Candi Borobudur, Indonesia

Candi BorobudurDalam mudik lebaran tahun ini, hanya adik saya dan kawan-kawan kuliahnya [yang juga sama-sama mudik ke kampung di seputaran Solo] yang sempat piknik ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Tahun lalu saya bersama keluarga besar sempat jalan-jalan ke Candi Borobudur, tetapi tahun ini kami hanya 3 hari di kampung halaman, jadi badan bener-bener capek berat jika harus setiap hari berwisata saja. Hari sebelumnya saya dan keluarga menghabiskan waktu di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Adik saya meminjam sepeda motor sepupu dan berangkat bersama teman-temannya yang menjemput pagi-pagi sekali dari Solo dan Sukoharjo. Mereka menuju rumah salah satu kawan yang terletak di dekat Candi Borobudur. Masih dalam kawasan juga. Bersama kawan yang memiliki KTP setempat, mereka bersama-sama menuju candi.

Sesampainya di Candi Borobudur, kawan yang memiliki KTP daerah Magelang, Jawa Tengah, tersebut diminta untuk mendaftarkan diri di loket. Ternyata hanya berbekal KTP penduduk setempat, mereka bebas masuk ke dalam Candi Borobudur tanpa harus membayar retribusi masuk sebesar Rp. 22.500,- per orang. Berapapun jumlah kawan yang diajak, semua tidak perlu bayar alias gratis tis tis.

Ada satu lagi perbedaan dengan tahun lalu. Adik saya dan kawan-kawan dengan pedenya langsung masuk ke dalam candi dan menaiki tangga-tangga candi menuju puncak. Ternyata oh ternyata, sekarang ini Candi Borobudur telah ditertibkan dari segala macam pedagang asongan! Jadi sesampainya di puncak candi, mereka malah jadi hampir pingsan karena kekurangan cairan. Dan tidak ada satupun penjual minuman yang dapat mereka temui. Hihihi… Terpaksa menelan ludah melihat orang-orang yang sedang minum dari bekal mereka masing-masing.

Karena masih dalam suasana Lebaran, seperti biasanya seluruh objek wisata dipenuhi dengan pengunjung. Tak terkecuali Candi Borobudur. Meski kini tak lagi masuk ke dalam daftar 7 keajaiban dunia, tetapi keindahan Candi Borobudur masih memikat banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Borobudur
Seperti David Backham yang pada bulan puasa kemarin mengunjungi Candi Borobudur dengan menutup penuh seluruh kawasan. Hmmm, berapa ya kira-kira harga yang harus dibayar?

Ah sudahlah, saya agak sedikit kecewa karena tidak bisa ikut jalan-jalan ke Candi Borobudur, tetapi cukup senang bisa membagi ceritanya kepada Anda di blog ini.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

21 thoughts on “Candi Borobudur, Indonesia”

  1. Pedagang kaki lima di Borobudur memang dilema.
    Kalau nggak ditertibkan, pengunjungnya bisa nggak nyaman, karena banyak pedagang yang bergaya preman dan kadang setengah memaksa, apalagi kalau pengunjungnya keliatan mudah ditakut2i. Kejadian sudah banyak. Malah pernah ada yg nodong pakai senjata tajam. Gara2nya ada yg ditawari batik, lalu setelah liat nggak jadi beli. Korbannya yg sering anak sekolah, terutama SMP ke bawah.

    Tapi kalau ditertibkan sama sekali, repot juga terutama pengunjung yg nggak bawa bekal.

    Iya, nggak bawa bekal bisa semaput, Pak. Apalagi cuaca panas kayak hari ini.

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Bisa memberikan komentar dalam kelompok tiga besar di blog yang tenar ini rasanya bangga. Sebangga saya setiap ada postingan yang mengangkat kekayaan Indonsia, baik alam maupun budaya. Salah sxatunya adalah Candi Borobudur yang oleh dunia gak lagi diakui sebagai 7 keajaiban dunia tetap[i tetap memikat bagi saya.
    .-= alamendah´s selesai [nulis] ..Terima Kasih Alexa, Google, WordPress, dan Sahabat =-.

    Boleh, dong. Iya, sayang, sekarang sudah nggak masuk ke dalam keajaiban dunia lagi.

  3. yang kadang2 saya msh heran juga, kadang2candi borobudur dianggap lokasinya di jogja…padahal kan di magelang ^_^
    .-= nurrahman´s selesai [nulis] ..Membela Kemandirian Negara =-.

    Soalnya, lebih deket ke Yogya dari pada ke Semarang, Mas Nur. Jadi orang cari gampangnya aja buat menjelaskan kepada orang lain yang bertanya.

    Kalo saya ya tetep menulis Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Karena saya tahu letak posisinya memang masuk Kabupaten Magelang. Mungkin Pemda Magelang sendiri yang harus lebih intens mempromosikan bahwa Candi Borobudur posisinya di sana.

  4. maaf ikutan kasih komen ya 😉 wah klo aku udah lama baget gk ke borobudur, kalo gak salah sich pas SD dlu, jadi gak tau perkembangannya skrg, jadi bagus dunk klo pedagangnya udh dtertibkan, moga aja kedepannya lebih bagus lagi pengelolaan tempat wisata di indonesia
    .-= iwaklele´s selesai [nulis] ..mudik =-.

    Iya, sudah ditertibkan. Jadi kalo pengen makan dan minum, harus bawa sendiri…. 😆

  5. Saya baru sempat sekali Mas ke Borobudur, tahun 2005 lalu. Melihatnya dari dekat, candi ini betul-betul mengagumkan. Ini membuktikan bahwa bangsa kita memiliki kebudayaan tinggi sejak dulu dan candi ini dibangun tanpa bantuan pihak asing.
    Terima kasih.

    Salam dari Cianjur.
    .-= Abdul Aziz´s selesai [nulis] ..Hadis-hadis tentang Fadhilah Yasin =-.

    Saya juga baru beberapa kali ke Borobudur, memang bagus, apalagi sekarang pengelolanya tertib. 😎

  6. sampai sekarang saya belum pernah ke borobudur 🙁
    .-= wira´s selesai [nulis] ..Ciri Khas Nama Orang Bali =-.

    Cobain deh. Sekali-kali jalan-jalan keliling pulo Jawa.

  7. Ya sudah mending istirahat di rumah, itu kan lebih baik baik dari memaksakan diri buat keliling candi yg segitu gedenya… Emang iya ya david beckham kmrn turut kunjung?… :mrgreen: saya yg berdiam diri di pulau jawa bertahun-tahun engga pernah ke Borobudur… 😀
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Ketemu Kang Deddy Sang Full Time Blogger =-.

    Saya karena deket dari Klaten, ya lumayan juga jalan-jalan ke seputaran Jawa Tengah dan DIY.

  8. Kebetulan aku punya kenangan di Candi Borobudur.
    Dulu waktu sma tour ke sini.
    Hehehe…
    .-= Edi Psw´s selesai [nulis] ..Hadiah Lebaran dari Hacker Hitam =-.

    Dari SMA hingga sekarang sudah jadi Guru SMA???

  9. senang rasanya membaca cerita obwis, apalagi kalau di tambah makan-makan. tapi mau minum aja sulit he..he.., pelajaran tuh bagi kita semua, bawa bekal and minum sendiri dari rumah. air lebih meyakinkan. dan tidak khawatir di bius he..he..

    saya ke borobudur baru sekali. apalagi saat sekarang paling2 berwisata di lokal kabupaten Kebumen. kalau ke borobudur kan sudah termasuk interlokal, biayanya juga interlokal…, salam.

    Lucu juga, berwisata dengan biaya interlokal, hihihi… 💡

  10. Borobudur memang menakjubkan..!!! yang lebih menakjubkan pemilik blog nulis pada kolom komentar cuma “TEST” 😆
    Nduk, cahayu apa sing arep di test? hua ha ha ha ha ha…
    .-= Vyan RH´s selesai [nulis] ..Info Billing PLN =-.

    Hihihi, iya, saya sengaja nulis tes, kadang saya melakukan sedikit ‘inovasi’ agar nggak bosen dengan tampilan blog, nah, kali ini saya ngedit bagian kolom komentar, jadi harus ada komentar baru yang masuk, gitu lhoh…

  11. saya termasuk salah satu yang mengagumi bangunan candi borobudur. Pada jaman itu kan masih belum dikenal semen dan penggaris. Degan teknologi yang mereka miliki seperti itu ternyata mampu membuat bangunan yang begitu megahnya.

    Dan saya yakin banyak korban berjatuhan untuk membangunnya…

  12. wah jadi inget dulu, studi tur ke sana, sendalku putus.
    terpaksa nyeker siang-siang … wah panasnya minta maap …, aku ampe ngga jalan2 mending duduk aja

    Hihihii.. Nyeker? Saya nyeker kalo di pantai ajah..

  13. Selamat sore Isnun, maaf baru bisa mampir sebab sedikit kesibukan pekerjaan. Isnun borobudur memang indah, dan saya takjub dibuatnya, hal itu menunjukkan kekayaan khasanah budaya kita Indonesia. Kita cukup bangga memiliki borobudur, dan satu photo saya di borobudur saya muat juga dalam web site ini. Tugas kita semua melestarikan budaya yang ada. Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    Mana Bunda Agnes, fotonya? Kok saya nggak pernah lihat?

  14. untuk kali ini, kaga komen ap2 deh tetang postinganya…
    cuma mo ngikutin blogger idolaku aj, tuh yg lagi nongkrong di keduaxx, maz alamendah a.k.a mr. pertamax a.k.a the traveler , hehe
    —————————————————-
    @maz alamendah: “Bisa memberikan komentar dalam kelompok tiga besar di blog yang tenar ini rasanya bangga” apa ngga terlalu lebay maz.. 🙂 hehehe.. pisssss
    .-= yosbeda´s selesai [nulis] ..pemimpin bangsa impian gue =-.

    Semua bloger bukannya lebay? 👿

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge