Gadget

Gadget dan Koneksi Lancar, Idola Kartini Masa Kini

Jika diadakan polling, barang apa yang tidak boleh tertinggal ketika keluar rumah, saya yakin saat ini dompet dan hand phone masih menduduki peringkat tertinggi jawabannya. Mengapa? Tidak ada yang bisa terlepas dari gadget yang satu itu. Hubungan dan komunikasi dengan keluarga, pekerjaan kantor, dan deal pekerjaan dengan client, semua bisa dilakukan dalam genggaman.

Salah satu efeknya, makin menjamur hand phone-hand phone canggih dengan berbagai fitur yang mendukung kebutuhan tersebut. Hampir tiap minggu, muncul barang baru di pasaran. Dan bagi perempuan pekerja, ditawarkan pula adanya gadget yang menawan dari sisi penampilannya. Tak beda jauh dengan bedak dan gincu yang setia menemani wajah-wajah sumringah perempuan pekerja masa kini.

Gadget menawan, yang paling penting tentu saja selanjutnya adalah perlu dukungan koneksi yang lancar. Tak ada gunanya semua fitur canggih dan smart itu, jika untuk menjalankannya masih ngesot dan putus nyambung koneksinya mirip orang pacaran. Siapa yang bisa menyediakan layanan memuaskan dan kecepatan yang baik, pastilah operator tersebut menjadi idaman.

Tak jarang, perempuan-perempuan aktif masa kini, memilih bekerja di sebuah restoran atau cafe, sambil makan dan ngopi-ngopi cantik (minjem istilah Simbok Venus), demi mendapatkan koneksi yang lebih lancar. Di cafe, kini bukan lagi nongkrong demi gengsi, tapi mendukung pekerjaan perempuan-perempuan seperti kita ini.

Kartini Masa Kini, ada yang nggak setuju?

72 thoughts on “Gadget dan Koneksi Lancar, Idola Kartini Masa Kini

  1. Peran kaum wanita jaman sekarang memang lebih merata di berbagai sektor kehidupan. Sama-sama mengabdi dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan di era komunikasi yang serba canggih, tentu saja perlu dukungan dan fasilitas yang memadai.
    HALAMAN PUTIH selesai posting Peran Kaum Wanita

    1. Peran operator sangat menentukan, karena kalo ngomongin komunikasi, ya ujung-ujungnya ke penyedia layanan seluler sekarang ini. Jika layanannya prima, pasti jadi idola. *halah, bahasanya*

  2. Sejauh ini saya belum menggantungkan koneksi internet saya make Handphone disamping memang HP saya ndak mendukung untuk fitur begituan.

    Lha wong layarnya saya masih hitam putih.

    πŸ˜€

  3. Karena saya bukan Kartini jadi ikut menonton aja,hehe…
    Kalau koneksi ngadat kicauannya gak bisa sampai kemana2 nanti yg denger. Apapun aktivitasnya langsung brkicau sampai hal2 yg tidak pentingpun. Mungkin karena mereka makhluk sosial yang selalu ingin berbagi, xixixi
    dHaNy selesai posting Andaikan Dunia Tanpa Kabel

  4. Hehehe.. saya suka kalimat di paragraf akhir posting mbak ini.. ke cafe bukan hanya gengsi tapi untuk pekerjaan juga.. mantap.. yang jelas semoga gadget dan koneksi jangan sampai membutakan kita.. hehe.. πŸ˜€

    1. Ya harus tahu diri dan tempat lah. Sebenernya, kalau lagi di jalan, mengendarai mobil dan di trotoar ya jangan mantengin gadget terus sambil senyam-senyum sih, takutnya kecelakaan. πŸ™‚

    1. Banyak angkringan dan tenda sekarang juga ber-wifi. Teknologi memang semakin menyebar dan bisa dinikmati siapa saja, Pak.

      Kapan kita ngangkring bareng nih? Fatmawati, yuk… *pengen difoto*

  5. Kartini ngebut sih boleh saja tapi kalau gak pake konde helm ya pasti ada polisi yang ngikuti.
    Btw, kirain yang di cafe itu hanya untuk happy2 saja kalau cari grentongan terus ya kantornya sekalian di pindah. :mrgreen:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
    Sugeng selesai posting Tiket Surga Bom Bunuh Diri

  6. Kartini itu kan mencerminkan kedewasaan berpikir dan bertindak kaum perempuan demi kepentingan mereka yang tidak mendapatkan hal-hak secara adil. Nah, apakah gadget dan koneksi lancar mencerminkan hal itu sehingga bisa disebut Kartini masa kini?, ya, saya akan kembalikan saja ke sana :).
    Cahya selesai posting Gratis TuneUp Utilities 2010

    1. Yap, kalau ngomongin perjuangan Kartini, memang nggak nyambung, Bli. Ibu Kartini berjuang pada zamannya untuk mendapatkan haknya sebagai perempuan. Kartini masa kini, perjuangannya di berbagai bidang juga tak kalah hebat, mulai dari presiden hingga dokter dan guru di pelosok daerah.

      Tapi, saya kan si sini ngomongin alatnya, bukan perjuangannya. Tool yang mendukung saja. Bayangkan jika nggak ada gadget dan koneksi yang lancar, apa para Kartini masa kini itu bisa selancar sekarang pekerjaannya? πŸ˜‰

  7. saya mah klo suruh milih penting mana handphone apa dompte, saya pilih handphone mbak, karena dgn handphone sy bs telp atao sms temen minta tolong ambilin dompet sy, atao malah BM-in ke smua orang ngajak makan bareng yg ujung2nya minta ditraktir wkwkwkw
    ikut #kartinidigital ki mesti hehehe selamat berjuang mbak πŸ™‚
    anugrha13 selesai posting Tersumbat tidak lancar

  8. Selamat Hari Kartini, Mba.
    Setuju ya, dengan tulisan ini dompet dan HP teman setia ketika bepergian.

    Terimakasih, sering kunjung ke blogku.

  9. aku bukan termasuk gadget addict dan internetholic, jadi ga terlalu mengikuti perkembangan. karena seperti yg mbak bilang, hampir tiap hari gadget yg lebih canggih terus bermunculan hampir setiap minggu.
    oiya, ini kunjungan perdana nih, blognya bagus banget, salam kenal ya mbak πŸ™‚
    twitternya udah aku follow jugak *salaman*
    dul rahman selesai posting sepucuk surat rindu untuk kamu

  10. selamat hari kartini

    kalau saya ada 3 hal yang diusahakan gak ketinggalan kalau keluar2 (selain baju & celana yang nempel di badan):
    1. dompet
    2. jam tangan
    3. istri saya
    soalnya istri yang bawa tas buat ngangkut hp, kamera, dll.
    Irawan selesai posting Sosis Winner dan Winex Cafe

  11. kalau ane mah,yang penting pc & notebook dibanding main hp soal’a dah menyatu kaya pc & notebook
    kalau dompet ane biasa bawa cuma dikit aja isi’a,soal’a ada ATM,heheheh

  12. Anak saya yang cewe kelas 1 SMP sudah mulai terbiasa dengan gadget dan teknologi. Tapi saya hanya bisa memberikan pencerahan kalau semuanya itu harus sesuai dengan fungsi bukannya lifestyle semata
    Necky selesai posting Kenangan Masa Lalu 2

  13. Yaah… kartini masa sekarang πŸ™
    Gapapa, yang penting kartini saat ini harus tetap berkontribusi.
    Dan kita sering lupa bahwa kartini-kartini ini sangat penting dalam pembangunan moral bangsa…

  14. Bener banget dah mbak,, makanya gak bisa deh hidup di desa yang gak ada koneksinya,, bukan cuma kehilangan koneksi buat kerja, tapi kelihalangan komunikasi dengan teman2 jauh juga,, gak enak banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge