Bantimurung, Jangan Semakin Murung

Kupu Kupu Bantimurung

Kupu Kupu Bantimurung

Sepuluh tahun yang lalu ketika saya diajak jalan-jalan ke Bantimurung, memang tak sempat memasuki museum kupu-kupunya. Tapi, sepanjang yang bisa saya ingat, saya masih melihat kupu-kupu terbang di sekitar saya. Apalagi jika naik ke air terjun dan berjalan menuju gua. Kabarnya, dulu Wallace menjuluki Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu.

Kupu Kupu Bantimurung

Kupu Kupu Bantimurung

Dua gambar terakhir adalah pemandangan yang tak asing lagi jika kita memasuki gerbang Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Foto-foto ini saya ambil beberapa waktu lalu ketika saya [kembali] jalan-jalan ke Bantimurung. Kupu-kupu yang ada sudah berubah semua menjadi souvenir dengan harga murah, sedangkan koleksi museum sudah berdebu dan terlihat tak terawat, tanpa ada penggantinya.

Jujur, saya juga beli souvenirnya. Lha ya, jauh-jauh sampai ke Bantimurung segala kalo pulang tanpa oleh-oleh nanti dibilang pelit. Tapi, jika penjualan souvenir menyebabkan penangkapan kupu-kupu menjadi tak terkendali, ya siap-siap saja kehilangan sebuah “kerajaan”. Semoga, Bantimurung tak kian murung.

35 thoughts on “Bantimurung, Jangan Semakin Murung

  1. Padahal souvenir kupu-kupu itu bertahan berapa lama? Jika tidak bener-bener hobi mengoleksi dan tahu merawat kupu-kupu kering itu, pasti juga akhirnya masuk tong sampah juga. Karena kupu-kupu itu rapuh sekali. Tunggu setahun dua, pasti bulukan ….hiiiii

    Suamiku pecinta kupu-kupu. Waktu kita pergi ke Bantimurung th 2003, kita cari “kerajaan” kupu-kupunya….loh mana? banyakan kupu-kupu mati daripada yang hidup…… Dan dia marah waktu aku mau beli souvenir kupu-kupu itu. “Seorang environmentalist tidak pantas membeli koleksi kupu-kupu langka! Kupu-kupu tempatnya di alam bebas.”…katanya.

    Ya semoga kelak kalau aku mengantar anak-anakku ke Bantimurung, masih ada kupu-kupu yang terbang di alam bebas. Kalau tinggal museum saja, lebih baik aku ke museum kupu-kupu di sini. Lebih lengkap. πŸ™‚

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Buku Bagus

    1. Iya Mbak, pernah baca di tulisan Mbak Imelda, yang ngajak anak-anak ke Museum Kupu-Kupu. Di Bantimurung udah langka banget sih setau saya. Kemaren itu hampir nggak ngelihat lagi ada kupu-kupu. Entahlah kalo di dalam gua mimpi, soalnya saya nggak masuk ke dalam.

  2. wuah memang payah rakyat kita tdk memiliki rasa kepekaan thd pelestarian lingkungan.. demi segenggam nasi yang ujung-ujungnya jadi tinja

  3. “Thanks yah udah posting ini. Selama di Makassar baru sekali aku berkunjung ke Bantimurung, itupun rombongan, hehehe…. jadi gak bisa kemana-mana”

    1. Blogger Makassar mau menyuarakan lebih gencar lagi seruan penangkaran oleh pemerintah daerah?

      Soalnya saya pikir, tiket masuk objek wisata sangat mahal untuk ukuran Indonesia. Buat apa dana yang terkumpul?

  4. sedih ya mbak liatnya…Seharusnya harus jelas mana daarah konservasi mana yg tidak, pemburuan di daerah konservasi harus di hukum… padahal orang eropa kalo liat kupu2 mau nangis, kenapa? “Di negara saya jarang ada kupu2, dan tidak ada kupu2 secantik ini…”
    Prima selesai posting Pertanian Impian Part 1

  5. Berarti penjual souvenir itu bohong yah?? Soalx sy pernah tanya sm bbrapa org penjual, katanya kupu2 yang di jadikan souvenir itu adalah yang sudah mati, yang di dapat dri penangkaran, krn mereka juga dilarang oleh petugas utk menangkap yang masih hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge