kenapa? Jika penulis ingin membuat artikelnya menyebar tentunya. Lagi-lagi kenapa? Karena 2 paragraf terakhir adalah yang paling mudah di ingat oleh pembaca.

    Jadi jika tidak ada kalimat persuasif (call to action) atas apa yang kita ingin pembaca lakukan, ini malah melewatkan kesempatan emas terjadinya conversion atas pembaca blog yang datang.
    Okto selesai posting eBook Gratis SEO Artikel

    1. sebab barangkali si penulis blog punya tujuan atau motivasi dari dalam diri sendiri yang mana tidak melulu perlu penilaian dari pembaca :).

  8. Saya benar2 mengalami kesulitan menilai apakah tulisan saya berkualitas ataukah tidak, jadi tolong dibaca artikel di blog saya ya he he he he,,, .. dan kalau bagus kasih jempol kalau tidak berkualitas kasih komentar…

  9. aku rasa dari point enam dan tujuh sebenarnya yang menjadi masalah untuk menentukan sebuah artikel berkualitas atau tidak. soalnya, para pengunjung pun kebanyakan males untuk share2 gitu. maaf kalo aku salah.

  10. Untuk poin no 7…

    Sayangnya dengan budaya yang ada, masih sedikit blogger yang tau etika ‘referensi’. Yang copas persis aja ga mau kasi link sumber. Apalagi yang cuma referensi. Tambah ga mau mencantumkan referensinya.

    Klo saya blogwalking, masih sedikit sekali blogger yang mau menghargai karya orang lain.
    belajar komputer selesai posting Cara Mempercepat Smartfren Terbaru 2012

  11. kalo saya yang penting nulis aja,, urusan berkwalitas atau tidak itu terserah pembaca yang lebih berhak menilai, pada hakikatnya penulis artikel itu adalah menshere apa yang ada dalam pikirannya melalui tulisan dan mempublisnya atau tidak,, apabila mempublisnya maka akan tahu artikelnya berkwallitas atau tidak lewat uraian artikel ini, mantap artikelnya,,, salah satu artikel berkwalitas,,,

  12. memang tidak ada aturan standard menulis artikel yang berkualitas itu seperti apa… penulis hanya ingin memberikan informasi yang mereka ketahui dengan gaya bahasa mereka… menulis artikel yang bisa memberikan wawasan kepada pembaca itu bisa menjadi faktor berkualitas atau tidaknya artikel.. so setiap pembaca punya penilaian masing2 apakah artikel tersebut memenuhi semua pertanyaan yang ada di dalam benak mereka… terima kasih sudah berbagi informasi ini.

  13. Re : Artikel ini pun tak menjawab pertanyaan, hanya menawarkan pertanyaan..
    Semacam penggalauan untuk blogger.

    Bener mas, harus mikir keras lagi πŸ™

  14. menurut saya artikel berkualitas dan bagus itu artikel yang selalu di update agar tidak menjenuhkan dan itu itu saja supaya pembaca tetap setia membaca tulisan kita dan pastinya tulisannya harus bermanfaat. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge