Etika Menulis

Saya berencana untuk menulis artikel yang bukan merupakan bidang saya. Di internet ini banyak sumber yang bisa dijadikan rujukan dan sumber informasi. Tetapi saya masih belum tahu betul dari sisi etikanya.

Memang saya tidak bermaksud untuk membuat artikel copy paste seutuhnya. Tetapi saya bermaksud menulis sesuatu yang sebenarnya sudah pernah ditulis oleh orang lain. Berbagai artikel saya kumpulkan dan saya baca, kemudian selanjutnya akan saya tulis kembali, dalam bahasa saya. Sekali lagi, dalam bahasa saya.

Apakah dengan saya menulis seperti itu, saya juga harus mencantumkan semua sumbernya? Bagaimana jika sumbernya adalah artikel berbahasa asing yang saya terjemahkan ke dalam bahasa saya sendiri? Dan wajibkah memberikan link kepada semua website sumber tulisan saya?

Adakah yang bisa membantu menjawabnya?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

16 thoughts on “Etika Menulis”

  1. selamat ya akhirnya menemukan kembali isnuansa.com
    kangen nulis ya, hari ini sampe langsung 3 tulisan bukan? hahaha….

    eh saran ya? mmmm….eh…. uummm….apa ya….eeemmmm..

  2. Saya coba menjawab ya … Semakin transparan kita soal sumber tulisan, memang semakin baik. Supaya nantinya tidak dituduh plagiat.

    Tetapi jika sudah menyangkut pengetahuan umum (seperti matahari terbit dari timur atau bumi itu bulat) rasa-rasanya ya tidak perlu.

    Semoga jawabannya memuaskan …

  3. memang sebaiknya begitu
    ditulis semua sumber referensinya
    entah itu dari web, koran, majalah, atau yg lainnya
    menghargai penulisnya
    sambil memberikan informasi lebih lanjut bagi orang yg membutuhkan
    itu aja menurut saya mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge