Budaya Ngeblog Yang Dapat Novel Robin Hood

Selamat buat Adi Nugroho! Dengan dipublishnya tulisan ini, berarti selesai sudah penawaran novel Robin Hood pada postingan yang lalu. Adi, pemilik Budaya Ngeblog yang blognya baru saja berulang tahun pertama itu, berstatus Mahasiswa di Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya saya mengucapkan terimaksih buat yang sudah memberikan saran dan masukan buat blog saya ini. Terimakasih banyak.

Hampir semua yang memberikan kritik, saran dan masukan, menyatakan satu hal yang sama: mempertanyakan tema blog. Ada dr. Nasir, Mas Didit TukangPoto dan PakDe Cholik.

Tulisan ini sekaligus akan menjelaskan kenapa saya plin-plan soal tema blog. Ya, saya harus meminta maaf soal ketidakkonsistenan saya. *saya mengatakan maaf tanpa nangis ala sinetron lhoh ya* πŸ˜†

Dari awal membuat blog ini, saya memang hanya berniat curhat saja. Lihat tagline blog ini: Murni Curhatan Isnuansa. Lhah, trus kenapa sempat nulis tema blogging? Awalnya karena seluruh isi blog saya beberapa tahun yang lalu (2005-April 2009) hilang tak berbekas disebabkan kerusakan server dan saya tak memiliki back-upnya. Setelah itu saya nggak langsung nulis tentang blogging lhoh, bisa ditengok di Arsip Tulisan saya. Perlahan setelah itu, memang saya banyak menulis tentang blogging.

Nah, sekarang, saya kembali ke tulisan model awal saya: gado-gado dan berisi apa saja curhatan saya yang memang nggak penting ini. Kenapa? Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya:

1. Soal Prioritas.

Waktu saya untuk ngeblog tak sebanyak beberapa waktu yang lalu. Terutama Sabtu dan Minggu yang dulu saya habiskan untuk menulis, kini sulit. Untuk membuat satu tulisan dengan tema blogging seperti dulu, dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Saya harus membaca sampai puluhan artikel dan duduk serius menulis dalam waktu yang cukup lama. Hal itu sudah tidak sanggup lagi saya kerjakan. Saya hanya mampu mengalokasikan beberapa puluh menit saja yang harus selesai untuk menulis, menjawab komentar dan tentu saja: sedikit blogwalking.

Berarti karena nggak menguasai materi dong ya? Iya. Tapi saya sanggup belajar. Saya bisa. Dan saya akan tetap menuliskannya sesekali jika memiliki cukup waktu. *semoga bukan janji ala politisi* πŸ˜†

2. Soal Minat.

Apa memang sudah nggak tertarik soal tema blogging lagi? Bukan. Saya masih tetap berlangganan blog-blog dengan tema blogging, membacanya dan mengikuti perkembanganya. Tapi kalo dibilang agak bosan menulis tema itu: ya!

Dan jujur, saya mulai mempertanyakan keberhasilan tema blogging ini buat ke depannya. Soal target saya dari blog yang akan sulit dicapai dengan hanya bermodal tulisan ala kadarnya seperti sebelumnya. Hehehe.

Trus, apakah tema gado-gado dan umum akan lebih berhasil? Dalam jangka pendek ya! Lihat tulisan jalan-jalan saya ke Bali gratis, dapat iPod, atau baju ini. Dalam jangka panjang, entahlah.

3. Soal ‘Pengganggu’ Lainnya.

Selain waktu ngeblog yang makin terbatas, saya juga memiliki ‘pengganggu’ lain: aktif di sosial media. Sosial media juga blogging, hanya saja lebih ke arah interaksinya dengan pengguna lain, membentuk networking yang mungkin buat sebagian orang dianggap membuang waktu, tapi bagi saya suatu saat pasti berguna. Beberapa teman saya bahkan sudah melanglang dunia, ke Afrika, ke Amerika dan ke Eropa, dari blog mereka yang gado-gado dan keaktifan mereka di sosial media! :p

Jika ada yang membantu mempermudah dan mendukung keplinplanan saya dengan mengatakan “Terserah, blogmu tulisilah semaumu sendiri!“, terimakasih. Saya perlu menjelaskan perubahan ini karena memang berat memikul beban sesuai dengan ekspektasi orang terhadap saya. Meski dengan begini saya secara sadar menghancurkan ‘brand‘ yang selama ini perlahan sudah saya bentuk, apa boleh buat?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

26 thoughts on “Budaya Ngeblog Yang Dapat Novel Robin Hood”

  1. Huwe!XO saya menang ya mbah?XO

    wah2,
    jadi kado buat 1st aniv blog saya ne.XD

    Terima kasiH sebelumnya.XD
    terus semangat buat ngeblog!

    Doumo,
    ganbatte na!

  2. wah TE-ku pun gado-gado…..hmmm mungkin namanya ngga bisa gado-gado kalo di Jepang. Chirashi Sushi aja deh hihihi.

    EM
    ikkyu_san selesai posting Beber

  3. Setuju banget banget mbak, yang penting kita enjoy dan bisa nunjukin jati diri kita sendiri itu jauh lebih penting daripada tidak menyalurkan kreatifitas kita sama sekali. BTW, selamat buat mas Adi atas anniversary blognya dan kemenangan novelnya. Sukses selalu untuk Anda.
    Nasir selesai posting Want Healthy and Smart Eat Fish!

  4. wah..saya saat ini masih terbelenggu dalam menuntukan tema yang cocok dalam blog, apakah harus fokus atau gado2…….saya rasa kalau menggunakan tema gado2 mengurangi kejenuhan ngeblog….
    karzanik selesai posting Spam Enyahlah

  5. menurutku sih ngeblog memang tak harus bertema tertentu. ngeblog, bagiku, adalah utk melepas semua aturan kaku dalam dunia2 lain.

    ya, tentu saja tetap terikat pd norma umum dan aturan hukum. tp, jangan sampai kemudian gara2 norma, aturan, dan tema yg kita buat itu, kita malah terbelenggu terus ga jd ngeblog.

    ngutip pendapat frued, ngeblog itu utk melepas sisi liar kita. jd, mari fesbukan lagi. πŸ˜€
    a! selesai posting Membuat Leher Agar Tampil Menggoda

  6. gado-gado itu enak ko mbak. apalagi kalau kerupuknya banyak (heu.. maaf jadi nglantur.) saya salut dengan kejujurannya. ternyata bikin niche blog itu susah y mbak. butuh sedikit (atau banyak y?) pengorbanan. kalau mau posting harus baca2 dulu. dan nulisnya pun pasti lama. berbeda dengan gado2 blogger, asal ada ide atau pengalaman menarik, tinggal tulis deh. bereees. :mrgreen:
    Den Hanafi selesai posting Hiburan Setelah Piala Dunia Usia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge