Apa saja alasannya sehingga saya perlu menghilangkan shoutbox dari blog? Dulu, awal-awal saya ngeblog, saya pengen punya kotak yang bisa memuat pesan dari pengunjung blog. Ketika blogwalking dan mendapati adanya shoutbox, saya akan meninggalkan jejak di blog tersebut. Jujur, hal itu menyenangkan, karena
Berdasarkan Wikipedia, peribahasa Mulutmu Harimaumu berarti segala perkataan yang terlanjur kita keluarkan apabila tidak difikirkan dahulu akan dapat merugikan diri sendiri. Disetiap aspek kehidupan, kita harus selalu menerapkan peribahasa Mulutmu Harimaumu. Bersikap sopan, santun dalam bertutur kata,
Saya termasuk orang yang lambat dalam membuat account facebook, meskipun sudah jauh lebih lama tahu tentang itu [banyak bloger menulis tentang Facebook]. Mengapa? Karena saya tidak bisa menikmati Friendster, situs jejaring sosial yang sempat heboh juga di Indonesia, sehingga kantor ini harus memblokirnya
Akhirnya saya memilih untuk meminum sebungkus Tolakangin cair daripada beberapa gelintir obat untuk menghilangkan rasa capek dan pegal-pegal yang teramat sangat. Biasanya orang bilang Nggak Enak Badan, untuk menyebut jenis penyakit yang kemarin [baca: baru saja] saya derita itu. Jika Tante dan sepupu
Dari pagi saya mati gaya. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi memang faktanya seperti itu. Bloglines Down. Pertama kali saya buka, saya masih bisa baca beberapa feed. Tetapi anehnya, justru setelah dibuka, tanda feed yang belum terbaca malah naik menjadi 200 postingan per feed. sayang saya tidak sempat