Bagaimana Kalimat Pengingat Yang Efektif Dalam Form Berlangganan Blog?

Meskipun sekarang ini pilihan berlangganan tulisan blog makin beragam, tidak lagi hanya menggunakan feed reader dan email, tetapi saya masih banyak melihat blogger yang menawarkan kedua cara tersebut di blognya. Kini, mengetahui adanya update sebuah blog melalui social media seperti facebook dan twitter sepertinya mulai lebih banyak dilakukan oleh pemilik blog, dengan memiliki tombol share feed blog ke berbagai social media.

Tombol share ke social media memang terasa lebih mudah dilakukan, karena dengan satu kali klik, tulisan tersebut akan dibagikan kepada semua teman dan relasi yang terhubung dengan akun kita. Sebagai contoh, saya yang hampir memiliki 5.000 teman di akun Facebook, setiap kali selesai menulis di blog, selalu membagikannya di sana. Dengan asumsi 0,1% saja yang “ngeh” adanya tulisan terbaru saya, kemungkinan mereka akan membaca bisa sampai 5 orang. Belum lagi akun twitter dengan 1.000 orang follower. (Dan tinggal mengalikan saja sebanyak akun social media yang kita miliki.)

Balik lagi ke cara berlangganan melalui email. Ada salah satu kelemahan utama yang paling sering saya temui. Setidaknya, menurut pengalaman saya, banyak yang tidak mengkonfirmasi berlangganannya. Mereka tidak membuka email setelah berlangganan dan mengklik tautan konfirmasi yang diterima. Atau, mereka tidak mengecek folder spam, jika email konfirmasi mereka tertangkap spam. Ribetnya cara berlangganan inilah yang menjadikan angka pelanggan blog saya kecil.

Saya kaget mendapati data pelanggan feed blog saya melalui email yang tidak mengkonfirmasi. Per hari ini, ada 637 alamat email yang mendaftar berlangganan, dan hanya 112 yang mengkonfirmasi! Sisanya, 525 unverified.

Di manakah letak kesalahannya?

Bagaimana cara memberikan informasi yang tepat agar pembaca tahu cara yang benar berlangganan sebuah blog melalui email? Padahal saya sudah memberi keterangan di bawah kolom berlangganan melalui email dengan kalimat: “Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.”

Apakah kurang jelas?

Saya ngintip blognya Cahya, di sana tertulis: “Mohon meng­ecek email notifikasi dari Feedbur­ner setelah Anda men­daf­tar melalui kolom di atas guna meng­ak­tifkan lang­ganan via surel.”

Saya lanjutkan pengintipan di blognya Iskandaria dan Rudy Azhar, ternyata, malah tidak ada keterangan apapun di blognya perihal cara mengkonfirmasi berlangganan blognya via email. Saya penasaran dengan statistik pelanggan blognya, apakah semua yang mencoba berlangganan mengkonfirmasinya?

Selain kalimat yang efektif mendorong pelanggan mengkonfirmasi cara berlangganannya, apa yang harus dilakukan jika mereka sudah terlanjur lupa untuk mengkonfirmasi?

Saya membayangkan, email untuk konfirmasi yang dikirimkan feedburner sudah terpendam entah di halaman berapa. Bagi pengguna yang belum tech savvy, agak susah juga mencari email dimaksud untuk mengkonfirmasi jika diinggatkan sekarang ini.

Bagaimana menurut anda?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

40 thoughts on “Bagaimana Kalimat Pengingat Yang Efektif Dalam Form Berlangganan Blog?”

  1. Kalau saya siy tidak peduli mbak, mau orang itu ngeklik verifikasi emailnya atau ga, karena yang lebih saya butuhkan adalah kualitas pelanggan. Orang yang mendaftarkan emailnya, kemudian sampai tidak tahu langkah selanjutnya menandakan orang itu tidak begitu peduli dengan email yang masuk. Hal itu suatu pertanda pula kalaupun dia berlangganan, artikel yang terkirim ke email mereka ga akan mereka baca. :O

    Ditambah pula orang yang emailnya banjir dengan email2 lain dari facebook misalnya, menandakan orang tsb ga bisa ngurus emailnya sendiri. Untuk apa pelanggan macam itu dipertahanin? Mending langsung delete aja dari list pelanggan. *ini kalau saya lho mbak.

    1. Setuju dengan mas Adi! 😛

      Blog saya sendiri target pembacanya (sampai saat ini) mungkin lebih kepada kalangan blogger dan kalangan yang sudah agak expert dalam hal berlangganan sebuah situs/blog. Jadi saya pikir mereka sudah cukup paham bagaimana berlangganan via email.

      Ada juga sih beberapa yang tidak memverifikasi. Tapi sampai saat ini, saya mempertahankan tanpa kalimat pengingat saja mbak. Lagian, saya nggak pakai form. Cuma nawarin link berlangganan yang tinggal diklik.
      iskandaria selesai posting Review dan Cara Menggunakan Adblock Plus- Ekstensi Penghemat Bandwidth untuk Pengguna Chrome

    2. Hmm, yap. Baru kepikiran sih, soal pelanggan yang berkualitas. Apalagi seperti blog Mas Adi dan Mas Iskandaria yang memang segmennya buat yang sudah expert. :p

      Saya jadi sedikit bimbang nih. Jadi, nggak usah ambil tindakan dengan 525 orang sampai sekarang belum konfirmasi?

  2. Susah juga sih mba, menurut satrya sih yang efektif itu buat 1 halaman khusus untuk menjelaskan cara berlangganan artikel via email. Dulu pernah satrya pakai cara itu, yah lumyan nambahnya, tapi sekarang dihapus, udah gak cukup tempat soalnya :mrgreen:

    OOT : siap mba, tapi skr aku bner2 lagi sibuk berat, parah mba. Pengen nangis :mrgreen:
    satrya selesai posting 2 Plugin SEO Yang Sedang Menyita Perhatian Saya

  3. Halo Mbak Nunik, apa khabar?

    Saya agak terkejut kok nama saya ada di atas ya ?…he..he..he…. Thanks before.

    Sebenarnya saya pasang RSS Fedd di blog Rudy Azhar masih berupa hiasan/pelengkap saja Mbak, dikarenakan blog saya masih baru dan isinyapun masih sedikit. Jadi kalau ada yang mau berlangganan syukur kalau nggak ya nggak apa-apa. 😛

  4. Benar sekal mbak, sepertinya sharing posting blog via social media lebih gampang dan memiliki kemungkinan di baca lebih besar ketimbang via emai. saya juga melakukannya.

    1. Saya berlangganan lebih dari 500 blog, tapi sekarang ini sudah jarang buka feed reader malahan. Soalnya memantau lewat jejaring sosial dan jarang blogwalking, jujur saja.

      Jadi, kalau tukar langganan, saya takutnya malah justru nggak kebaca.

  5. Kalo saya ngesharenya pake yang langsung ke Fb (wong punya Fb doang) 😛
    Tapi kalimat pengingat pada cara berlangganan seperti diblog Cahya, saya rasa sangat cukup jelas.
    Semua tergantung pada keseriusan calon pelanggan, apakah memang dia benat benar mau berlangganan (karena butuh / suka pada blog kita) atau cuma iseng aja mendaptar lalu melupakannya.
    mood selesai posting Jejak lalu

  6. wah, ternyata ada yang memikirkan pelanggan blog ya mbak,
    saya sendiri gak terlalu perduli dengan pelanggan blog apalagi yang lewat email,,
    kalau mereka suka dengan blog kita, pasti mereka akan terus datang tanpa perlu berlangganan 🙂
    kalau aku sendiri seh lebih suka lihat updatenya lewat twitter 😀

  7. Kalau saya lebih suka pakai feed reader, hehe, walau kadang di fb suka muncul seperti blognya mas alamendah, di twit juga paling pnya mbak saja, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge