<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>isnuansa.com &#187; Guest Blogger</title> <atom:link href="http://isnuansa.com/category/guest-blogger/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://isnuansa.com</link> <description>Tempat Curhatnya Isnuansa</description> <lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 10:32:48 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>Cara Menambah Profil Twitter di Komentar</title><link>http://isnuansa.com/cara-menambah-profil-twitter-di-komentar/</link> <comments>http://isnuansa.com/cara-menambah-profil-twitter-di-komentar/#comments</comments> <pubDate>Thu, 26 Jan 2012 01:13:02 +0000</pubDate> <dc:creator>Guest Blogger</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=5020</guid> <description><![CDATA[My first post on isnuansa.com. Makasih mbak Nunik atas ruang yang diberikan untuk menulis. Setelah menyimak tulisan mas Darin tentang alasan mengapa beliau enggan berkomentar di blog, saya ingin membahas tema serupa juga yaitu masih di ranah berkomentar di blog. Selain posting yang berkala, menurut saya komentar dalam sebuah blog juga bisa dijadikan parameter bahwa [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>My first post on</em> <a
href="http://isnuansa.com">isnuansa.com</a>. Makasih mbak <a
href="http://isnuansa.com/tentang-saya/" target="_blank">Nunik</a> atas ruang yang diberikan untuk menulis. Setelah menyimak tulisan mas Darin tentang alasan mengapa beliau <a
href="http://isnuansa.com/ingin-sekali-berkomentar-di-blog-anda-tapi" target="_blank">enggan berkomentar di blog</a>, saya ingin membahas tema serupa juga yaitu masih di ranah berkomentar di blog.</p><p>Selain posting yang berkala, menurut saya komentar dalam sebuah blog juga bisa dijadikan parameter bahwa blog tersebut hidup dan terhidupi. Apalagi para komentator sangat antusias mendiskusikan tema yang diangkat oleh narablog/ pemilik blog menjadi diskusi panjang. Pasti akan timbul semangat untuk menulis kembali konten-konten yang lebih berkualitas bukan? Jika sang narablog malah mempersulit akses feed back dari pembaca, bisa jadi komunikasi hanya terjalin satu arah saja.</p><p>Dari sisi pembaca, berkomentar dapat digunakan sebagai ajang menjalin silaturahmi sesama narablog. Ini loh saya (dengan mejeng <a
href="http://isnuansa.com/apa-yang-menghalangi-anda-memiliki-gravatar/">gravatar</a> terganteng yang pernah ditangkap kameranya), saya blogger juga lohh..<em> Nanti dingin lohh</em>&#8230; <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Cara Menambah Profil Twitter di Komentar" class='wp-smiley' title="Cara Menambah Profil Twitter di Komentar" /></p><p>Dengan meninggalkan komentar yang berkualitas pasti akan meningkatkan value kita di depan pemilik blog atau komentator yang lain. Oleh karenanya komentar juga bisa menjadi ajang narsis bukan?</p><h2>Menambahkan Profil <a
href="http://isnuansa.com/akun-twitter-saya-kena-suspend/" target="_blank">Twitter</a> di Komentar WordPress</h2><p>Tak jarang sesama narablog melanjutkan interaksinya ke media lain seperti socmed semacam Facebook dan Twitter. Siapa sih yang tidak punya akun twitter?</p><p>Nah bagaimana jika saat berkomentar di blog kita bisa meninggalkan username twitter kita. Besar kemungkinan narablog lain follow twiiter kita dan menjadi teman baru kita. Asyik bukan?</p><p>Saat ini kita bisa menambahkan fitur baru berupa form twitter di kolom komentar blog WordPress. Form komentar default di wordpress terdiri dari Nama, Email, Website dan Form isian komentar. Disini kita akan menambahkan satu form lagi yaitu form Twitter dimana nantinya pengunjung tinggal memasukkan username / ID twitternya. Nantinya tautan menuju profil twitter kita akan terpajang dibawah Nama kita.</p><h2>Bagaimana Caranya?</h2><p>Cara untuk menambahkan form twitter ini sangat simpel karena hanya dengan menginstal plugin <strong><a
href="http://wordpress.org/extend/plugins/twitterlink-comments/" target="_blank">TwitterLink Comment</a> </strong>saudara sepupunya <a
href="http://comluv.com/download/twitterlink-comments/" target="_blank">CommentLuv</a>. Jadi setelah plugin ini dikatifkan di halaman setting plugin, maka akan muncul form twitter di bawah form<br
/> isian komentar. Jika Anda juga menginstal plugin CommentLuv, maka secara otomatis akan berada dibawah CommentLuv. Screenshootnya seperti gambar di bawah ini.</p><div
class="wp-caption aligncenter" style="width: 447px"><a
href="http://danisetiyawan.com/"><img
title="Demo Tampilan Form Twitter" src="http://cdn.comluv.com/wp-content/uploads/2009/09/screenshot-2.jpg" alt="screenshot 2 Cara Menambah Profil Twitter di Komentar" width="437" height="401" /></a><p
class="wp-caption-text">Demo Tampilan Form Twitter</p></div><p><strong>Fitur Twitterlink</strong></p><ul><li><em>Completely automatic, no configuring required.</em></li><li><em>Any HTML is filtered through kses using a custom array of allowed tags.</em></li><li><em>Set the link as nofollow and open in a new window</em></li><li><em>Fully compatible with Mu and Multi-db plugin.</em></li><li><em>Twitter link is shown on all comments for a user as long as they comment at least once with their username.</em></li><li><em>Localization support</em></li><li><em>Multiple translation files included</em></li></ul><div
class="wp-caption aligncenter" style="width: 594px"><a
href="http://danisetiyawan.com/"><img
title="Halaman Setting TwitterLink" src="http://austinpassy.frostywebdesigns.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/2010/05/twitterlink-comments-options.png" alt="twitterlink comments options Cara Menambah Profil Twitter di Komentar" width="584" height="409" /></a><p
class="wp-caption-text">Halaman Setting TwitterLink</p></div><p>Setelah plugin terinstal dan aktif, silahkan masuk ke pengaturan plugin di <em>Setting &gt; Twitter Setting</em>.</p><p><strong>Add Twitter Field Automatically?</strong> Pilih <strong>Yes</strong> (untuk mengaktifkan)</p><p><strong>Field Description</strong> pada form <label
for="field_description"><em>Text describing the added field (added before the input field)</em> merupakan teks yang tampil sebelum form twitter. Silahkan edit jika perlu. Jelaskan bahwa pengomentar cukup menuliskan username / ID twitternya saja. Tidak perlu memakai @ atau http.</label></p><p>Tertarik menambahkan form twitter di blog WordPress Anda? Anda bisa lihat demonya di komentar blog saya. Anda bisa mencobanya.</p><p>Semoga ngeblog menjadi lebih menyenangkan.</p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~</strong></p><p>Tulisan ini karya <a
title="Tips WordPress" href="http://danisetiyawan.com" target="_blank">Dani Setiyawan</a> / <a
href="http://twitter.com/dhanz_ztya" target="_blank">@dhanz_ztya</a>. Pengen nulis juga di sini? Baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/" target="_blank">Guest Blogger</a> ya!</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/cara-menambah-profil-twitter-di-komentar/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>32</slash:comments> </item> <item><title>Ingin Sekali Berkomentar di Blog Anda. Tapi&#8230;</title><link>http://isnuansa.com/ingin-sekali-berkomentar-di-blog-anda-tapi/</link> <comments>http://isnuansa.com/ingin-sekali-berkomentar-di-blog-anda-tapi/#comments</comments> <pubDate>Mon, 23 Jan 2012 01:17:37 +0000</pubDate> <dc:creator>Guest Blogger</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[Komentar]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4973</guid> <description><![CDATA[Artikel ini ditulis oleh blogger tamu Darin, follow twitternya untuk mengenal Darin lebih dekat @darinholic ~~~ Bayangkan kita sedang menelusuri sebuah pasar yang penuh sesak, kemudian ada satu toko kue yang mengundang minat kita tuk berkunjung. Sampel-sampel kue yang ditampilkan di etalase depan begitu menggiurkan dan &#8211; ooh &#8211; ada papan yang bertuliskan &#8216;gratis tuk [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Artikel ini ditulis oleh blogger tamu <a
href="http://darinholic.com/" target="_blank">Darin</a>, follow twitternya untuk mengenal Darin lebih dekat <a
href="http://twitter.com/harinholic/" target="_blank">@darinholic</a></em></p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~</strong></p><p>Bayangkan kita sedang menelusuri sebuah pasar yang penuh sesak, kemudian ada satu toko kue yang mengundang minat kita tuk berkunjung. Sampel-sampel kue yang ditampilkan di etalase depan begitu menggiurkan dan &#8211; <em>ooh</em> &#8211; ada papan yang bertuliskan &#8216;<em>gratis tuk mencicipi</em>&#8216; tergantung di atasnya! Syahdan, dengan air liur yang nyaris menetes, kita pun masuk lewat pintu utama.</p><p><em>Ting, tong!</em></p><p>Tak dinyana, pintunya susah sekali dibuka! Ok, itu tak jadi soal. Demi bisa mencicipi kue gratisan, setelah beberapa lama mencoba dan dengan semangat gigih pantang menyerah, akhirnya pintu terbuka juga dengan sukses.</p><p>Selesai? Belum. Ternyata kita langsung berhadapan dengan resepsionis yang menyuruh kita mengisi data-data identitas pengunjung. Nama, tanggal lahir, nama <em>gebetan</em>, tempat <em>nongkrong</em> favorit, dan sebagainya, dan seterusnya. Rampung, masih ada tes cap jempol, proyeksi retina mata dan terakhir, melewati satpam berkumis <em>baplang</em> yang memegang alat deteksi logam didampingi pemilik toko yang bertampang <em>judes</em>.</p><p><em>Fiuh</em>. Begitu ruwetnya kah untuk sekedar mencicipi kue gratis?</p><p>Dan kabar buruknya adalah&#8230;</p><h2>Itu bisa saja terjadi pada pengunjung blog Anda.</h2><p><em>Kok</em> bisa? Ya, pengunjung blog yang telah jauh-jauh datang dan sudi membaca artikel blog Anda tentu ingin sekali mencicipi nikmatnya perasaan narsis saat avatarnya ikut mejeng di bawah artikel. Tapi alangkah kecewanya ia saat melihat <em>form</em> komentar yang jauh dari kata umum, dan ia mengalami hal-hal yang traumatis seperti:</p><p>•    Tidak adanya pilihan tuk mengisi <em>Name</em> dan <em>URL</em> blog (Biasanya untuk blog ber-<em>platform</em> blogspot)<br
/> •    <em>Captcha</em> yang sangat sulit sekali ditebak bentuk hurufnya.<br
/> •    Form komentar hanya untuk kaum eksklusif di barisan <em>Disqus</em> atau <em>Intense Debate</em>.<br
/> •    <a
href="http://isnuansa.com/7-kenyataan-tentang-komentar-blog-akuilah/" target="_blank">Moderasi yang akan menjadikan komentarnya muncul beberapa tahun kemudian</a>.<br
/> •    Pemilik blog ternyata tak merespon komentar-komentar sebelumnya (Mungkin pemilik blog sedang piknik entah kemana).<br
/> •    Komentar diblok oleh Akismet (Ini sih salah sendiri!)<br
/> •    Dan tiba-tiba ada iklan atau apapun itu yang menutupi layar (<em>What</em>? Ini blog atau layar <em>tancep</em>?)</p><p>Kira-kira bagaimana perasaan si pengunjung? Jangan ditanya. Sudah untung ia mau membaca artikel blog Anda kalau tak keburu mengklik tombol <em>close</em>.</p><h2>Jadi gimana dong?</h2><p>Terserah Anda. Blog Anda adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Tanya kepada diri Anda sendiri, apakah blog Anda itu hanya untuk kepuasan pribadi atau untuk konsumsi umum dan bisa dinikmati oleh sebanyak mungkin pengunjung?</p><p>Kalau pilihan Anda adalah yang pertama, silahkan buat <em>form</em> komentar yang sesulit mungkin untuk ditembus dan jangan pedulikan mereka-mereka yang langsung <em>ngacir</em> ke apotik terdekat untuk membeli obat sakit kepala.</p><p>Tapi kalau Anda memilih yang kedua, <em>well</em>, jadilah tuan rumah yang baik dan ramah bagi pengunjungnya. Sikat gigi Anda bersih-bersih agar nafas Anda wangi saat tersenyum penuh kasih sayang kepada mereka yang datang. Dan jangan lupa, suguhkan cemilan <a
href="http://isnuansa.com/kualitas-tulisan-blog/" target="_blank">berkualitas tinggi</a> dari kulkas yang Anda beli tempo hari di Pasar Senen.</p><p>Sekarang ganti posisi, Anda yang jadi tamunya, jadi <em>monggo</em> silahkan duduk manis dan berkomentar sepuasnya. Gratis! <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile Ingin Sekali Berkomentar di Blog Anda. Tapi..." class='wp-smiley' title="Ingin Sekali Berkomentar di Blog Anda. Tapi..." /></p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~</strong></p><p
style="text-align: center;"><em><strong>Ingin menulis di Isnuansa.Com? Baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/" target="_blank">Guest Blogger</a> ya. Ditunggu!</strong></em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/ingin-sekali-berkomentar-di-blog-anda-tapi/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>68</slash:comments> </item> <item><title>Cara Memasang Link Pada Caption Gambar</title><link>http://isnuansa.com/cara-memasang-link-pada-caption-gambar/</link> <comments>http://isnuansa.com/cara-memasang-link-pada-caption-gambar/#comments</comments> <pubDate>Wed, 18 Jan 2012 01:40:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Satrya</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <category><![CDATA[caption]]></category> <category><![CDATA[link di caption]]></category> <category><![CDATA[plugin wordpress]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4924</guid> <description><![CDATA[Gambar adalah salah satu elemen penting dalam sebuah karya tulis atau artikel, untuk saya pribadi, gambar dalam artikel mempunyai 3 manfaat: Dengan gambar tulisan akan jauh lebih menarik Iya, tanpa gambar sebuah artikel rasanya menjadi kurang menarik. Silahkan anda bandingkan, sebuah artikel yang mengandung gambar dengan artikel yang tanpa ada gambar sama sekali. Anda juga [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Gambar adalah salah satu elemen penting dalam sebuah karya tulis atau artikel, untuk saya pribadi, gambar dalam artikel mempunyai 3 manfaat:</p><ol><li><strong>Dengan gambar tulisan akan jauh lebih menarik</strong><br
/> Iya, tanpa gambar sebuah artikel rasanya menjadi kurang menarik. Silahkan anda bandingkan, sebuah artikel yang mengandung gambar dengan artikel yang tanpa ada gambar sama sekali. Anda juga bisa memanfaatkan gambar sebagai pembatas antara 1 tema dengan tema lainya dalam satu artikel, agar pembaca dengan mudah membedakan topik yang sedang dibahas</li><li><strong>Gambar sebagai media penjelas</strong><br
/> Bila anda memiliki blog yang bertemakan tutorial atau tips, gambar akan sangat bermanfaat sekali untuk memperjelas tutorial atau tips anda.</li><li><strong>Gambar baik untuk SEO</strong><br
/> Gambar juga sangat baik untuk SEO, anda bisa mendapatkan extra pengunjung dari user-user yang mencari gambar di search engine.</li></ol><p><img
class="size-full wp-image-4934 alignleft" title="Link Dalam Caption" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2012/01/link-dalam-caption.png" alt="link dalam caption Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" width="150" height="150" />Tapi, apakah anda tahu kalau gambar yang ada di internet ini banyak yang mengharuskan kita untuk memberi link balik menuju sumber gambar tersebut ? Sebagian dari anda mungkin ada yang belum tahu, atau mungkin banyak juga yang tahu tapi pura-pura tidak tahu <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt="icon mrgreen Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" class='wp-smiley' title="Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" /></p><p>Sebaiknya, setiap anda mengambil gambar dari internet, anda harus memberi link balik menuju sumber gambar tersebut. Karena siapa tahu yang mempunyai gambar tersebut tahu kalau anda menggunakan gambarnya tanpa diberi link balik, bisa menjadi masalah juga loh ! Apalagi kalau gambar tersebut berlisensi, wah bisa kena tuntut ntar <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt="icon lol Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" class='wp-smiley' title="Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" /></p><p>Mungkin selama ini untuk anda yang selalu memberi link balik untuk gambar yang anda ambil selalu anda taruh setelah artikel atau tepat dibawah gambarnya. Sayangnya, menurut saya itu akan sedikit mengganggu pembaca anda. Solusi yang bagus adalah memasang link balik di caption gambarnya.</p><p>Tapi, sampai saat ini caption wordpress belum support untuk memasang link. Untuk menyiasati caption agar bisa memasang link, anda harus menginstallkan plugin <a
title="Links in captions" href="http://wordpress.org/extend/plugins/links-in-captions/" target="_blank">Links In Captions</a> terlebih dahulu.</p><h2>Cara menginstall dan menggunakan plugin Links In Captions</h2><ul><li>Silahkan sorot menu Plugins lalu klik Add New</li><li>Lalu ketikan Links In Captions pada input box yang disediakan.<br
/> <img
class="size-full wp-image-4939" title="Install links in captions" src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2012/01/Install-links-in-captions.png" alt="Install links in captions Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" width="448" height="225" /></li><li>Klik search plugins, setelah muncul daftar plugin, silahkan langsung anda install dan aktifkan plugin Links in Captions-nya.</li><li>Untuk penggunaanya sendiri sangat mudah, sekarang silahkan anda coba upload gambar apa pun untuk mencoba plugin ini, setelah gambar terupload silahkan masukan code berikut kedalam box Caption untuk mencoba link dalam caption<br
/> <code>{link url="http://www.contoh.com"}Sumber Gambar{/link}</code><br
/> <img
src="http://isnuansa.com/wp-content/uploads/2012/01/cara-menggunakan-links-in-captions.png" alt="cara menggunakan links in captions Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" title="cara menggunakan links in captions" width="550" height="175" class="alignnone size-full wp-image-4944" /></li></ul><p>Mungkin untuk sebagian dari anda akan menganggap cara ini agak merepotkan, tapi sampai saat ini saya belum menemukan cara yang lebih mudah untuk memasang link pada caption, barang kali ada dari anda yang mempunyai trik dan cara memasang link pada caption yang lebih mudah ? Sharing yuk ! <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt="icon wink Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" class='wp-smiley' title="Cara Memasang Link Pada Caption Gambar" /></p><p><em>Artikel ini ditulis oleh blogger tamu <a
href="http://www.margasatrya.com" target="_blank">Satrya</a>, follow twitternya untuk mengenal Satrya lebih dekat <a
href="http://twitter.com/satryaWp" target="_blank">@satryaWp</a></em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/cara-memasang-link-pada-caption-gambar/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>25</slash:comments> </item> <item><title>Blog, Bloging, Blogger Dan Alasannya</title><link>http://isnuansa.com/blog-bloging-blogger-dan-alasannya/</link> <comments>http://isnuansa.com/blog-bloging-blogger-dan-alasannya/#comments</comments> <pubDate>Thu, 05 Jan 2012 11:22:58 +0000</pubDate> <dc:creator>Guest Blogger</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4863</guid> <description><![CDATA[Semua orang sudah tahu, internet adalah sumber informasi, sarana komunikasi dan hiburan. Banyaknya pengguna internet didunia tentunya memancing reaksi orang-orang berjiwa bisnis sehingga kegunaan internet bertambah yaitu menjadi lahan dan peluang bisnis yang sangat potensial. Lihatlah Facebook, salah satu situs sosial yang paling digemari didunia. Hampir semua hal yang dibutuhkan orang di internet ada di [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Semua orang sudah tahu, internet adalah sumber informasi, sarana komunikasi dan hiburan. Banyaknya pengguna internet didunia tentunya memancing reaksi orang-orang berjiwa bisnis sehingga kegunaan internet bertambah yaitu menjadi lahan dan peluang bisnis yang sangat potensial.</p><p>Lihatlah Facebook, salah satu situs sosial yang paling digemari didunia. Hampir semua hal yang dibutuhkan orang di internet ada di Facebook, dari mulai pertemanan, komunikasi, hiburan dan yang terakhir peluang bisnis.</p><p>Dari sekian banyak hal yang bisa ditemukan di internet, salah satu potensi yang menarik banyak minat adalah mendapatkan penghasilan. Ada banyak cara untuk mengoptimalkan potensi ini, dan salah satu caranya adalah dengan memiliki blog.</p><p>Lalu pertanyaannya, ada apa dengan blog? Kenapa harus punya blog?</p><p>Setiap <em>blogger</em> tentunya memiliki alasan tersendiri mengapa mereka membuat blog dan melakukan aktifitas <em>blogging</em>. Ada yang sekedar ingin tahu, untuk mengisi waktu, dsb.</p><p>Ketika menghayal sebelum tidur, <a
href="http://kolompemuda.com/" target="_blank">Blogger Addict</a> menemukan lima alasan yang menjadikan seseorang menjadi blogger dan memiliki blog. Hasil penerawangan itu tentunya membatalkan niat untuk tidur. Meski sudah pukul 2 pagi, Blogger Addict bangkit dan menyalakan laptop untuk mengurai kelima alasan tersebut kedalam artikel. Kenapa harus ditulis malam itu juga? Karena jika menunggu sampai besok pagi, takut keburu lupa dan idenya bubar buyar.</p><p>Ini dia lima alasan yang mendasari seseorang membuat blog dan menjalankan aktifitas <em>blogging</em>.</p><h2>1. Blog Merupakan Sarana Belajar</h2><p>Ada banyak pelajaran di internet. Kaitannya dengan blog adalah seorang blogger akan sangat sangat banyak belajar jika ingin memiliki blog yang baik dan benar. Proses pembelajaran itu mengharuskan blogger untuk menggali semua informasi tentang teknologi informasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan blog. Bukan cuma itu, pemilik blog juga harus menambah wawasan dan pengetahuan tentang <a
href="http://isnuansa.com/menentukan-tema-blog/" target="_blank">tema dari blog</a> yang ia buat. Hal ini tentunya mengharuskan blogger untuk keluar masuk situs dan blog lain guna mencari informasi dan berita-berita terbaru. Jadi, blog merupakan sarana belajar dan menjadi blogger menjadikan seseorang terus belajar.</p><h2>2.  Blog Meningkatkan Kemampuan Menulis</h2><p>Memiliki blog tentunya tidak terlepas dari kegiatan menulis dan dengan memiliki blog, <a
href="http://isnuansa.com/posting-blog/" target="_blank">frekuensi menulis</a> seseorang akan bertambah. Tidak ada aturan baku tentang cara dan gaya penulisan artikel di blog. Semuanya bergantung pada kemampuan &#8211; termasuk wawasan &#8211; dan gaya blogger tersebut. Biasanya blogger akan menulis hal-hal yang disukai karena lebih menguasai atau hal-hal yang dialami sehari-hari. Apapun tema tulisan itu, jika dikemas dengan baik dan gaya bahasa yang menarik, artikel tersebut akan mendapatkan  banyak perhatian dari pengunjung blog.</p><h2>3. Blog Merupakan Sarana Berbagi</h2><p>Dengan memiliki blog, seseorang seperti memiliki rumah sendiri untuk menyajikan informasi, berkomunikasi, bahkan menjalin pertemanan. Tentunya blog akan dijadikan media <em>sharing</em>. Jadi tidak hanya mengandalkan situs sosial populer seperti Facebook dan Twitter. Dengan blog, seseorang bisa menulis pengalaman, opini, hasil penelitian, konsep pemikiran, dan berbagai hal yang bisa dibagikan ke orang lain.</p><h2>4. Blog Untuk Personal Branding</h2><p>Apa mungkin seseorang bisa terkenal hanya dengan memiliki blog? Jawabannya, tentu saja bisa. Contoh: tahukah kawan siapa pemilik blog yang menampilkan tulisan ini? Saya yakin kawan tahu jawabannya. Jika belum, coba cari tahu di menu <a
href="http://isnuansa.com/tentang-saya/" target="_blank">Tentang Saya</a>. Dan bukan hanya kawan yang sedang membaca artikel ini yang tahu, masih ada ribuan orang lagi yang mengenal siap pemilik blog ini. Bagi saya pribadi, <a
href="http://isnuansa.com/apa-brand-anda/" target="_blank">personal branding Isnuansa</a> sudah sangat melekat di kepala. Meski belum pernah bertemu secara langsung tapi tulisan-tulisan beliau dengan gaya yang sederhana dan natural menjadikan saya tertarik untuk kembali dan kembali ke blog ini.</p><h2>5. Blog Untuk Mendapatkan Penghasilan</h2><p>MonetizeBlog! Ya, menjadikan blog sebagai sumber penghasilan. Tidak sedikit orang yang bisa mengubah kesenangan dan hobi menjadi sumber penghasilan, begitu juga dengan blog. Banyak cara untuk bisa mendapatkan penghasilan dari blog, contohnya penayangan iklan, affiliasi ataupun membuat artikel yang merupakan review dari sebuah produk/website/blog baru. Cara-cara yang lebih mendetail tentang monetize blog –  rencananya &#8211; akan Blogger Addict bahas di artikel-artikel lain yang akan di posting di kolom blog milik <a
href="http://kolompemuda.com/" target="_blank">Blogger Addict</a>.</p><p>Rasanya sudah cukup lima alasan ini untuk dijadikan pemicu awal bagi seseorang untuk membuat blog, melakukan aktifitas blogging dan menjadi blogger. Tentunya masih ada alasan-alasan lain yang belum terpikirkan oleh Blogger Addict. Sebab itu, kepada semua pembaca, diharapkan kesediaannya untuk memberi alasan-alasan lain di ruang komentar.</p><p><em>No body is perfect</em> dan dua kepala akan lebih baik dari satu kepala. Mari berbagi pengetahuan, pengalaman dan opini untuk kemajuan bersama.</p><p
style="text-align: center;">~~~</p><p>Tulisan ini karya <strong>Surya Yusman &lt;Blogger Addict&gt;</strong>, pemilik blog <a
href="http://kolompemuda.com/" target="_blank">Kolom Pemuda</a>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="../guest-blogger/">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/blog-bloging-blogger-dan-alasannya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>37</slash:comments> </item> <item><title>Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!</title><link>http://isnuansa.com/pantas-saja-tak-terdeteksi-bertindak-salah-sih/</link> <comments>http://isnuansa.com/pantas-saja-tak-terdeteksi-bertindak-salah-sih/#comments</comments> <pubDate>Wed, 28 Dec 2011 02:48:45 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <category><![CDATA[Sitelink]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4841</guid> <description><![CDATA[Ada yang salah dengan yang selama ini saya coba perhatikan dan pelajari. Seperti halnya dengan yang lain, saya berkeinginan memiliki situs blog yang terdeteksi dengan baik oleh google. Dan sebagai salah satu bukti terdeteksi dengan baik adalah dengan munculnya blog yang kita coba cek eksistensinya di mesin telusur berikut tautan-situsnya, atau lebih populer dikenal dengan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang salah dengan yang selama ini saya coba perhatikan dan pelajari. Seperti halnya dengan yang lain, saya berkeinginan memiliki situs blog yang terdeteksi dengan baik oleh google.</p><p>Dan sebagai salah satu bukti terdeteksi dengan baik adalah dengan munculnya blog yang kita coba cek eksistensinya di mesin telusur berikut tautan-situsnya, atau lebih populer dikenal dengan sebutan <em>sitelink</em>.</p><p>Hampir berbulan-bulan saya kecewa dengan apa yang saya harapkan. Setiap saya ketik <a
href="http://www.adetruna.com/">adetruna</a> di mesin telusur. Maka akan muncul alamat url saya, terdeteksi memang, namun tidak muncul <em>sitelink</em> seperti halnya blogger lain.</p><p>Blogger lain bisa kok! Misalnya, bila saya ketik nama “isnuansa” &#8211; tanpa tanda petik, maka akan muncul url beserta <em>sitelink</em>-nya. “Waduh &#8230; Blog adetruna kapan ya bisa terdeteksi mesin telusur beserta dengan <em>sitelink</em>-nya?” batin saya.</p><div
class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a
style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://3.bp.blogspot.com/-tweM16mvRMQ/TvQB2XVPmYI/AAAAAAAAAgk/d_uWVgXW4kQ/s1600/sitelink_isnuansa.jpg"><img
src="http://3.bp.blogspot.com/-tweM16mvRMQ/TvQB2XVPmYI/AAAAAAAAAgk/d_uWVgXW4kQ/s400/sitelink_isnuansa.jpg" alt="sitelink isnuansa Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" width="400" height="228" border="0" title="Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" /></a></div><p>Ketidakmengertian saya tersebut berlangsung lama, 3 hingga 4 bulan yang lalu saya masih saja kebingungan. Selalu saja saya berusaha mengetikan kata kunci, “adetruna” dan lagi-lagi url terdeteksi tanpa <em>sitelink</em>.</p><p>Tapi, kemarin sore lain ceritanya, saya baru kepikiran untuk memasukkan kata kunci, “blogdangkal”. Dan di luar dugaan saya, url blog adetruna terdeteksi dengan baik beserta <em>sitelink</em>-nya. “Yeaaaaaaa!” gembira dong saya, tentunya.</p><div
class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a
style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="http://1.bp.blogspot.com/-xSK29st2mXw/TvQCdvx594I/AAAAAAAAAgw/9hLkPMOL26M/s1600/sitelink_blogdangkal.jpg"><img
src="http://1.bp.blogspot.com/-xSK29st2mXw/TvQCdvx594I/AAAAAAAAAgw/9hLkPMOL26M/s400/sitelink_blogdangkal.jpg" alt="sitelink blogdangkal Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" width="400" height="247" border="0" title="Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" /></a></div><p>Pengalaman pertama selalu mengesankan bagi seseorang, termasuk saya dalam urusan <em>sitelink</em> ini. Kesimpulannya, bila kita memiliki url blog usahakan ada kesinambungan antara nama url dengan titel blog kita. Kalau beberapa bulan yang lalu sih, pantas saja <em>sitelink</em> takterdeteksi, bertindak salah sih!</p><p>Maka, sakarang saya mengerti perkara urusan bahwa, nama url dengan judul titel di blog harus ada kesinambungan, termasuk penamaan. Artikel ini pengalaman pribadi dan menjadi pelajaran bagi saya.</p><p>Paling tidak, ada keselarasan, kalau melihat contoh mbak isnuansa kan jelas; nama url isnuansa dan nama titel blog-nya pun ada unsur nama yang sama yaitu isnuansa. Sedangkan saya selama ini, nama url adetruna sementara judul titel di blog, <strong><a
href="http://www.adetruna.com/" target="_blank">“blogdangkal™”</a></strong>.</p><p>Untuk mbak Isnuansa, terima kasih berkenan menyajikan artikel saya sebagai tamu di sini. <em>Happy blogging, everyone, bye!</em> *halah* <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt="icon razz Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" class='wp-smiley' title="Pantas Saja Tak Terdeteksi, Bertindak Salah Sih!" /></p><p
style="text-align: center;">~~~</p><p>Tulisan ini karya <strong>Adetruna</strong>, pemilik blog <a
href="http://adetruna.com/" target="_blank">Blogdangkal</a>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="../guest-blogger/">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/pantas-saja-tak-terdeteksi-bertindak-salah-sih/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>37</slash:comments> </item> <item><title>Google+; 3 Alasan Saya Menyukainya</title><link>http://isnuansa.com/google-3-alasan-saya-menyukainya/</link> <comments>http://isnuansa.com/google-3-alasan-saya-menyukainya/#comments</comments> <pubDate>Tue, 02 Aug 2011 01:54:23 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4470</guid> <description><![CDATA[Google+ hadir saat Facebook kukuh di kisaran angka 700 juta pengguna di seluruh dunia.  Terlambat? Sepertinya tidak. Fakta hari ini menunjukkan pengguna Google+ telah mencapai 20 juta hanya dalam waktu 4 minggu. Seorang teman mengundang saya bergabung lewat Gmail pada 8 Juli 2011. Yah, sementara ini kita masih butuh seorang pengguna untuk mengundang kita masuk. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Google+</strong> hadir saat Facebook kukuh di kisaran angka 700 juta pengguna di seluruh dunia.  Terlambat? Sepertinya tidak. Fakta hari ini menunjukkan pengguna Google+ telah mencapai 20 juta hanya dalam waktu 4 minggu.</p><p>Seorang teman mengundang saya bergabung lewat Gmail pada 8 Juli 2011. Yah, sementara ini kita masih butuh seorang pengguna untuk mengundang kita masuk. Nama besar Google menjadi daya tarik utama saya menyambut undangan. Selama ini saya menggunakan facebook dan twitter guna memperluas jangkauan pembaca blog. Saya berpikir apa salahnya mencoba satu lagi ‘<strong><em>platform berbagi</em></strong>’ ?</p><p>Kenyataannya lebih dari itu. Setelah bereksperimen selama 1 minggu, <em>Google+</em> justru membuat saya berpikir hendak meninggalkan facebook. Bukan soal mudah membagi waktu diantara menulis, promosi blog dan pekerjaan harian dengan merawat 3 akun <em>social network</em> sekaligus.</p><p>Sedikitnya ada 3 alasan dibalik pemikiran tersebut;</p><h2>1.     Google+ Memahami Manusia</h2><p>Manusia secara alami mengklasifikasikan setiap orang kedalam ketegori berbeda. Cara kita berkomunikasi dengan suami/istri berbeda dengan kenalan biasa. Topik pembicaraan kita dengan sesama blogger berbeda dengan teman kampus kita. Saya mencermati <em>Google+</em> bekerja dengan tesis seperti itu.</p><p>Google+ menyediakan fitur bernama <strong><em>circles</em></strong> (lingkaran). Sebuah metode berbagi yang sepintas saya pikir merupakan antitesis dari <em>platform berbagi</em> facebook. <strong><em>Fitur Lingkaran</em></strong> pula yang menegaskan differensiasi Google+ vs facebook.</p><p>Kita berbagi konten (status, link, foto dan video) di facebook kepada semua orang dalam <em>friendlist</em> Memang ada opsi guna menyembunyikannya dari nama-nama tertentu. Tapi merepotkan. Facebook seolah menganggap semua orang dalam <em>friendlist</em> sebagai <em>’teman’</em> belaka. Entah dia saudara, kekasih, teman sekolah atau <em>entah-siapa-dia</em> yang sekedar kita konfirmasi tawaran pertemanannya.</p><p>Semua <em>’teman’</em> kita di facebook punya akses melihat dan mengomentari postingan. Dan sebaliknya, semuanya juga leluasa menandai nama kita pada setiap konten yang mereka bagikan. Saya terkadang kesal juga dengan <em>teman</em> yang memperlakukan dinding saya tak ubahnya Roxy.</p><p>Saya menyukai <em>Google+</em> karena Google+ menghalangi siapa saja menempel sesuatu pada dinding profil. Sebuah foto, misalnya, hanya akan ditandai dengan nama saya bila saya sudah menyetujuinya terlebih dahulu.</p><p>Fitur Lingkaran Google+ juga memungkinkan saya berbagi dan berinteraksi dengan setiap orang secara berbeda. Setiap konten (teks, foto, link dan video) yang saya bagi ke dalam aliran hanya akan terlihat oleh orang-orang dalam lingkaran yang saya pilih. Ada opsi centang kepada lingkaran yang mana konten hendak saya bagikan sebelum menekan tombol berbagi.</p><p>Hanya satu yang perlu saya kerjakan, yaitu membuat lingkaran dan memasukkan nama-nama kedalamnya. Saya bisa mengelompokkan orang-orang kedalam lingkaran berdasarkan pola hubungan saya dengan mereka. Contohnya, saya memasukkan kawan sesama blogger kedalam lingkaran bernama Blogger.</p><p>Memang setiap orang yang saya lingkari juga bebas berbagi dengan saya. Namun saya punya opsi melihat aliran streaming hanya dari lingkaran yang ingin saya lihat. Opsi ini memudahkan pengguna yang memiliki waktu terbatas. Mungkin kita hanya ingin melihat up date terbaru dari lingkaran tertentu, tanpa perlu menggulir kursor jauh ke bawah.</p><p>Kita adalah manusia. Kita ingin berbagi dengan orang-orang didunia maya sama dengan cara kita di kehidupan nyata. Sekarang ini, Google+ adalah <em>platform berbagi</em> yang paling memahami keinginan itu</p><h2>2.     Personal Branding</h2><p>Tampilan <strong>halaman Profil</strong> pada <em>Google+</em> sangat personal. <em>Post</em> kita hanya berisi konten (teks. Link, foto &amp; video) yang pernah kita bagikan kedalam aliran (arsip). Tidak ada postingan orang lain, apalagi promo produk elektronik yang kerap ditemui di facebook.</p><p>Ada kategori <strong>Ihwal</strong> (<em>about</em>) pada Halaman Profil. Laman ini sangat prospektif menurut saya buat membangun personal brand. Pengguna bisa menuliskan <em>tag line</em> tepat dibawah nama. Saya melihat salah seorang pengguna cukup efektif mendeskripsikan ‘mereknya’ dalam tag line; <em>Blonde, Smart, Blogger, freelance web designer</em>.  Hanya dalam sekali tatap saya lansung bisa mengidentifikasi ‘merek pribadi’ yang bersangkutan.</p><p>Dibawah tagline tersedia kolom yang bisa dipergunakan memajang 5 buah foto secara berderet. Ada seorang penulis dengan tepat memanfaatkan kolom itu untuk memajang 5 sampul buku yang pernah dia terbitkan, tepat dibawah taglinennya; <strong>Writer </strong>&amp;<strong> Editor</strong>.</p><p>Yang paling menarik adalah <strong>kolom pendahuluan</strong> dibawah <strong>kolom foto</strong>. Kolom ini mirip fitur Note pada facebook dengan opsi; <strong>huruf tebal</strong>, <em>miring</em>, bullets list dan tautan/link (<strong><em>anchor tex</em></strong>t).</p><p>Kolom pendahuluan membantu mendeskripsikan ‘<em>personal brand</em>’ pengguna. Kita bisa mengurai riwayat otoritas kita dalam satu bidang/topik tertentu memakai <em>bullets list</em>.  Kita bisa mendeskripsikan topik blog-blog yang kita kelola; Pengalaman kerja; Award yang pernah diperoleh; Mempromosikan produk seperti ebook, buku cetak, plugin, theme, layanan pembuatan website, kursus blogging, konsultasi, dsb., serta alamat kontak kita secara lengkap.</p><p>Bayangkan, dengan opsi memasang tautan/link itu kita bisa mengarahkan pembaca lansung menuju landing page produk yang kita tawarkan ?</p><h2>3.     Seperti ‘Ngeblog’</h2><p>Pada hari ke-3 menggunakan Google+, saya iseng-iseng ingin mengetahui berapa maksimal jumlah kata yang bisa diposting. Saya copy paste beberapa artikel acak sekitar 1.470 kata, lalu menekan tombol berbagi. Ternyata bisa (Pembaca punya opsi membentangkan atau menciutkan postingan). Seolah kita menulis di blog ?</p><blockquote><p><em>Pengguna bisa memasang tanda; </em><strong>*</strong><em> sebelum dan sesudah kata/kalimat (tanpa spasi) yang ingin kita tebalkan, tanda;</em><strong><em> </em></strong><strong>_</strong><em> untuk kata/kalimat miring, dan tanda: </em><strong><em>-</em></strong><em> untuk mencoret kata/kalimat </em></p></blockquote><p>Saya berpikir kelak ketika menerbitkan buku atau eBook, akan memanfaatkannya buat menulis testimoni atau salinan copy. Cara itu cukup efektif saya kira, ketimbang hanya memasang link menuju landing page. Konsumen bisa bertanya lansung mengenai buku/ebook dan kita pun bisa memperoleh umpan balik secara real time.</p><p><strong><em>Google+</em></strong> baru diluncurkan 28 Juni 2011. Terus terang analisa diatas masih prematur. Kita belum tahu apakah tampilan dan fitur <em>Google+</em> sekarang bersifat permanen? Tapi tak ada salahnya kita bergerak cepat, bukan ? Saya kira memiliki satu lagi akun <em>social network</em> bukan menambah kerepotan bila manfaatnya ternyata jauh lebih besar. Jadi, tunggu apa lagi ?</p><p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p><p><strong>Daeng Anto</strong>. <em>Blogger kapan waktu</em> di <a
href="http://www.indonovel.com/" target="_blank">www.indonovel.com</a>. Sekarang bermukim di Makassar. Anda dapat terhubung dengannya melalui <strong><a
href="https://plus.google.com/117596073634212689557/about" target="_blank">Google+</a></strong> &amp; <strong><a
href="https://twitter.com/daeng_anto" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/google-3-alasan-saya-menyukainya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>46</slash:comments> </item> <item><title>Kenali Website Anonymous Sebelum Submit URL</title><link>http://isnuansa.com/kenali-website-anonymous-sebelum-submit-url/</link> <comments>http://isnuansa.com/kenali-website-anonymous-sebelum-submit-url/#comments</comments> <pubDate>Thu, 28 Jul 2011 21:01:48 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4443</guid> <description><![CDATA[Setiap blogger pasti menginginkan yang namanya dapat SEO dan menjadi Top Rank di sebagian besar Search Engine. Dengan melakukan berbagai cara mulai dari Submit di Google Webmaster sampai yang tidak masuk akal dengan menggunakan software backlink. Dan yang menjadi tujuannya tidak lain adalah SEO dan Backlink. Biasanya dalam memulai membuat blog sebagian besar blogger mensubmitkan alamat [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Setiap blogger pasti menginginkan yang namanya dapat SEO dan menjadi Top Rank di sebagian besar Search Engine. Dengan melakukan berbagai cara mulai dari Submit di Google Webmaster sampai yang tidak masuk akal dengan menggunakan software backlink. Dan yang menjadi tujuannya tidak lain adalah SEO dan Backlink. Biasanya dalam memulai membuat blog sebagian besar blogger mensubmitkan alamat url-nya lewat Search Engine terkenal, seperti Google, Bing, dan Yahoo. Tidak hanya itu biasanya ada juga website yang menawarkan backlink dan optimisasi SEO dengan cepat. Biasanya website ini bersifat Anonymous, jika Anda pernah mengenal IP Anonymous pasti mengerti. Istilah ini biasa digunakan untuk menyatakan bahwa suatu situs atau IP tingkat kredibilitasnya  rendah (istilah lainnya website terselubung). Biasanya pada sebuah website cenderung menjadi web spam. Lantas seperti apakah dampak website anonymous dan bagaimana cara kita mengetahui bahwa website tersebut anonymous?</p><p>Cara mengenali suatu website anonymous sangatlah mudah. Pertama, kita melihat dari desain. Biasanya jika suatu website yang kredible mencantumkan logo dan desain yang tidak membingungkan. Maksudny, jika suatu website dari segi desain, khususnya pada menu, kita dibuat bingung. Biasanya tujuannya agar kita berlama-lama dan bisa menaikkan page view dari website tersebut. Yang patut dilihat adalah propagandanya yang dilakukan. Seperti misalnya disubmit ke 2500 backlink dalam sekejap. Sedangkan search engine sekelas Google tidak pernah menjelaskan akan hal itu. Banyak sekali website yang akhir-akhir ini menjamur dan mengatasnamakan sebagai website submit ke search engine.</p><p>Setelah kita submit dampak negatif lebih banyak daripada dampak positif bagi blog kita.</p><p><strong>Pertama</strong>, Anda akan mendapat kerugian dengan banyaknya spam yang masuk pada Email Anda. Lho kok bisa, inilah yang tanpa disadari ketika Anda submit maka disitu email Anda dicantumkan maka secara otomatis email Anda tercantum dalam database mereka. Dan ahirnya Email Anda digunakan sebagai ajang  promosi gratisan bagi produk mereka.</p><p><a
style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" href="http://2.bp.blogspot.com/-cLCiOO01BK0/Tifn-oqFnWI/AAAAAAAAAWU/jsKQhE_u0F8/s1600/spam.jpg"><img
src="http://2.bp.blogspot.com/-cLCiOO01BK0/Tifn-oqFnWI/AAAAAAAAAWU/jsKQhE_u0F8/s1600/spam.jpg" border="0" alt="spam Kenali Website Anonymous Sebelum Submit URL"  title="Kenali Website Anonymous Sebelum Submit URL" /></a><strong>Kedua</strong>, Anda tidak akan bisa mengecek apakah website tersebut benar-benar bekerja apa tidak karena sulit menemukan cara untuk melacakya. Ya kalau itu disubmit benar ke search engine popular seperti Google kalau yang lain mana kita tahu?. Dan kalau dimasukkan ke website yang bersifat negatif dengan perlahan website Anda akan turun drastis dari segi SEO maupun backlink.</p><p><strong>Ketiga, </strong>Link Blog Anda akan dibanjiri link spam/sampah di search engine. Link ini biasanya berada di blog yang menggunakan AGC.</p><p><strong>Keempat, </strong>Anda akan mendapatkan email yang kadangkala berupa virus atau malware yang bisa menyerang komputer Anda dan ini pernah saya alami di komputer sekolah. Ketika membuka email tiba tiba langsung banyak program yang error.</p><p>Sebenarnya tips untuk mengatasi ini sangat mudah jangan sembarangan mensubmit url dan memberikan email Anda. Dan yang terpenting jika Anda ingin mem-bookmark artikel gunakan situs popular seperti link.in, stuble upon, tehnorati, maupun del.icio.us.</p><p>Sekian semoga sedikit tips dapat menambah wawasan blogging.</p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~ </strong></p><p>Tulisan ini karya <strong>Kodok Kampus</strong>, pemilik <a
href="http://www.kodokkampus.web.id">Kondok Kampus</a>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/kenali-website-anonymous-sebelum-submit-url/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>18</slash:comments> </item> <item><title>Jika Harry Potter Seorang Blogger&#8230;</title><link>http://isnuansa.com/jika-harry-potter-seorang-blogger/</link> <comments>http://isnuansa.com/jika-harry-potter-seorang-blogger/#comments</comments> <pubDate>Fri, 22 Jul 2011 05:11:00 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4410</guid> <description><![CDATA[Apakah Harry Potter adalah seorang blogger? Atau setidaknya memiliki kualitas seorang blogger? Terlepas dari jawaban kamu, saya pikir Harry Potter memiliki kualitas sebagai blogger yang hebat. Kualitas inilah yang menjadikannya terkenal di seluruh dunia sihir (dan dunia blogger). Jadi pelajaran apa yang Harry Potter dapat ajarkan kepada kita tentang blogging? Ikhlas Walaupun bukan seorang penyihir [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Harry Potter adalah seorang blogger? Atau setidaknya memiliki kualitas seorang blogger? Terlepas dari jawaban kamu, saya pikir Harry Potter memiliki kualitas sebagai blogger yang hebat. Kualitas inilah yang menjadikannya terkenal di seluruh dunia sihir (dan dunia blogger). Jadi pelajaran apa yang <a
href="http://isnuansa.com/andai-harry-potter-pakai-simpati/">Harry Potter</a> dapat ajarkan kepada kita tentang blogging?</p><h2>Ikhlas</h2><p>Walaupun bukan seorang penyihir terhebat, Harry Potter selalu membantu orang lain dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan. Hal inilah yang membuatnya disukai oleh banyak orang. Sebagai blogger, keikhlasan adalah hal pertama yang harus kamu miliki. Ikhlas untuk berbagi dan membantu orang lain lewat tulisan kamu di blog. Keikhlasan akan membantu kamu agar konsisten untuk ngeblog. Walaupun tidak ada orang yang berkomentar di blog kamu selama berbulan-bulan.</p><h2>Tidak ada jalan pintas</h2><p>Harry Potter mempelajari sihir selama bertahun-tahun. Dari tahun pertama masuk Hogwart hingga mengalahkan Voldemort di film terakhirnya. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi penyihir hebat dan terkenal, meskipun kamu mempelajari <em>black magic</em>. Dalam blogging, black magic mirip dengan black hat. Teknik ini mungkin dapat membawa kamu ke peringkat satu halaman pencarian, tetapi hanya bertahan sementara. Untuk terkenal dan memiliki penghasilan sebagai blogger, kamu harus belajar dari nol. Semua blogger terkenal memulai perjalanan karirnya dari bawah dan memakan waktu tahunan. Menggunakan teknik hitam hanya akan merusak reputasi kamu.</p><h2>Temukan keunikan kamu</h2><p>Setiap penyihir memiliki keunikannya masing-masing. Bahkan seorang Neville Longbottom yang sering jadi bahan tertawaan di kelas , akhirnya menjadi guru di Hogwart. Tidak ada individu yang sama, demikian juga blogger. Setiap blogger adalah pribadi yang unik. Memiliki  cara pandang yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Beranilah untuk menerima diri kamu apa adanya. Kembangkan keunikan individu kamu sebagai blogger.</p><h2>Berkawanlah</h2><p>Apakah Harry Potter dapat mengalahkan Voldemort seorang diri? Tentu tidak. Sehebat apapun Harry, dia tetap memerlukan Ron dan Hermione. Kerjasama mereka bertigalah yang berhasil melawan kejahatan yang diperbuat Voldemort dan kaki tangannya. Sebagai blogger kita juga dituntut berkawan. Berteman dengan sesama blogger. Khususnya yang memiliki kesamaan minat dan topik. Dengan berkawan, kamu dapat mengembangkan pergaulan dan wawasan. Dengan berteman, kamu akan memperoleh dukungan dan bantuan bila mendapat masalah.</p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~ </strong></p><p>Tulisan ini karya <strong>Aidhil Pratama</strong>, pemilik blog <a
title="Lompoulu" href="http://lompoulu.blogspot.com" target="_blank">Lompoulu</a>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/" target="_blank">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/jika-harry-potter-seorang-blogger/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>39</slash:comments> </item> <item><title>Cara Mengosongkan Trash WordPress Secara Otomatis</title><link>http://isnuansa.com/cara-mengosongkan-trash-wordpress-secara-otomatis/</link> <comments>http://isnuansa.com/cara-mengosongkan-trash-wordpress-secara-otomatis/#comments</comments> <pubDate>Wed, 20 Jul 2011 15:36:40 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4412</guid> <description><![CDATA[Trash WordPress sebenarnya sama fungsinya seperti Recycle Bin pada Window, yaitu sebagai fitur penyimpanan data yang diasingkan sebelum dihapus secara permanen. Jadi intinya jika ada konten yang terlanjur di remove, masih bisa dikembalikan dengan syarat konten tersebut belum dikosongkan/dihapus dari trash. Nah, bagian yang sedikit menyebalkan dari fitur trash ini yaitu anda terpaksa harus menyisihkan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Trash  WordPress sebenarnya sama fungsinya seperti <em>Recycle Bin</em> pada Window,  yaitu sebagai fitur penyimpanan data yang diasingkan sebelum dihapus  secara permanen. Jadi intinya jika ada konten yang terlanjur di <em>remove</em>,  masih bisa dikembalikan dengan syarat konten tersebut belum  dikosongkan/dihapus dari <em>trash</em>.</p><p>Nah,  bagian yang sedikit menyebalkan dari fitur <em>trash</em> ini yaitu anda  terpaksa harus menyisihkan sedikit waktu untuk mengosongkan <em>trash</em> wordpress, apalagi bagi blogger yang sangat menghargai waktu. Lantas  kenapa kita harus rutin menjaga <em>trash</em> agar tetap kosong? Karena jika <em>trash</em> terisi oleh beban konten yang tidak perlu, maka <em>quota space</em> dari <em>host</em> anda akan termakan secara sia-sia.</p><p>Dalam  pembahasan ini, saya akan menunjukkan kepada anda bagaimana cara  mengosongkan <em>trash</em> secara otomatis rutin  tiap hari, tiap minggu, atau  sesuai dengan keinginan anda.</p><p>Oke, kita mulai &#8211; Yang harus Anda lakukan adalah membuka file wp-config.php Anda. File ini terletak di direktori file teratas.<br
/> Tambahkan kode : define(&#8216;EMPTY_TRASH_DAYS&#8217;, 1 ); //Integer is the amount of days</p><p>Lihat  kode diatas! Kode diatas bernilai, 1 (1 hari), itu artinya <em>trash</em> wordpress akan terhapus secara otomatis tiap hari. Jika ingin menghapus <em>trash</em> wordpress tiap minggu, maka isikan dengan nilai 7, dan seterusnya.  Jika anda sama sekali tidak menginginkan fitur trash, isikan dengan  angka 0. Gampang bukan? Semoga bermanfaat!</p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~ </strong></p><p>Tulisan ini karya <strong>Monza Aulia</strong>, pemilik <span
class="removed_link" title="http://monzabyte.com/">Monzabyte</span>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/cara-mengosongkan-trash-wordpress-secara-otomatis/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?</title><link>http://isnuansa.com/apa-yang-menghalangi-anda-memiliki-gravatar/</link> <comments>http://isnuansa.com/apa-yang-menghalangi-anda-memiliki-gravatar/#comments</comments> <pubDate>Tue, 12 Jul 2011 02:09:32 +0000</pubDate> <dc:creator>isnuansa</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4385</guid> <description><![CDATA[Adakah pembaca di sini yang belum tahu apa itu gravatar? Gravatar, atau biasa disebut avatar, adalah gambar profil seseorang yang telah mendaftarkan alamat emailnya di gravatar.com. Avatar ini dulunya hanya merupakan foto profil bagi pengguna layanan WordPress.com. Seiring waktu, avatar telah menjadi identitas diri di internet. Dengan adanya avatar, seseorang dapat dikenali berupa gambar profil [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Adakah pembaca di sini yang belum tahu apa itu gravatar? Gravatar, atau biasa disebut avatar, adalah gambar profil seseorang yang telah mendaftarkan alamat emailnya di <a
href="http://en.gravatar.com/">gravatar.com</a>. Avatar ini dulunya hanya merupakan foto profil bagi pengguna layanan WordPress.com. Seiring waktu, avatar telah menjadi identitas diri di internet.</p><p>Dengan adanya avatar, seseorang dapat dikenali berupa gambar profil yang muncul setiap kali ia memberikan tanggapan atau komentar di blog bermesin wordpress. Bukan hanya wordpress saja yang menyediakan fitur avatar, namun layanan lain seperti disqus.com, intensdebate.com juga menerapkannya. Tak heran bila gravatar disebut juga sebagai KTP <em>online</em>.</p><h3>Alasan tidak memiliki Gravatar</h3><p>Hampir sebagian besar narablog (<a
href="http://www.google.co.id/search?&amp;q=apa+itu+narablog">apa itu narablog</a>?) telah memiliki gravatar, namun sayangnya masih banyak yang belum memilikinya. Saya amati, kebanyakan dari mereka yang belum memiliki gravatar adalah pengguna blogspot. Hal ini bisa saya ketahui karena sebagian besar pengguna blogspot yang berkomentar di blog saya tidak memiliki gravatar.</p><p>Ada beberapa alasan seorang narablog tidak memiliki gravatar, antara lain:</p><ul><li><h4>Belum tahu apa itu gravatar</h4><p>Biasanya para newbie belum mengenal apa itu gravatar dan bagaimana mendaftarnya. Hal ini masih dapat dimaklumi karena yang namanya newbie itu belum tahu apa-apa. Kalau sudah tahu segalanya pasti bukan newbie namanya <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt="icon razz Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" class='wp-smiley' title="Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" /> .</li><li><h4>Belum sempat mendaftar</h4><p>Bisa jadi, narablog memiliki banyak alamat email. Namun saat berkomentar, alamat email yang digunakan belum terdaftar di Gravatar.com, sehingga gambar avatarnya tidak muncul.</li><li><h4>Masa bodoh</h4><p>Narablog jenis ini tidak membutuhkan gambar profil, karena ia pada dasarnya tidak peduli orang lain rugi atau tidak, yang penting ia bisa komen, tebar backlink, sana-sini hepi <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt="icon razz Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" class='wp-smiley' title="Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" /></li><li><h4>Pemalsuan identitas</h4><p>Narablog jenis ini biasanya menggunakan alamat email palsu ketika berkomentar. Karena alamat emailnya palsu, tentu saja gambar avatarnya tidak akan muncul.</li></ul><h3>Manfaat Gravatar</h3><p>Sebenarnya kalau anda mau tahu, sangat banyak manfaat yang dapat kita ambil dengan memiliki gravatar, saya akan sebutkan beberapa diantaranya:</p><ol><li><h4>Sebagai identitas diri</h4><p>Gravatar kini sudah menjadi identitas online para netter. Seperti halnya twitter, gravatar pun menggunakan username kita sebagai ID. Contoh gravatar mbak nunik bisa dilihat di <a
href="http://en.gravatar.com/isnuansa">http://en.gravatar.com/isnuansa</a>. Lihatlah foto manis yang terpampang. Bagus, bukan? <img
src='http://isnuansa.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" class='wp-smiley' title="Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" /></li><li><h4>Deteksi alamat email asli</h4><p>Pengkomentar yang memiliki gravatar bisa dipastikan alamat email yang digunakan adalah valid. Berbeda halnya dengan orang yang tidak punya, kita bisa saja menyangka ia menggunakan alamat email palsu. Selain itu dengan adanya avatar, menandakan anda benar-benar eksis di internet, serta menunjukan ke-professional-an anda.</li><li><h4>Mempercepat waktu muat (loading) halaman blog</h4><p>Ini adalah poin penting yang akan saya jelaskan tersendiri di judul berikutnya.</li><li><h4>Meningkatkan <em>Usability</em> atau kebergunaan sebuah blog</h4><p><em>Usability</em> atau kebergunaan sangat penting dalam interaksi antara <em>webmaster</em> (pemilik blog) dengan <em>user</em> (pembaca). Salah satu poin usability yang ada dalam sebuah blog adalah adanya gravatar. Contoh nyatanya adalah gambar avatar yang dimiliki oleh pengkomentar dapat membuat diskusi lebih interaktif, disamping pula dapat lebih mudah dikenali. Lain halnya bila ia tidak memiliki gravatar, alur diskusi menjadi kurang menarik lagi.</li></ol><h3>Hei blogger, wajib bagi anda memiliki gravatar</h3><p>Mengapa saya katakan anda (selaku narablog) wajib memiliki avatar yang valid? Karena hal ini terkait kecepatan muat (loading) suatu halaman blog. Kita tahu di era Google panda ini, salah satu faktor terbesar yang menentukan peringkat sebuah halaman di mesin pencari adalah kecepatan muat.</p><p>Tahukah anda bahwa keberadaan avatar yang tidak valid (tidak terdaftar) dapat memperlambat kecepatan muat halaman blog? Mari kita lihat gambar berikut ini.</p><p
class="wp-caption aligncenter"><img
src="http://static.rismaka.net/u/8052392/images/2011/07/pagespeedanalysisresult.jpg" alt="pagespeedanalysisresult Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" width="550" height="237" title="Apa yang Menghalangi Anda Memiliki Gravatar?" /></p><p>Baris kode yang ditunjukkan oleh panah adalah kode sumber avatar yang tidak valid. Avatar yang tidak valid ini berasal dari pengkomentar yang tidak memiliki gravatar. Kode sumber avatar yang tidak valid dapat menimbulkan beban berlebih saat klien (dalam hal ini browser) mengunduhnya, karena ia akan ter-<em>redirect</em> ke kode sumber pengganti.</p><p>Akibat proses redirect ini, menyebabkan kecepatan muat halaman menjadi berkurang. Itu baru satu pengkomentar, bagaimana bila ada 100 orang yang tidak memiliki gravatar berkomentar di blog anda? Hitung saja sendiri, 100 x 2 Proses redirect = 200 proses yang sia-sia. Artinya, semakin banyak pengkomentar yang tidak memiliki gravatar, semakin lambat pula halaman blog anda dimuat atau ditampilkan.</p><p>Sebenarnya proses redirect yang dijelaskan di atas tidak sesimpel itu. Untuk melihat proses lengkapnya, silakan merujuk ke halaman pencarian google, mengapa <a
href="http://www.google.com/search?&amp;q=Wajib+Memiliki+Gravatar">pengkomentar wajib memiliki gravatar</a>.</p><p
style="text-align: center;"><strong>~~~ </strong></p><p>Tulisan ini karya <strong>Kharisma Adi</strong>, pemilik blog <a
href="http://rismaka.net/">Rismaka.Net</a>. Jika Anda ingin menulis di Isnuansa.Com, baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/">Guest Blogger</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/apa-yang-menghalangi-anda-memiliki-gravatar/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>58</slash:comments> </item> <item><title>5 Tips SEO Dalam Menghadapi Google Panda</title><link>http://isnuansa.com/5-tips-seo-dalam-menghadapi-google-panda/</link> <comments>http://isnuansa.com/5-tips-seo-dalam-menghadapi-google-panda/#comments</comments> <pubDate>Sat, 04 Jun 2011 06:09:47 +0000</pubDate> <dc:creator>Guest Blogger</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4204</guid> <description><![CDATA[Google Panda merupakan isu yang sedang hangat dibahas di kalangan penggiat SEO akhir-akhir ini. Bisa dibilang, Google Panda ini merupakan salah satu topik terpenting dalam beberapa tahun terakhir yang harus diketahui oleh para pelaku SEO, para blogger, maupun para online marketer lainnya. Apakah Google Panda Itu? Di bulan February 2011 lalu, Google melakukan sebuah update [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Google Panda merupakan isu yang sedang  hangat dibahas di kalangan penggiat SEO akhir-akhir ini. Bisa dibilang,  Google Panda ini merupakan salah satu topik terpenting dalam beberapa  tahun terakhir yang harus diketahui oleh para pelaku SEO, para blogger,  maupun para online marketer lainnya.</span></p><h2>Apakah Google Panda  Itu?</h2><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Di bulan February 2011 lalu, Google  melakukan sebuah update alogaritma yang cukup signifikan dalam menentukan  faktor ranking di SERP. Tujuan utama dari update ini adalah untuk “memerangi”  website-website dengan konten yang tidak berkualitas, terutama sekali  website-website dengan <em>duplicate content</em> (konten jiplakan).</span></p><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Dengan demikian, diharapkan hanya website-website  relevan yang berkualitas sajalah yang bisa muncul di halaman 1 Google,  sehingga memberikan <em>user experience</em> yang lebih baik kepada para pengguna  Google. </span></p><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><em>Update</em> alogaritma inilah yang dinamakan  dengan Google Panda.</span></p><h2>Apa  Efek dari Google Panda?</h2><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Efek dari Google Panda ini memang tidak  main-main. Beberapa website besar seperti About.com dan <a
href="http://ezinearticles.com/" _mce_href="http://ezinearticles.com/" target="_blank">ezinearticles.com</a> telah merasakan <em>traffic loss</em> yang signifikan karena dianggap berisi  konten-konten duplikat. </span></p><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Memang awalnya Google Panda ini hanya  diberlakukan di Amerika Serikat, namun dalam waktu sesegera mungkin  Google Panda ini akan diberlakukan secara global, termasuk di Indonesia.  Jadi, bagi Anda yang merasa memiliki blog atau website yang memiliki  konten yang merupakan hasil jiplakan dari website lain, sebaiknya Anda  mulai memperbaikinya jika tidak ingin mengalami <em>drop ranking</em> di Google.</span></p><h2>So, What Should  We Do?</h2><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Berikut adalah 5 tips SEO dalam menghadapi  Google Panda ini:</span></p><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>1. Hindari <a
_mce_href="http://isnuansa.com/pro-dan-kontra-duplicate-content/" href="http://isnuansa.com/pro-dan-kontra-duplicate-content/">Duplicate Content</a></strong></span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Duplicate content merupakan target  utama dari Google Panda ini. Jadi, jika Anda tidak ingin website Anda  menjadi korbannya, sebaiknya segera hapus halaman-halaman website atau  blog Anda yang berisi <em>duplicate content</em>.&nbsp; Jika tidak ingin dihapus,  Anda bisa mem-blok halaman tersebut dengan robots.txt supaya tidak diindex  oleh spider Google. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Satu hal yang penting untuk diketahui  di sini adalah, sebuah halaman website yang tidak berkualitas akan mempengaruhi  kualitas website Anda di mata Google secara keseluruhan. Jadi, meskipun  hanya ada satu halaman web yang tidak berkualitas, sebaiknya Anda menghapusnya  atau membloknya.</span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>2. Social Media Link is    Becoming More Important</strong></span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Menurut Matt Cutts, pentolan <em>engineer</em> di Google, di tahun 2011 ini salah satu strategi <em>link building</em> yang  perlu Anda fokuskan adalah link yang berasal dari social media seperti  Facebook dan Twitter. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Tentu saja, <em>clue</em> yang dia berikan  ini berkaitan dengan Google Panda <em>update</em>, karena Google Panda ini sendiri  dimulai di awal tahun 2011. Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara  lama seperti tukar menukar link dengan website yang tidak relevan ataupun  tidak memiliki kualitas. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>3. Buat    Konten yang Berkualitas dan Original</strong></span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Ya, Anda harus mulai menciptakan  konten yang <a
_mce_href="http://isnuansa.com/5-alasan-blog-anda-harus-unik/" href="http://isnuansa.com/5-alasan-blog-anda-harus-unik/">original</a> dan bermanfaat bagi <em>visitor</em> website Anda. Google  sangat menyukai jika ada konten-konten baru yang dibuat secara teratur,  terutama sekali jika konten tersebut bukan hasil jiplakan dan disukai  oleh <em>visitor</em> Anda. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>4. Fokuskan    pada On-Page SEO </strong></span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Salah satu cara Google mendefinisikan  apakah website Anda memberikan user experience yang berkualitas atau  tidak adalah melalui faktor-faktor <em>on-page SEO</em>. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Misalnya saja, berapa lama visitor  Anda betah berada di website Anda, apakah <a
_mce_href="http://isnuansa.com/lebih-dalam-lagi-tentang-bounce-rate/" href="http://isnuansa.com/lebih-dalam-lagi-tentang-bounce-rate/"><em>bounce rate</em></a>-nya tinggi, berapa  banyak internal link yang di-klik, <a
_mce_href="http://isnuansa.com/5-cara-meningkatkan-page-view-blog/" href="http://isnuansa.com/5-cara-meningkatkan-page-view-blog/">berapa banyak halaman yang di-klik</a>,  dan sebagainya. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Jangan melupakan juga bahwa kecepatan  loading website juga merupakan salah satu faktor penting. Jika Anda  merasa loading website Anda lama, </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;"><strong>5. Perkaya    halaman web dengan berbagai fitur</strong></span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Untuk meningkatkan user experience  dari visitor website Anda, jangan hanya mengisi halaman website Anda  dengan text tulisan. </span></ul><ul><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Variasikan konten website Anda  dengan video, gambar yang ditambahkan ALT pic, dan kalau perlu ditambahkan  dengan pdf file download (whitepaper). </span></ul><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Intinya, website atau blog Anda harus  bisa memberikan “user experience” yang berkualitas kepada visitor  website Anda. Sudah tidak jamannya lagi Anda membanjiri website Anda  dengan <em>keyword spamming, external link</em> yang tidak relevan, konten-konten  jiplakan, dan faktor-faktor lain yang bisa membuat visitor Anda merasa  “<strong>ilfil</strong>” mengunjungi website Anda.</span></p><p
style="text-align: center;" _mce_style="text-align: center;"><strong>~~~</strong></p><p><span
style="font-family: Calibri; font-size: small;" _mce_style="font-family: Calibri; font-size: small;">Tulisan ini hasil karya <strong>Hendra</strong>, pemilik blog <a
href="http://www.indocommco.com/" _mce_href="http://www.indocommco.com/"><strong>Indocommko.Com</strong></a>. Jika Anda ingin menulis untuk Isnuansa.Com, sila baca ketentuannya di halaman <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/" _mce_href="http://isnuansa.com/guest-blogger/">Guest Blogger</a>.<br
/> </span></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/5-tips-seo-dalam-menghadapi-google-panda/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>73</slash:comments> </item> <item><title>Memancing Lebih Banyak Komentar Di Blog</title><link>http://isnuansa.com/memancing-lebih-banyak-komentar-di-blog/</link> <comments>http://isnuansa.com/memancing-lebih-banyak-komentar-di-blog/#comments</comments> <pubDate>Sun, 29 May 2011 09:46:44 +0000</pubDate> <dc:creator>Guest Blogger</dc:creator> <category><![CDATA[Guest Blogger]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://isnuansa.com/?p=4131</guid> <description><![CDATA[Tidak dapat dipungkiri bahwa komentar di suatu blog biasanya berbanding lurus dengan traffic blog tersebut, sebab tanpa traffic maka mustahil akan ada komentar. Jadi, Anda sebagai pemilik blog mungkin saja berbangga karena traffic blog anda yang &#8220;lumayan&#8221;. Tapi, walaupun demikian, traffic blog yang tinggi tidak selamanya membuat blog tersebut kebanjiran komentar. Traffic blog yang disertai [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa komentar di suatu blog biasanya berbanding lurus dengan <em>traffic blog</em> tersebut, sebab tanpa <em>traffic</em> maka mustahil akan ada komentar. Jadi, Anda sebagai pemilik blog mungkin saja berbangga karena <em>traffic</em> blog anda yang <em>&#8220;lumayan&#8221;</em>. Tapi, walaupun demikian, <em>traffic</em> blog yang tinggi tidak selamanya membuat blog tersebut kebanjiran komentar.</p><p><em>Traffic</em> blog yang disertai dengan meningkatnya komentar sedikit banyak akan memberikan banyak nilai tambah bagi blog anda, entah itu komentar negatif atau positif. Sebaliknya, bila <em>traffic</em> blog anda cukup tinggi namun komentar di setiap kontennya sangat minim, menandakan blog anda kurang diperhatikan, atau jangan-jangan blog anda hanya seperti &#8220;<em>halte-bus</em>&#8221; di dunia nyata?</p><p>Walaupun kekurangan komentar di blog anda tidak selamanya menandakan bahwa konten dalam blog anda tidak berkualitas, tapi anda harus jujur pada diri sendiri bahwa anda butuh komentar, anda butuh respon, dan butuh perhatian&#8230; <em>Iya khan</em>?</p><p>Nah, untuk menyiasati masalah diatas, dibawah ini ada 6 tips yang &#8220;cukup handal&#8221; untuk memancing pengunjung, agar mau lebih berkontribusi dalam memberi komentar di setiap blog post yang anda terbitkan.</p><h2>1. Undang Pengunjung Anda Untuk Berkomentar.</h2><p>Mengundang pengunjung untuk berkomentar tentunya tidak dilakukan dengan mengirimkan surat undangan, seperti ketika anda mengundang orang lain ke &#8220;<em>pesta kondangan</em>&#8220;. Yang saya maksud disini ialah mengundang pengunjung dengan menyisipkan kalimat tersirat pada blog post, yang secara tidak langsung memancing pengunjung untuk merespon artikel anda. Contoh: Anggaplah anda sedang menulis satu blog post dengan tema -1001 cara menghasilkan $1000 dalam semalam-. Nah, pada akhir artikel tersebut anda bisa menyisipkan kalimat undangan seperti:</p><p>- &#8220;Dengan cara diatas, $1000 akan dengan mudah masuk ke kantong anda, jika tidak silahkan masukkan komplain anda pada kotak komentar dibawah!&#8221;<br
/> - &#8220;Bagaimana dengan anda, sudah berapa $$$ yang anda dapatkan?&#8221;<br
/> - &#8220;Menurut anda, cara apakah yang paling efektif?&#8221;<br
/> - &#8220;Bagaimana? Apakah cara diatas cukup membantu anda?&#8221;<br
/> - dll, menurut kreasi anda.<br
/> Contoh diatas memang kelihatannya sepele. Tapi jika dilakukan dengan tepat, disertai konten yang berkualitas, maka akan signifikan dalam menambah partisipasi komentar di blog anda.</p><h2>2. Membuat Pernyataan Kontroversi Pada Blog Post</h2><p>Saya yakin hampir semua orang suka dengan hal-hal yang konteroversial. Jadi, anda bisa memanfaatkan hal ini dengan membuat penyataan kontroversi yang diakhiri dengan tanda tanya, sesuai dengan tema postingan blog anda. Tidak menjadi masalah apakah nantinya respon pengunjung positif atau negatif. Yang jelas, mereka mau berpartisipasi dengan memasukkan pendapat di kotak komentar.</p><h2>3. Atur Moderasi Komentar Semudah Mungkin.</h2><p>Anda mungkin sudah sering menemukan blog yang memerlukan <em>log-in</em> agar dapat memposting komentar, memerlukan verifikasi kata sebelum memasukan komentar, atau blog yang memilih-milih komentar sebelum ditampilkan. Nah, walaupun anda adalah blogger yang rajin <a
href="http://isnuansa.com/blogwalking-arti-tujuan-manfaat/"><em>blogwalking</em></a>, tentu anda akan &#8220;malas&#8221; berkomentar pada blog seperti ini. Jadi, sebaiknya anda memperhatikan bagaimana membuat pengunjung nyaman mengomentari blog anda. Jika memang ada komentar yang berisi hal kotor atau yang bernada terlalu negatif, lebih baik dihapus secara manual saja.</p><h2>4. Jangan Terlalu Sempurna.</h2><p>Menurut pengamatan saya, kebanyakan pengunjung akan lebih senang mengomentari <em>blog-post</em> yang berisi sedikit kelemahan dan kelalaian penulis, daripada <em>blog-post</em> yang hanya mengedepankan kesempurnaan dan Ke-MahaTahuan anda. Nah, tulisan yang berisi kelemahan seperti ini, dapat anda gunakan untuk memancing pengunjung agar mau mengoreksi dan memperbaiki isi blog-post, dengan memasukkan kritik dan saran melalui komentar.</p><h2>5. Balas Setiap Komentar Di Blogpost Anda.</h2><p>Usahakan untuk membalas komentar-komentar yang masuk ke blog anda. Selain akan meninggalkan kesan bahwa anda adalah orang yang rendah hati dan &#8220;<em>low-profile</em>&#8220;, membalas komentar juga akan memancing komentar-komentar berikutnya. Kalaupun anda punya kesibukan dan tidak sempat <a
href="http://isnuansa.com/cara-membalas-komentar/">membalas komentar</a> tersebut, biarkan pengunjung anda tahu akan hal itu.</p><h2>6. Jika Blog Anda Berpagerank Tinggi, Rubah Atribut Komentar Menjadi &#8220;Dofollow&#8221;.</h2><p>Mungkin ini adalah cara yang paling efektif untuk memancing komentar di blog. Perlu diketahui, bahwa sebagian blogger mendedikasikan waktunya, khusus untuk <a
href="http://isnuansa.com/daftar-blog-dofollow-menjadi-obsesi-blogger/">mencari blog-blog <em>dofollow</em></a> yang berpagerank tinggi. Sudah bisa ditebak, apalagi kalau bukan untuk mencari <em>backlink</em>. Nah, jika blog anda ketahuan oleh blogger tersebut, apapun isi blog anda, dipastikan akan mendapat komentar yang banyak. Cara ini bisa anda lakukan dengan catatan kuantitas kometar bagi anda lebih penting daripada pagerank blog.</p><p>Bagaimana? Apakah tips di atas sudah cukup membantu anda? Intinya bagaimana tulisan yang kita buat mampu menarik pembaca untuk terlibat. Jaga perhatian pembaca, gugah perasaannya, dan buat pembaca tergerak untuk memberi komentar. Mungkin pada awalnya akan sulit untuk menunggu komentar, karena itu dibutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam melakukan hal ini.</p><p>Semoga bermanfaat !!</p><p
style="text-align: center;">~~~</p><p>Tulisan ini adalah Guest Blogger dari <strong>Yawan BP</strong>, pemilik blog <a
href="http://www.53x.biz/"><strong>53x.biz</strong></a>. Baca tata cara menjadi <a
href="http://isnuansa.com/guest-blogger/">Guest <strong></strong>Blogger</a> jika Anda tertarik menulis di blog ini.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://isnuansa.com/memancing-lebih-banyak-komentar-di-blog/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>55</slash:comments> </item> </channel> </rss>
