Judul di atas adalah Kumpulan Puisi dari Dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati. Ketua Komosi IX DPR RI, yang dulu pernah menerbitkan buku Aku Bangga Jadi Anak PKI.
Buku yang menandai 50 tahun usianya tersebut, terdiri dari kumpulan puisinya tentang diri sendiri, rumah sakit [Komisi IX membidangi Kesehatan], Parlemen dan Pemerintah, serta tentang keyakinan.
Dalam buku barunya ini, masih disinggung juga soal buku terdahulu dalam 2 puisi.
Dalam Buku, Ku Bercerita
(jilid 1)
Dalam sederhana aku bertutur,
mengingat lembar-lembar hari yang terlewat.
Tak ada yang tersembunyi, semua kukabarkan.
Dan semua tentang aku.
Kisahku adalah hidupku.
Lalu mengapa, sang pembesar ikut gerah?
Pak Wapres, kisahku adalah milikku.
Mengapa harus sibuk membesarkan ceritaku?
Mereka melarang, buku itu kian menyebar!
[30.06.07. 10.00]
Dalam Buku, Ku Bercerita
[jilid 2]
Sekali lagi ku ingin bertutur.
Walau ku tahu, nada sinis mengikuti bukuku.
Aku bukan penulis, tapi ku ingin menulis.
Karena ku tahu,
banyak yang akan berguru dari kisahku.
Jadi, biarkan kisah yang terkadang liar,
kujinakkan dalam torehan tinta.
Biar semua tahu,
kukecap kursi ini, bukan karena ku mengejar.
Ke Senayan, adalah hadiah hidupku!
[30.06.07 10.05]
Selamat Ulang Tahun Dr. Ning!
Tetap bersahaja, ya…
Indonesia, Mei 1998
Demonstrasi besar-besaran terjadi di Jakarta dan kota-kota lainnya, menuntut mundurnya sang penguasa rezim yang telah 32 tahun memimpin negara.
Huru-hara, pembakaran, kerusuhan dan penembakan terhadap mahasiswa menjadi puncaknya.
Sang Jenderal menyerah, mengembalikan kekuasaan.
Hidup baru dimulai.
Indonesia, Mei 2008
Gelombang demo masyarakat dan mahasiswa menentang kenaikan BBM terjadi di mana-mana.
Keadaan menjadi tidak terkendali dan penembakan aparat mulai terjadi.
Sang Jenderal menyerah, mengembalikan harga, menjadi pahlawan bangsa.
2009 menang lagi. Kapan “hidup lebiih baru” dimulai?