3 Pilihan Buat Dapetin Dana Kalo Kepepet

Hayo, siapa yang selama ini sudah rutin menganggarkan untuk menyiapkan dana darurat saat menerima penghasilan? Bagus, jika sudah punya dana darurat. Yang belom, ayo mulai menabung. Buat pasangan yang sudah menikah dengan satu orang anak seperti saya ini, besarnya dana darurat yang direkomendasikan untuk dimiliki adalah sebesar 9-12 kali dari pengeluaran bulanan rumah tangga. Coba, hitung-hitung. Besar juga ya?

Menabung

Namanya juga untuk kebutuhan darurat ya, jadi kita tidak bisa memprediksikan kapan akan dibutuhkan. Kalau kebutuhan yang sudah rutin, sudah kita tahu sebelumnya. Untuk kebutuhan darurat kan sifatnya datang mendadak, mendesak untuk segera diselesaikan, dan biasanya bersifat sangat penting. Pas dana darurat dibutuhkan, terkadang kita terpaksa harus meminjam uang jika selama ini memang belum ada pos yang dianggarkan untuk itu. Continue reading “3 Pilihan Buat Dapetin Dana Kalo Kepepet”

Lagi Perlu Dana Darurat? Baca Pengalaman Saya Dulu Ya..

Pengeluaran terbesar sebagian besar orang biasanya adalah pada saat hari raya dan saat kenaikan kelas anak. Kebutuhan menjadi meningkat untuk mudik ke kampung halaman, merayakan hari besar, apalagi jika waktunya berbarengan dengan masuk sekolah seperti tahun ini. Membayar uang pangkal sekolah, seragam dan membeli peralatan sekolah membutuhkan biaya yang lumayan besar.

Saya termasuk yang harus menanggung dua pengeluaran besar tersebut sekaligus di tahun yang sama. Selain mudik Lebaran, Diana juga masuk sekolah tahun ini. Kebutuhan untuk kedua hal tersebut sih sudah saya persiapkan sebelumnya, jadi sebenernya nggak ada masalah yang berarti.

Kunci sukses menabung dari saya simpel banget, cuma butuh dua hal yang harus dilakukan yaitu dengan berhemat pengeluaran sehari-hari dan dengan menaikkan pendapatan. Hidup sederhana sajalah, nggak perlu konsumtif, dan sebisa mungkin jika ada penghasilan di luar gaji bulanan (seperti dari menulis) selalu ditabung.

Pulang kampung tahun ini lumayan singkat buat saya. Hanya sekitar 2 minggu. Saat di kampung itulah, tiba-tiba ada hal tak terduga yang membutuhkan biaya yang amat besar. Papa mengabari saya kalau ada temannya akan menjual sawahnya untuk biaya masuk perguruan tinggi. Anaknya diterima di fakultas kedokteran. Di kampung, sangat jarang orang menjual sawah. Ibaratnya, meskipun ada uangpun, barang yang akan dibeli itu nggak ada yang jual.

Beli Sawah

Continue reading “Lagi Perlu Dana Darurat? Baca Pengalaman Saya Dulu Ya..”