Follower Twitter Atau Pembaca Blog Dulu?

Follower Twitter

Tengah malam saya langsung dapat ide buat nulis dengan judul yang saya dapat dari komentarnya Arif Maulana. Tertarik dengan dasar pemikirannya, dan jadi kepikiran akan hal lain. *halah*

Sudah terbiasa kan denger pertanyaan, “Mana duluan: Terlur atau Ayam?”

Tapi saya yakin ini baru sekali Anda dengar, “Mana lebih dulu: Follower Twitter atau Pembaca Blog?”

Kalau ditanyakan ke saya, jelas saya meyakini bahwa sebagian besar pembaca blog saya yang akan menfollow akun twitter saya. Bukan sebaliknya, memiliki follower twitter untuk dibawa masuk ke dalam blog.

Alasannya sederhana. Menulis blog agak lebih mudah bagi saya dalam “menarik perhatian orang lain”. Dan yang paling penting: siapapun bisa membaca blog ini. Beda dengan twitter yang hanya bisa dibaca oleh followernya saja. (Okelah, masih bisa diperdebatkan kalau twitter juga bisa dibaca siapa saja selama tidak dikunci, tapi pada dasarnya ya hanya follower yang bisa baca) Dari tulisan blog, banyak yang datang melalui search engine menuju blog ini. Data Analytics saya menunjukkan dalam satu bulan bisa sebanyak 10.000 pengunjung datang dari search engine menuju isnuansa dot com.

Nah, dari pembaca blog inilah (dan akhirnya saya pasang widget update status twitter di blog) nantinya jika merasa tertarik ingin mengikuti twitter saya, saya harapkan sedikit-sedikit dari sekian banyak pembaca itu akan mengikuti kicauan saya.

Jika mengandalkan 140 karakter saja supaya orang memfollow saya, agak sulit rasanya. Bagaimana saya dapat mencari banyak follower bermodalkan 140 karakter?

Bagaimana menurut Anda? Manakah yang lebih dulu, mencari follower twitter atau pembaca blog?

~~~
Akun Facebook sekunder saya setelah Facebook utama penuh, hanya bermodalkan “iklan” link dari blog ini di tulisan Tentang Saya, ada yang menambahkan sebagai teman. padahal saya jarang buka, update status dan lain sebagainya di akun sekunder tersebut. πŸ™‚

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

36 thoughts on “Follower Twitter Atau Pembaca Blog Dulu?”

  1. Mana lebih dulu? Saya sih blog hehehe…

    Seperti Mbak Is, dari blog pun para pembaca coba kuarahin untuk follow akun twitter.

    Meski begitu, twitter juga bisa jadi gerbang untuk menggiring orang ke blog & menjadi pembaca loyal.

    Bisa jadi kan, mereka yang follow kita ternyata dari rekomendasi orang lain, seperti #FollowFriday πŸ™‚

    1. Iya, saya dapat banyak follower dari teman-teman yang baik hati rekomendasiin saya di #FF

      Bener, twitter jadi gerbang mengingatkan mereka untuk tetap membaca blog kita, karena makin jarang aja nih yang aktif ngeblog. πŸ˜‰

  2. Kalau saya setelah Blog malah ke Plurk…
    Banyak Plurker yang terbawa ke Blog saya…

    Twitter?
    Punya akun, terhubung ke blog, tapi saya amat sangat masuk kesana…

    Belum merasakan sensasinya.
    Bagi penyuka twitter pasti menganggap saya ini aneh, sama kayak saya menganggap mereka…

    (Saya melihat Mbak Nunik sebagai blogger)
    marsudiyanto selesai posting Gagal Poligami

  3. Untuk seorang Blogger blog masih jadi pilihan dan prioritas pertama, dari sisi manfaat dan segment, pembaca blog lebih luas jangkauannya, kalau Twitter masih terkesan dalam tanda kutip “ekslusif” jika dibandingkan dg Facebook yg sudah cukup “merakyat” …. belum lagi dari kemudahan akses (seperti komentar di atas) tidak perlu punya akun apapun untuk membacanya. Pembaca yg kesasar ke blog lewat mesin pencari juga kayaknya lebih besar peluangnya dibandingkan yg kesasar ke Twitter. Dari sisi trend dan loyalitas, pembaca blog kayaknya akan lebih awet dibandingkan twitter
    Alwi selesai posting Menampilkan Related Post Tanpa Plugin

    1. Tapi Twitter seperti halnya Facebook pasti sangat bermanfaat untuk mendatangkan traffic atau memancing dan “menggiring” untuk mendatangi blog kita seperti komentar saya terdahulu.
      Twitter jg punya kelebihan seperti, sedang menjadi trend, Drive Traffic, Jaringan dengan People Like-Minded, Membuat Kontak Bisnis, Membangun Citra Diri Sebagai Pakar, dapat gagasan untuk posting blog, menyediakan Liputan Langsung, Akurasi dan Memeriksa Fakta, Twitterfeed dan kelebihan2 lainnya ….

      Jadi yaaa bisa Simbiosa Mutualisme heeeee ……
      Alwi selesai posting Tips dan Tricks CSS Cascading Style Sheets

  4. Alasannya sederhana. Menulis blog agak lebih mudah bagi saya dalam β€œmenarik perhatian orang lain”. Dan yang paling penting: siapapun bisa membaca blog ini. Beda dengan twitter yang hanya bisa dibaca oleh followernya saja. (Okelah, masih bisa diperdebatkan kalau twitter juga bisa dibaca siapa saja selama tidak dikunci, tapi pada dasarnya ya hanya follower yang bisa baca) Dari tulisan blog, banyak yang datang melalui search engine menuju blog ini. Data Analytics saya menunjukkan dalam satu bulan bisa sebanyak 10.000 pengunjung datang dari search engine menuju isnuansa dot com.

    sama berarti mbak
    watch the vampire diaries online season 2 selesai posting Episode 25 – Bad Moon Rising

  5. Kalau follower kita di Twitter ditanya dari mana tahu account Twitter kita, tentunya sebagian besar akan jawab “dari blog anda”. Ini terjadi jika kita seorang blogger yang punya account Twitter.

    Tapi tak menutup kemungkinan juga, kalau orang langsung jadi follower kita, terus lama-lama lihat twit kita yang berisi judul dan link blog kita. Dan akhirnya ia menjadi pembaca setia blog kita.

    Tergantung situasinya sih menurut saya. Entah jadi follower duluan atau jadi pembaca blog duluan, yang penting kita dapatkan dia sebagai sahabat πŸ˜€
    budiastawa selesai posting Diskusi tentang Mata Angin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge