Luar Biasa! Kata itu yang berulang kali saya pikirkan ketika berada di atas kereta api Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta Surabaya.
Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, bahwasannya saya akan melakukan perjalanan jauh Jakarta Surabaya lantas menuju Bali sebagai backpacker menggunakan kereta api.
Tadi pagi, bangun pukul 08.30, waktu yang pas sebelum melakukan persiapan, mandi dan sarapan. Terlalu pagi malah, karena saya tiba di stasiun Jatinegara pukul 11.00, padahal jadwal kereta Gaya Baru Malam Selatan berangkat pukul 12.30. Masih ada satu setengah jam menunggu. Kabar baiknya, saya masih dapet tempat duduk, padahal sudah membayangkan kereta akan penuh dan saya duduk nglesot di lantai.
Senangnya, karcis kereta dengan tempat duduk masih ada. Harganya cukup Rp. 35.000,- saja sampai Surabaya. Karcis saya masukkan dompet, langsung masuk ke dalam stasiun. Cari posisi uenak dengan nglesot di tiang stasiun. Sendiri, mendengarkan musik untuk membunuh waktu.
Yang luar biasa lagi, ini baru pertama kalinya dalam sejarah saya naik kereta api ekonomi, kereta tiba tepat waktu! Jam 12.30, Gaya Baru Malam selatan dengan 10 gerbong, tiba di hadapan saya. Masuk dan cari tempat duduk. Ada insiden, dua orang yang berdiri tepat di sebelah bangku saya kecopetan hand phone, dan oleh si pencopet, hand phone tersebut dibuang di belakang cowok yang duduk di samping saya. Hampir saja Mas Mas itu kena getahnya, padahal bukan dia yang ambil. Copetnya sendiri sudah kabur entah ke mana. Yang satu lagi hand phonenya nggak ketemu.
Seperti pemandangan umumnya di Kereta Api ekonomi, dari 10 tahun yang lalu sampai kini masih tetap sama saja. Pedagang, pengamen, peminta-peminta, hilir mudik silih berganti. Nggak berhenti-henti. Seperti tidak mau memberikan sedikit ruang kenyamanan bagi para penumpangnya. Dan semua memang akan maklum dengan sendirinya. Seperti hukum ekonomi, karena ada permintaan.
Apa yang Anda butuhkan semua ada, mulai dari air minum, aqua sampe bir dingin ada, tisu kering dan basah, nasi, popmie dan kopi, es, pecel, rental bantal, pulsa, buku teka-teki silang, koran bekas untuk alas duduk, kacang-kacangan, sampe cindera mata seperti boneka dan gantungan kunci.
Saat saya mengetik tulisan ini, saya sudah sampai di stasiun Kadokan Gabus. Dan luar biasa, kereta tidak pernah berhenti lama! Paling hanya 1 atau 2 menit setiap kali berhenti. Great!
Cerita selanjutnya menyusul ya…
Berlangganan via email yuk! Agar bisa menerima artikel terbaru dari blog isnuansa.com
Nb: Buka email anda & klik link konfirmasi berlangganannya.

wah, saya ga berani naek kereta ekonomi sendirian… kalau ngesot di lantai sih pernah, tp untungnya cuma perjalanan jakarta bandung
.-= sauskecap selesai posting Tahu Tempe Kuah Santan =-.
Jakarta-Bandung saya pernah naik kereta api barang. Itu pengalaman yang nggak terlupakan juga…
Perjalanan yang tentu melelahkan bila mendapatkan suasana yang serba memprihatinkan. Namun, semoga menemukan hikmah yang berharga ketika sudah sampai pada tempat tujuan dan membawa oleh-oleh cerita yang lebih seru lagi.
Terimakasih telah berkenan Berbagi Cerita Bersama…
.-= TuSuda selesai posting 3 Perihal Seluk Beluk April Mop =-.
cihuy! nunik backpackeran ke Bali.. nikmatnyaa..
**tapi masih kurang nikmat klo ngga nyobain nglesot di lantai, dari jkt sampe surabaya
ditunggu foto2nya yaaa..!
.-= nakjaDimande selesai posting Rumah Puisi : Sebuah Petang di Kaki Singgalang =-.
(maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
Wuih, pengalaman pertama naik kereta api… semoga jadi pengalaman yang menyenangkan
.-= alamendah selesai posting Sawo Kecik, Pohon Sarwo Becik Tapi Langka =-.
Hebat, naik krl ekonomi Jakarta-Bogor aja sering terganggu dengan pengamen dan para pedagang, ini Jakarta-Surabaya! Selamat menikmati mbak
Pengamen memang nggak berhenti-berhenti. Juga pedagangnya.
Tapi saya pake ipod aja kalo tidur, jadi dengerin lagu di telinga.
Salam kenal dulu karena kunjung perdana…
Oia..
Kalo sampe surabaya bisa rehat di rumah saya..
Hahaha
Gaya Baru Malam kalau sudah sampai Jawa Tengah, dijamin ngesot…. saya pernah Purwokerto Jakarta, nlesot persis di depan pintu masuk toilet yang tidak bisa menutup rapat apalagi terkunci
Itulah mengapa saya menghindari
copeteh.., maksud saya KA..-= Cahya selesai posting Mitos dan Kesalahpahaman Seputar HIV dan AIDS =-.
Naik KA kelas ekonomi gitu mesti pasang kewaspadaan terus, jangan lengah. Copets are around you
Tenang aja, mba Nunik. Ntar nyampe di Banyuwangi, ke Balinya udah ga ada kereta api lagi.
.-= budiastawa selesai posting Blogwalking Cepat dengan Snarfer =-.
Iya, dari Banyuwangi, naik kapal fery dan lanjut bis ke ubung.
Waaah… ke Bali ya? Kapan nih sampe di Bali?
.-= Deddy selesai posting Mantan Blogger =-.
selamat menikmati perjalanan. aqua…aqua…nasipecel anget…tisu..tisu…kacang..kacang…..
enjoy aja!!!
.-= Andrik Sugianto selesai posting Cara Mudah Menjadi Kaya =-.
Yah, begitulah kondisi KA Ekonomi. Banyak banget pedagang dan penyamun, eh pengamen bahkan copet. Tapi meurut saya naik kereta api ekonomi lebih seru…
.-= si Gen selesai posting EasyAd.us CPM Baru Penghasil Dollar =-.
wah seru juga kayaknya tuh, jadi pengen karena aku lom pernah sekalipun naik kereta api
.-= opeqsayur selesai posting salah BESAR =-.
Wew…uenaaknya yg Jalan2 terus nih
.-= 2R selesai posting Apakah Anda Termasuk Karyawan Yang sering Berganti-ganti Pekerjaan? =-.
jadi ikut kongres partai di Bali ya?
.-= imadewira selesai posting Prediksi Big Match Liga Inggris : MU vs Chelsea =-.
Asyiknya yang backpackeran …
… walaupun naik KA itu gak enak… tp banyak hal menarik jika diperhatikan 
ditunggu cerita selanjutnya mbak nunik….
ohya izin tukeran link ya…
.-= delia selesai posting Mengantar kepergiannya =-.
Saya belum pernah naik KA ini. Dulu sering Argo Anggrek waktu dinas di Dephan.
salam hangat dari Surabaya
.-= Plesiran selesai posting Tari Jaipong, Masih Populer Sampai Kini =-.
Harga tiket Argo Anggrek, sudah cukup buat naik kereta ekonomi plus ferry plus bis sampai bali pakdhe…
[...] kemarin, waktu saya masih Jalan-Jalan Ke Bali, sebenernya males banget buat baca email notifikasi dari Google [...]
Iya, dari Banyuwangi, naik kapal fery dan lanjut bis ke ubung.
[...] lalu, saat backpacker ke Bali, tulisan saya yang ini, ini, ini, ini dan ini, nggak sebanyak Pulau Tidung yang memperhatikan. Maklum, sumber tulisan [...]
[...] berkesan saat jalan sendiri adalah ke Bali via darat. Naik kereta api ekonomi pula. Sempet ngeblog di atas kereta . Nyebrang pelabuhan jam 2 pagi, hehehe. Untungnya, selama di Bali sama enaknya ketika jalan-jalan [...]
waduh…… aku kok takut ya naik KA Ekonomi dari Surabaya ke Jakarta……
aku takut kalo di malam hari waktu tertidur …… kan banyak pencopet.