Banjir Kata-Kata Kasar di Twitter

Hehehe, sebelum nulis lebih lanjut, ada baiknya saya ngaku dulu kalau judul artikel ini dapet ide dari @pitra di tulisan Banjir Hashtag Di Twitter. *sungkem* Udah pengen nulis tentang kata-kata kasar sih, tapi judulnya masih bingung, eh ada tulisan itu, jadi ya diikutin aja.

Ketika orang bilang banyak alaydi twitter saya nggak begitu percaya. Timeline saya bersih, nggak ada yang ngetik dengan huruf-huruf aneh nan meriah itu.

Tapi kalau soal kata-kata kasar di twitter, mata saya langsung terbuka lebar saat teman-teman memperbincangkan seorang ABG 14 tahun yang bertengkar dan memaki-maki bot.
Harus mengelus dada juga ya, alangkah mudahnya sebuah kata makian keluar di status twitter. Bukannya saya atau teman-teman yang saya ikuti nggak pernah memaki, tetapi bisa dikatakan, memaki dengan cara elegan lah, tanpa mengeluarkan kata-kata jorok.

Twitter, bukan tempat untuk saling memaki dengan teman atau mengumpat orang tua (bahkan guru) dengan kata-kata yang sangat kasar. Sayangnya, kedua hal tersebut mudah kita temukan di twitter. Ketika salah satu sudah mulai nyolot, benarkah jika kita harus menanggapi ajakan pertengkaran itu melalui media twitter yang terbuka?

Namun agak menghibur juga apa yang dilakukan oleh pembuat bot @guru_PKN dan @adik_balita yang menjawab makian kata-kata kasar dengan: “tolong ya mulutnya dijaga” atau “mama, kakak ngomong kasar tuh”. Saya juga ketawa dengan jawaban “cuci mulutnya dengan sabun ya”, ketika ada yang mengumpat di twitter.

Sebenarnya demi apa sih kata-kata makian yang vulgar itu harus tertulis di status twitter? Apakah itu salah satu pertanda supaya terlihat “gaul”?

Inisiatif untuk membuat bot oleh teman-teman yang peduli, dan dimaksudkan untuk membuat jera orang-orang yang memiliki kebiasaan memaki di twitter, akankah efektif?

Barusaja ini, saya melihat ada @masova yang mengkampanyekan hashtag di twitter, #stopNKMJ. Buat yang penasaran apa arti NKMJ, bisa dilihat di sini.Saya mendukung sepenuhnya #stopNKMJ.

Menulis kata-kata kasar di social media itu, sama saja dengan membiarkan orang lain yang berada dalam lingkaran kita, membaca apa yang kita tulis. Memang menjadi lega dengan mengumpat, tapi hindari kata-kata NKMJ!

Bagaimana cara Anda mengumpat? 😉

21 thoughts on “Banjir Kata-Kata Kasar di Twitter

  1. Sepertinya kegiatan online sudah nggak indah lagi jika sudah dihiasi kata-kata tersebut, seharusnya anda sudah lebih terpelajar jika bisa socialize di media online, lebih bisa menahan diri dan selalu positif thinking..:)
    tukangpoto selesai posting Tips memilih lensa

  2. selamat pagi

    beeh, saya udah gak eksis di twitter, jadi kurang update beginian.
    kalo mau mengumpat atau misuh, cukup menulis JANC*K.
    semua juga paham itu 😛

    terima kasih dan mohon maaf 😮

  3. wah, sungguh disayangkan sekali ya Mbak Nunik, kenapa kata2 makian kok hrs bermunculan dgn vulgarnya didepan umum, bukankah mereka2 ini adalah kaum terpelajar yg seharusnya mengerti etiket?
    memaki pastinya bukanlah jalan keluar terbaik utk mengeluarkan uneg2, masih banyak cara kern lainnya , ya gak Mbak Nunik ?
    salam
    bundadontworry selesai posting Sehat Berpuasa

  4. Menulis kata-kata kasar di social media itu, sama saja dengan membiarkan orang lain yang berada dalam lingkaran kita, membaca apa yang kita tulis. Memang menjadi lega dengan mengumpat, tapi hindari kata-kata NKMJ!

    Ini gak bolehnya atau harus dihindari lantaran kesantunan atau moral?
    Filsafat Konseling selesai posting Filsafat Ngeblog 1

  5. saya masih ingat kasus “evan brimob” siapa gitu yang bikin heboh. sampe2 perwira tinggi polisi harus konfirmasi.

    Masa kita tidak bisa belajar dewasa sih..?
    atau masyarakat kita tidak pernah diajar dewasa?

  6. Iya, Mba, saya blm akrab dgn twitter tapi di facebook juga saya temukan kata2 yg tidak pantas.
    perasaan jadi terganggu saja, Mba.

  7. Mungkin juga biar kelihatan lebih berani, lebih maco juga.
    apa gak malu yah? kalo ditulisin di situ kan temen-temennya pada tau kalo orang ini kok perkataannya buruk-buruk banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge