Archive : Nunik Banget

RSS feed
Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #4

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #4

Leang Leang sebenernya adalah objek wisata yang paling akhir saya kunjungi sebelum akhirnya saya harus ke Bandara dan meninggalkan Makassar hari Minggu malam. Awalnya, jadwal saya hari Minggu itu adalah ke Pelabuhan Paottere dan ke Bantimurung saja. Tetapi karena masih ada waktu tersisa, antara jam 3

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #3

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #3

Kalau dihitung berdasarkan urutan waktu, tulisan ini meloncat jauh. Tapi nggak papa, karena berbeda dari tujuan saya jalan-jalan, ya saya duluin aja deh… Jadi sebenernya saya sudah 3 hari berada di Makassar ketika itu. Memang saya sengaja nggak pernah apdet status facebook, bukannya nggak bisa,

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #2

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #2

Ini cerita ringan soal sinyal. Sepele, tapi sangat penting. Beda dengan saat jalan-jalan ke Bali sebulan yang lalu di mana sinyal GPRS susah didapat, di Makassar hampir di setiap tempat sinyal GPRS sangat lancar. Namun, lancarnya sinyal yang ada malah tak membuat semangat saya ngeblog saat jalan-jalan

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #1

Makassar, Kebaikan Yang Tak Terhapus #1

*Sarapan dan tak lupa nyruput kopi biar lancar nulis* Masih agak-agak ngantuk dikit, karena tidur udah pagi banget, tapi karena harus berangkat kerja, ya terpaksa bangun juga. Diketik di sepanjang perjalanan menuju kantor nih cerita… Pertama, yang ingin saya jelaskan dulu sebelum timbul pertanyaan

Menjadi Bijak

Menjadi Bijak

Betapa ini sangat berarti Membagi gelisah dengan dirimu kawan Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku Menembus ruang dan waktuku Membangunkan lelap jiwaku Setelah lama tertidur Ada benarnya ucapan katamu Memang hidup itu harus begini adanya Kau kepakkan kau terbangkan sayap pikiranku Menembus ruang

Jangan Datang [Makassar] Malam Ini

Jangan Datang [Makassar] Malam Ini

Kau datang mengejutkan diriku Menikam hatiku, detak jantungku Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu Di saat ini ditempat ini Di pelupuk hatiku Melupakanmu Di pusara jiwaku Pernah ku memiliki Kisah tersembunyi dalam hidupku Mengapa kau harus datang di sini Malam ini tak bisa aku hindari Maafkan bila kumenafikanmu Bukan

Perjalanan Ini

Perjalanan Ini

Kulayangkan pandangku Melalui kaca jendela Dari tempatku bersandar Seiring lantun kereta Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna Pekat. Hanya gelap yang terlihat di luar jendela. Kualunkan rinduku Selepas aku kembali pulang Tak akan kulepaskan dekapku Karena Kutahu

Libur Tlah Tiba

Libur Tlah Tiba

All my bags are packed, I’m ready to go.