Debat Antar Blogger

Sebagai orang yang besar di lingkungan politik, saya terbiasa berbeda pendapat. Berdebat adalah makanan sehari- hari. Bahkan saya betah berjam-jam duduk mendengarkan pidato, orang berceramah, orang berdebat, bersilat lidah, atau hanya sekedar menonton berita di televisi yang diulang-ulang.

Yang saya heran, di dunia blog saya menjadi sedikit berbeda dalam bersikap. Bukan apa-apa, menjadi berbeda pendapat dengan yang lain dan berbantah secara intelektual tanpa membawa hati, masih agak sulit dilakukan. Saya tepatnya yang belum sampai hati melakukannya [debat kusir, maksud saya].

Contohnya seperti ini. Saya berpendapat A. Ternyata ada blogger lain yang berpendapat B. Dalam benak saya, seharusnya beliau menulis: saya tidak setuju A dengan alasan 1, 2, 3 dan seterusnya. Bukan: saya tidak setuju A karena Nunik tidak kompeten.

Hellooooo, ukuran kompeten sebagai blogger ini siapa yang berhak memberikan sertifikat? MUI? Dewan Blogger? Kementerian Komunikasi dan Informasi?

Saya terbiasa berdebat, tetapi bukan dengan cara seperti itu. Tembak pesannya, jangan tembak orangnya. Saya jadi bingung sendiri, mau menanggapi lagi, kok jadi saya yang bodoh, nggak ditanggapi ya cukup gatel juga, hahahaha…

Jika dikritik dengan mengungkapkan alasan ketidaksetujuan dengan point 1, 2, 3 dan seterusnya, ayo kita bertukar ide dan pemahaman, tapi kalo menebar kebencian, haduh, hareee geneee?

~~~

Bagaimana cara Anda berdebat dengan blogger lain?

70 thoughts on “Debat Antar Blogger

    1. Ya, memang cara kita, para blogger, saling berteman adalah dengan cara yang unik…

      Jikapun berbeda, agak jarang diekspresikan, lebih banyak yang menyemangati dan memuji.

  1. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Mungkin lantaran tersita waktunya untuk blogwalking maka lebih sering mengambil langkah aman dengan meminimalkan mengeluarkan pendapat yang bertentangan dengan postingan. Karena jika terjadi debat tentunya akan menyita waktu.
    Padahal keknya asyik juga kalau terjadi perdebatan tentang subtansi sebuah pemikiran atau ide atau teknik atau atau atau
    *agak error sudah malam
    .-= alamendah selesai posting Macan Dahan Pemilik Taring Terpanjang =-.

  2. [bundo lagi mikirin bahan perdebatan dengan nunik]

    bundo ngga setuju klo nunik bilang nicholas saputra engga cakep! **lhah kapan nunik bilang begitu? tp pasti nunik bakal berpendapat demikian.

    kebiasaan bundo klo ngerasa ngga pas sama pemikiran blogger lain adalah dengan menghindarinya, ndak berbakat untuk berdebat **bukan sikap yang bagus memang

    1. apa Bundo?
      ada yang biLang saya ngga cakep?
      siapa orangnya?
      mana? mana?
      .-= Hari Mulya selesai posting Blog Yang Hilang =-.

  3. Tetap objektif yah, karena yang dibicarakan ya objeknya bukan subjeknya 😆
    .-= dhodie selesai posting Potret Superman Ibukota =-.

    1. Ibaratnya gini: Kepala Desa lebih didengarkan omongannya [padahal salah], daripada petani biasa [dalam hal ini saya] yang ngomong, meski jelas-jelas bener saya. Hahahaha…

  4. terkadang sulit untuk menerapkan kata-kata bijak:

    ” jangan mengatakan tidak kalau harusnya akan mengatakan iya”, dan berdebat ada di antara dua pilihan itu, tentu dengan argumen masing-masing…..

    ukuran kompeten kan juga subyektif… kita blogger, bukan guru bahasa inggris atau guru matematika dengan kompetensi yang jelas….

    mengukur kompetensi blogger tentu banyak sudut pandangnya, dan itu juga tidka cukup jika hanya melalui forum debat antar blogger….

    eh…. btw siapa sieh yang mengatakan tidak kompeten? jangan2 dia malah Impo[r]ten 🙂

    1. Ada deh. Soal impo[r]ten, mungkin saja [hahaha] tapi saya nggak mau membuktikannya. 😆

      Kang Nawar baca tulisan-tulisan saya deh [kalo mau], nggak ada ilmu yang ‘serius’ dari blog ini. Dan saya ngeblog tidak sedang menggurui blogger lain. Menulis seadanya. Sesuai dengan kemampuan dan kapasitas saja. Aneh rasanya kalo ada yang menganggap saja impo[r]ten, eh, nggak kompeten. 👿

  5. Saya juga seneng mbak yang namanya debat-debatan, cuma memang ada waktu dan forumnya. Paling enak debat itu bertatap muka. Kalo lewat tulisan bahkan sms sekalipun, saya kurang nyaman, kurang ekspresif.
    Tapi terkadang pernah juga saya ngasih komentar pada suatu blog yang sifatnya menanggapi atau kurang setuju pada alur pemikiran si penulis artikel, yang saya lakukan ya hanya membahas bahwa pemikiran Anda keliru, lalu saya beri solusi atau alternatif pemikiran yang positif. Alhamdulillah selama ini sih saya tidak pernah sampe berdebat yang kemudian menyinggung fisik atau mental orang lain, kecuali pada apa yang ditulisnya. Semoga konsisten… 🙂
    .-= Nasir selesai posting Hati-hati Broken Links =-.

    1. Sepakat, memang memahami ‘tulisan’ agak sedikit berbeda dengan ‘suara’. Maka dari itu, berdebat melalui sebuah tulisan lebih sulit dilakukan daripada dengan lisan.

      Kesulitan menangkap maksud dari tulisan seseorang, itulah yang biasanya menimbulkan perbedaan persepsi. Padahal yang kita dan blogger lain maksudkan sering kali tidak sama. Saya sangat menyadari itu.

      Dan semoga yang berbeda pendapat dengan saya itu [tapi lari ke hal pribadi] sadar akan hal ini. 🙄

  6. hmmm biasanya sih aku cuma tulis:
    “kalau aku sih begini begini…ngga tau yang lain…”
    Emang dari dulu ngga suka bertengkar sih, lebih banyak ngga berkomentar pada blog yang tidak disetujui, meskipun dibaca :mrgreen:
    .-= ikkyu_san selesai posting Cara Mengusir Ngantuk =-.

    1. Ya. Saya juga begitu. Sebagai manusia, nggak mungkin rasanya kita sependapat terus dengan pemikiran orang lain.

      Pasti suatu ketika pernah juga merasa: “Ah, ngaco nih orang” atau “Kok gitu sih dia nulisnya”

      Wajar saja.

      Tapi, kalo nggak mampu menyebutkan alasannya secara ILMIAH kenapa kita tidak setuju dengan suatu pendapat [hanya feeling kita saja yang merasakan bahwa pendapatnya salah atau tidak sesuai keinginan kita], ya lebih baik diam.

      Diamnya seorang blogger dilakukan dengan cara tidak meninggalkan komentar, dan tidak membuat tulisan.

  7. Sulit Mba. mungkin butuh waktu…semacam ada masanya. masih jarang di jumpai hal tersebut di atas Mba di dunia perblogan. saya juga suka berdebat…

    Okelah kalau begitu, sesekali kalau Mba Nunik lagi iseng membuat postingan politik, saya debat deh…tak hawatir Mba Nunik kemudian jengkel tidak akan mengunjungi blog saya 😀 soale, saya pernah tidak sependapat dengan pemilik blog dalam satu postingannya….eh…nggak mau datang lagi 😀

    Berdebat tidak sulit di jumpai kalau di milis…tapi saya juga males ikutan milis..repot mbuang pesan yang masuk yang buanyak buanget.

    1. Wealah, wong cuma beda pendapat aja kok sampe ngambek nggak mau maen lagi ke blog temen.

      Kalo saya sampe lama nggak maen ke blog Mas Badruzz, itu bukan karena ngambek, tapi karena lupa… 😆

  8. saia juga suka berdebat di blog, mbak…
    krn mnrt saia postingan yg bagus adalah postingan 2 arah…
    postingan yg mampu menampung aspirasi penulis dan pembaca…
    kalo cuma setuju ajah, rasanya gak seru siyh…hihihi

  9. mba nuniiiiiikkkkkkkk….. duduwww… 2 minggu lebih aku gag bisa akses ke sinih… hiks hiks… gatau deh kenapa, padahal kata teman2 yang lain ga ada masalah

    aku sampe curcol di blog pakdhe trus terakhir kemarin di blog wi3nd

    aku juga heran, selalu keluar server not found, udah coba klik dari tempat sahabat2 yang lain juga ga bisa 🙁

    alhamdulillah hari ini bisa…
    sori OOT dulu, suale lage hepiiii 😉
    .-= funky fun-T mimi allegra selesai posting Borderless =-.

  10. blogger kita baru berkenalan dgn dunia internet beberapa tahun belakangan… tentu saja beda dgn blogger barat yg sudah kenal internet sejak dahulu kala… mereka pun sekarang lebih dewasa, sedang blogger kita masih dalam proses menuju kesana 🙂
    .-= flexter syariah selesai posting Flexter Pay – Dapatkan Income Hingga Rp 69.905.000 /bulan =-.

  11. saya ga setuju dg mBa Nunik..
    cz beberapa hari beLakangan, sy ga bisa akses isnuansa dot com..

    *apa hubungannya?
    .-= Hari Mulya selesai posting Blog Yang Hilang =-.

  12. mumpung bisa konek, saya komen lagi..
    mBa Nunik ga boLeh ndebat saya…
    .-= Hari Mulya selesai posting Blog Yang Hilang =-.

  13. berdebat seru tuh, tahan-tahanan kesabaran. sayangnya bagi saya, karena pernah berdebat, saya malah milih diem akhirnya, hehe, soalnya yang di ajak debat sudah mau naik pitam (ngajak berantem) karena saya dipastikan kalah (ukuran badan kalah) ya sudah, logika saya bermain dan menghindari perdebatan. hohoho.

  14. mungkin perlu bakat untuk berdebat. Kadang aku lebih baik diem (masalahnya punya pengalaman kurang baik…)paling nulis opininya di blog sendiri.

  15. Dulu, (ya, duluuuuuu banget) saya sempet terjebak debat kusir dengan seorang blogger gara-gara ebook. Ya itu tadi, dia nembak saya sebagai orang, bukan pesan yang saya sampaikan. Untungnya saya cepat paham, dan tidak melanjutkan debat bodoh itu.

    Pengalaman yang cukup berharga. Makanya sekarang saya ngeblog nyari jalan aman. Kalaupun masih ada juga yg mendebat dengan cara gak intelek seperti itu, emangnya gue pikirin? 😀
    .-= Bung Eko selesai posting Mimpi yang Jadi Kenyataan =-.

    1. Soal ebook, saya juga sering baca tuh, antar blogger menuliskan debatannya. Selama masih tentang ebooknya, saya masih ikutin. Baca dari jauh aja, sedot ilmunya, nggak ikut campur.

      Tapi banyak juga yang debat kusir jadinya lama-lama males ngikutin. 😉

  16. sebenarnya di dunia ini tidak ada satupun manusia yang suka di kritik..blogger sebagian besar melakukan blogwalking untuk silaturahmi,mencari backlink, dll…jadi sangat berbeda dengan kepentingan orang2 yang di tv itu…lagian masing2 blogger udah punya komunitynya sendiri2..kalo nggak pas biasanya mereka tidak akan berkunjung lagi…

  17. Untuk urusan Ngeblog …
    saya tidak pernah berdebat …

    bagi saya pribadi …
    pendapat masing-masing orang memang berbeda-beda …

    Yang penting adalah …
    pendapat tersebut harus disampaikan dengan cara yang baik dan santun …

    Mengenai Salah atau Benarnya …
    Ah itu kan bisa kita pelajari dan cari bersama-sama …

    Salam saya Mbak Is …
    .-= nh18 selesai posting REFILL =-.

  18. Betul..betul…hari gene saling menjatuhkan sih kembali ke TK aja…he..he…

    Sebaiknya antar blogger saling membangun dan saling sharing meskipun itu harus melalui perdebatan atau kritikan asal positif.. :mrgreen:
    .-= Handoko Tantra selesai posting Meet Up Bareng Cosa Aranda =-.

  19. sepertinya sedikit para blogger yang berkunjung lantas berkomentar beda pendapat… komentar beda semacam ini sering saya temukan pada blog/postingan kajian agama.
    kalau di blog ini menurut saya gak menampilkan sesuatu yang kontroversi, jadi untuk apa berdebat? khan bersahabat lebih baik

  20. kalau saya melihat adanya perbedaan antara blogger-2 tanah air dengan blogger londo, saya sering jumpai di blog luar yang banyak terjadi perdebatan di kolom komentarnya adalah dari blogger yang memiliki niche sejenis, jadi semacam adu argumen, tak jarang malah terjadi debat antar komentator …
    mungkin itu sebabnya dengan kondisi di tanah ai, dimana lebih banyak blogger dari berbagai niche yg bergabung dalam 1 artikel sehingga sebagian besar hanya manggut-manggut saja ..
    buat sy pribadi, selama sy temukan kejanggalan, bukankah sebaiknya kita memberikan saran/perbaikan ? selama kita punya pegangan yg kuat berdebat mengadu argumen rasanya layak …

    cuma sy tidak punya alasan kuat untuk berdebat dgn mbak Nunik, jadi, ikutan manggut-manggut aja … 😀
    .-= hpnugroho selesai posting Persahabatan itu tak kenal Ruang Waktu =-.

  21. debat itu mengasyikkan lho, daripada iya-iya mulu malah garing kan. semisal malah saya sering belaga kurang setuju (pdhl dalemannya setuju) dengan lawan debat saya hanya karena keingin tahuan sampai dimana komitmen dan konsekuensi lawan debat saya dalam mempertahankan argumennya (lol) heu heu heu
    .-= katakataku selesai posting Beda Pemikiran ya Beda Pendapat =-.

  22. Walaupun saya bukan orang politik, tetapi sikap moderat orang tua saya membuat kami sangat terbiasa berdebat. Bahkan tidak jarang dalam perdebatan dilingkungan keluarga besar saya ada yang gebrak meja. Tetapi setelah itu, kami kembali damai seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
    Saya mencintai perdebatan sepanjang masih dalam koridor yang diperdebatkan, tentu saja setiap pendapat harus disertai dengan alasan a,b,c seperti yang mbak nunik tulis.
    Kalau debat kusir dan hanya ingin menjatuhkan/mendiskreditkan tanpa alasan, biasanya saya diam dan jika yang bersangkutan ada dihadapan saya, saya akan menatap matanya dalam-dalam.
    Dan sikap berbesar hati serta mau mengakui kesalahan membuat saya menaruh hormat yang paling dalam kepada orang tersebut.
    Dikalangan blogger mungkin saya agak jarang, tapi jika ada yang benar-benar tidak cocok, saya akan memberitahukan kepada yang bersangkutan melalui email.
    Please mbak, don’t take it more in your mind. Keep going and you can say that is idiot !.

    1. Jika saya mengajarkan 1+3=13 di dalam blog, pasti saya akan meminta maaf atas kesalahan saya. Dan saya justru senang jika ada yang memberitahukan kesalahan tersebut.

      Tapi tentu saja, saya nggak akan masukin hati hal beginian Mas, lha masalah negara yang lebih runyam aja lewat telinga kanan kiri kok, masalah beginian sih cukup sebagai bahan apdet ajah. 😉

  23. Saya termasuk orang yg tidak mampu berdebat,tapi sangat menikmati org lain yg berdebat.
    Menyinggung pribadi org dengan kata2 yg tidak santun,saya rasa sangat tidak bagus.

  24. Kalo debat diblog kadang agak males mba, beda dengan debat diforum, apalagi kalau debatnya di blog orang 🙂 paling kalau terpaksa debat saya cuma batasi sampai beberapa kali balas aja, liat2 juga orangnya kaya apa kalau emang ga mau mudeng2 ya percuma diladenin juga
    SQL Servers Tutorial selesai posting What is database

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge