
Entah saya ini bisa disebut sebagai seorang yang belajar menjadi blogger –yang-baik- atau sedang belajar menulis –dengan-baik-. Sebagai blogger, pekerjaan saya setiap hari ya menulis. Menulisnya juga masih dalam tahap belajar.
Sering kali saya senyum-senyum sendiri kalo membaca tulisan-tulisan saya yang sudah lewat. Kok bisa ya, tulisan semacam itu mendapatkan komentar dan feedback yang lumayan banyak. Padahal dilihat dari segi kualitasnya, saya pikir masih jauh dari memuaskan.
Tetapi yang pasti, saya tidak pernah berhenti belajar menulis agar semakin hari tulisan saya semakin bermutu. Menulis adalah salah satu hal yang saya sukai. Waktu luang saya biasanya saya habiskan dengan membaca dan dari hasil saya membaca itulah saya bisa mendapatkan ide untuk tulisan saya selanjutnya.
Tulisan saya tidak banyak. Ngeblog saya jadikan salah satu sarana untuk belajar menulis. Agar suatu saat saya bisa membuat tulisan dan menghasilkan karya dalam bentuk lain. Sekarang belum mampu ke arah sana. Masih sangat bersemangat untuk mengelola blog ini dulu.
Belajar menulis yang saya lakukan adalah secara otodidak dan membaca. Bahkan saya belum pernah membaca buku tentang tulis menulis. Bagaimana menghasilkan sebuah tulisan yang baik tentu ada caranya. Saya mempelajarinya secara alamiah saja. Dan sebuah blog saya pikir dapat digunakan sebagai sarana yang tepat untuk mengukur kemampuan menulis kita. Karena dengan blog kita dapat berinteraksi langsung dengan pembaca. Pembaca dapat langsung memberikan koreksi jika salah. Dan pembaca juga dapat memberikan saran dan masukan bila tulisan kita masih kurang atau belum cukup baik.
Satu yang bisa saya bagikan kepada Anda, adalah bahwa ide menulis harus dicari, atau setidaknya dipikirkan. Bagi saya, jarang sekali ide muncul begitu saja. Bagus jika banyak ide tulisan yang secara otomatis menghampiri Anda, kalo saya biasanya baru nemu ide untuk menulis setelah membaca tulisan orang lain.
Agak beda ya, dengan menulis diary. Jika tulisan Anda berupa cerita personal, yang dialami sehari-hari, tentulah tidak memerlukan banyak hal dalam belajar menulis. Yang dibutuhkan hanyalah usaha untuk mencoba menuangkan kisah personal tersebut agar dapat menarik minat orang untuk membacanya. Itupun sebenarnya juga hal yang sangat sulit karena setiap orang tentu punya kisah, punya cerita kehidupan sehari-hari, tetapi belum tentu tahu bagaimana cara menuliskannya.
Bagaimana dengan Anda? Masihkah kini merasa di tahap belajar menulis?
———————————————————–
Posting Terkait:
1. 5 Alasan Membuat Judul Dengan Nomor: Nomor adalah salah satu alasan yang membuat artikel di Majalah menjadi headline yang menarik. Anda ingin mencobanya juga?
2. 7 Hal Keterlaluan Dalam Menulis: Seharusnya Anda menghindari 7 hal dalam menulis. Apa saja itu?
3. Etika Dalam Menulis: Menulis harus beretika. Ada rambu-rambu yang membatasinya. Coba dibaca yuk.
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

Kalau saya masih dalam tahap mau belajar….

____
Semoga suatu saat nanti mampu menuliskan sesuatu dalam bentuk lain, buku misalnya. Teruskan belajar Mbaq, sedikit banyak saya juga belajar tata bahasa dari postingan2 Mbaq Isnu…
.-= casrudi´s selesai [nulis] ..Membuat Themes WordPress Sendiri =-.
wah saya ga pake aturan cuma nulis aja bahasa ga baku juga dipake


saking ga ada kerjaan malah buat 2 web inggris n indo
tentu aja masing2 beda topik
ntah kenapa dulu kepikirannya buat yg inglis dulu kesamper petir kali (kira2 ada yg buat pake bahasa daerah ga ya)
lam kenal kk

masih newb nie kalo nulis bisa kalo cari ide/topik artikel pusing2 13 keliling kampoeng
.-= Adam´s selesai [nulis] ..Mengais rupiah di dunia maya =-.
saya juga hanya senang menulis begitu saja, kadang2 ide datang setelah membaca postingan sahabat2 yg lain, sewaktu BW.
Belajar dan belajar terus.
Salam.
.-= bundadontworry´s selesai [nulis] ..Boys will be Boys. =-.
Sama mbak. Saya juga menjadikan blog sebagai sarana melatih dan mengasah kemampuan menulis saya. Tapi menulis di sini maknanya lebih kepada menulis secara terarah dan terstruktur. Bukan asal nulis kali yach
Terarah dan terstruktur biar pembaca lebih mudah memahami + mengikuti arah pemikiran dan penulisan kita. Kalo amburadul atau nggak berpola, biasanya pembaca sulit menangkap “isi” tulisan kita.
.-= iskandaria´s selesai [nulis] ..Jumlah Postingan dan Pengaruhnya Terhadap Trafik Blog =-.
Pokoknya belajar dan belajar Mbak. Sampai sekarang saya kalau posting nggak pernah saya baca, kecuali kalau ada komen yang mempertanyakan atau protes sesuatu barulah aku koreksi. Soal ide seringnya berjubel tapi mau nulisnya sering bad mood. Hehe….
.-= masnur´s selesai [nulis] ..Mengapa gempa terjadi beruntun =-.