Saya termasuk orang yang lambat dalam membuat account facebook, meskipun sudah jauh lebih lama tahu tentang itu [banyak bloger menulis tentang Facebook]. Mengapa? Karena saya tidak bisa menikmati Friendster, situs jejaring sosial yang sempat heboh juga di Indonesia, sehingga kantor ini harus memblokirnya
Akhirnya saya memilih untuk meminum sebungkus Tolakangin cair daripada beberapa gelintir obat untuk menghilangkan rasa capek dan pegal-pegal yang teramat sangat. Biasanya orang bilang Nggak Enak Badan, untuk menyebut jenis penyakit yang kemarin [baca: baru saja] saya derita itu. Jika Tante dan sepupu
Dari pagi saya mati gaya. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi memang faktanya seperti itu. Bloglines Down. Pertama kali saya buka, saya masih bisa baca beberapa feed. Tetapi anehnya, justru setelah dibuka, tanda feed yang belum terbaca malah naik menjadi 200 postingan per feed. sayang saya tidak sempat
Kepala saya sering dipenuhi dengan pertanyaan “Bagaimana sih, bisa mendatangkan trafik tinggi ke dalam blog kita?” Saya blogwalking ke beberapa situs profesional penghasil dollar, dengan susah payah belajar menerjemahkan apa yang beliau maksudkan. Meskipun jauh dari apa yang disebut mengerti –karena-banyak-sekali-istilah-yang-bahkan-saya-sendiri-tidak-mengerti-apa-artinya-,
Sama seperti di dunia nyata dimana kita selalu memerlukan kehadiran seorang teman, di dunia maya pun kita juga perlu menjalin hubungan pertemanan sesama bloger. Seperti apa sih, bloger yang bisa kita jadikan sebagai teman? Saya berpendapat ada 4 tipe bloger yang layak kita jadikan teman: 1. Bloger Teman