Batasan Cerita Pribadi Di Blog

Saya jarang nulis masalah pribadi di blog. Tapi bukannya nggak pernah. Kalau dicermati, adalah curcol-curcol dikit di sana sini, meski nggak pernah sebut nama. Nggak mau juga kan ya, terjebak tulisan sendiri kayak artis yang nulis sembarangan di blognya itu.

Blog ini memang bukan saksi perjalanan pribadi saya. Tak banyak yang sempat direkam di sini. Meski saya yakin beberapa teman lama masih membaca dan memperhatikan perkembangan blog ini. Siapa tau aja kan suatu saat muncul ceritanya, pasti gitu deh mereka pada ngebatin. *dadah-dadah sama teman-teman lama*

Sampai sejauh mana sih sebenernya batasan cerita pribadi yang layak dibagi kepada pembaca blog? Tiap orang pasti punya batasan tersendiri yang berbeda. Tingkat kenyamanan dalam bercerita antara blogger satu dengan yang lain juga berbeda. Ada yang memang blognya digunakan sebagai tempat menuliskan kehidupan kesehariannya, ada pula yang sama sekali tidak menginginkan kehidupan personalnya diakses orang lain.

Selama tidak menyinggung orang lain, mengungkapkan keburukan keluarga dan aib orang, saya pikir sah-sah saja jika ada yang mau mengekspos kehidupannya. Dan yang pasti, tidak melanggar hukum yang berlaku juga. Tetapi tentu ada resiko pula yang harus siap ditanggung. Masyarakat jadi mengetahui detail kehidupan yang kita jalani.

Masalah emosi yang sedang terjadi, seperti kisah sedih yang dialami, pertengkaran dengan rekan kerja, perselisihan dengan pasangan, atau bahkan cerita gembira soal jadian dan teman-temannya, sudah pasti nggak akan banyak berpengaruh pada blog saya.

Pembaca nggak akan tahu saya sedang pusing banyak masalah, atau sedang senang karena naik gaji, karena tulisan saya tetap pada gaya yang seperti ini. Paling-paling yang agak bisa ditebak adalah dari frekuensi saya menulis. Jika lama nggak update, apalagi yang nyangkut tentang best online casino, biasanya kerjaan offline memang menumpuk, dan saya nggak bisa korupsi waktu dengan ngeblog di jam kerja.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa jauh cerita tentang kehidupan pribadi di blog?

~~~
Oiya, mau curcol dikit: teman baru saya, blogger juga lho. #eaaa

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

59 thoughts on “Batasan Cerita Pribadi Di Blog”

  1. Saya punya banyak blog di media-ide.com dan subdomain2nya, tapi malah nggak ada satupun yang pribadi. Hihihi, nggak bisa menuliskannya, dan nggak mau juga menuliskannya. Biarkan pribadi tetap jadi pribadi, tidak diumbar2.
    Pitra selesai posting Kisah Malam Bus Antar-Kota

  2. Kalau gw biasanya cerita pribadi itu jadi pemanis/pembuka tema general yang gw bahas. Tapi sama sekali gak tumplek blek akan ceritain hal-hal yang pribadi banget ke khalayak. Yaa.. itu tadi, cukup jadi konsumsi gw dan teman-teman dekat aja sih ihik.

  3. dulu2 masih suka kelepasan cerita soal pribadi di blog. tapi, makin banyak yang baca, traffic makin naek, jadi makin jarang cerita yang bener2 detil soal pribadi.
    paling2 ya, nomention gitu.. kalopun sampe akhirnya mention nama, yang ga sampe jelek2in.. tapi lebih ke soal narasi deskriptif tanpa menjatuhkan..
    Billy Koesoemadinata selesai posting Iā€™m Urban

  4. Kalau sy tergantung tujuan awal membuat blognya mba, kalau yg isinya bukan tentang cerita pribadi biasanya saya ga tulis cerita pribadi, tapi kalau emang dari awal blognya saya bikin campur aduk biasanya banyak tulisan2 pribadi šŸ™‚
    webhosting murah selesai posting Kupon NameCheap November 2010

  5. Wah kalau aku tidak bercerita soal pribadi, sulit untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan, yaitu kehidupanku di Jepang. Tanpa ada cerita pribadi akan jadi tulisan textbook deh. Dan memang itu tujuan aku ngeblog sih, menceritakan kehidupan di Jepang dilihat dari mata org Indonesia.

    EM
    Ikkyu_san selesai posting Buku Bagus

  6. Saya sering juga menulis soal pribadi, kalau dihitung2 sudah banyak juga yang berisi narsis-narsis…hehehe. semoga saja tulisan soal pribadi bisa menjadi biografi berjalan.

  7. Kalau saya sangat jarang skali mengangkat tema ttg kehidupan pribadi saya, menceritakan semua hal2 pribadi ke khalayak. Pda awalnya sih, tujuan saya membuat blog itu adalah ingin membagikan sedikit tips & trik seputar blog. šŸ™‚

    1. Pandangan pribadi kan bukan cerita pribadi, Opa. Cerita pribadi mah seperti habis kentjan sama siapa, kemaren ngapain aja seharian, pacarnya rumahnya di mana, gituuu… :p

  8. Wahh… Tulisan kategori “CatCil” saya paling banyak di Blog mba
    Itu artinya paling sering curlen

    Tapi setuju tuh, yang penting si ngga ngomongin kejelekan orang lain
    Saya jg ga setuju dengan apa yang dilakukan oleh artis itu
    *pura2 nyambung

    Intinya membongkar aib sendiri (keluarga) malah
    bangsaid selesai posting Senangnya Belanja Online

  9. Kalau menulis hal pribadi di blog, itu tergantung pada orangnya masing-masing. kalau dia merasa nyaman untuk bercerita di blognya, itu sah-sah saja. tapi, kalau dia tidak merasa nyaman lebih baik tidak usah.

    Kalau memang sangat ingin membuat blog untuk bercerita, tapi tidak ingin dibaca oleh orang lain. di blogger.com ada fitur untuk membatasi pembaca kan. ini hanya saran bagi blogger yang mau curhat tapi tidak bisa di blog utama.
    dearryk selesai posting Deskripsi Blogku

  10. Saya berapa % ya?
    Mungkin tak lebih dari 10%
    Tapi kadang2 muncul berturut2…
    Bergantung suasana hati ajah…
    Yang pasti kita punya batasan sendiri2…

    *Orang Jawa biasanya nggak terlalu suka nulis yang sifatnya personal
    Tapi kalau ditulis orang lain biasanya suka sekali.
    Ini pendapat saya, nggak saya maksudkan untuk dipolemikkan.
    Salam!
    marsudiyanto selesai posting Hilangnya Pijatan Ekstra

  11. selamat pagi.

    emang curhat2 di blognya Isnuansa ini sifatnya umum, nggak personal. jadi bisa dicerna siapa saja.

    kalo curhat macam itu, saya juga pernah beberapa kali menuliskannya di blgo Alisnaik.
    tapi kalo sampai yg secara personal nggak pernah.

    lha wong saya aja gak pernah majang foto dan nama asli saya di blog :lol;

    terima kasih dan mohon maaf

  12. Cerita pribadi di sini saya anggap sebagai diary. Sebenarnya, saya gak terlalu setuju dengan penggunaan blog sebagai diary. Diary itu ‘kan sesuatu yang bersifat pribadi sekali. Segala macam perasaan, kegalauan, ditumpahkan di sana. Blog bisa dibaca oleh semua orang yang. Jadi, fungsi blog sbg diary itu hilang. Bukan diary lagi namanya. šŸ™

    Kecualiiiii.. kalo blog-nya pun dibuat “private”. šŸ˜€ Tapi pikir saya, untuk apa bikin blog kalo diset “private”, mending gak usah dipublikasikan aja sekalian. LOL
    Asop selesai posting Film Beneath Hill 60- Film Perang Buatan Australia

    1. nah iya, tapi Nilai nilai/ pelajaran hidup dari cerita pribadi (asal yang ga pribadiii bangeeeeet) pribadi itu bisa di share lho. Kayak contohnya cerita traveling. Ya di poles dikit jadi lebih informatif bagi ornag lain.

  13. klo aq ma hmpir tiap hari update status d fb.hbis gx da t4 urhat yg bisa ngrti n mahamin gw.makanya f.b la sbg pelampiasannya…….

  14. Wew …
    Gegara mbaca postingan ini, saya jadi niliki blog sendiri, tentang apa ya isinya semua?
    Jangan2 isinya curhat semua pula hehehe …
    Yang pasti siy, nulisnya tergantung suasanan hati banget.
    Kepengin siy bisa nulis yang isinya ulasan2 apa gitu tapi kok blom bisa-an mpe sekarang hiks … kayaknya perlu terus mengasah kemampuan niy agar bisa menulis yang bukan curhatan semata šŸ˜€

    btw, salam kenal ya jeng

  15. iseng – iseng search di google tentang blog pribadi untu ambil referensi, ehh nyasar ke blog kakak. Rencana nya mau buat blog baru untuk berbagi hal yang di temui sehari – hari, maybe sepertinya bakalan ada curcolnya sedikit haha.. setelah di pikir pikir ada benernya juga ya mbak, harus ada batasan buat cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge