Gagal Berjumpa Air Terjun Kedung Kandang Nglanggeran Meski Sudah Trekking Lama

Siapa yang pernah jalan-jalan tapi akhirnya tidak sampai ke tujuannya (semula)? SAYAAAAA! *ngacung tinggi*

Ekspektasi terlalu tinggi, sih! HAHAHAHA. Bukan ukuran saya yang sedang hamil 5 bulan kayaknya objek wisata Air Terjun Kedung Kandang Nglanggeran ini. *sigh*

Menuju Air Terjun Kedung Kandang, masih di jalan

Awalnya, di hari ke lima setelah Lebaran, saya dan suami nggak punya agenda. Diana diajak maen sama adik saya dan ponakan-ponakan, sedangkan saya dan suami di rumah karena mobilnya nggak muat. Pusinglah kalo diem aja, yekan? Mau jalan jauh juga berhitung, nanti pas Diana pulang trus kami nggak ada, repot juga.

Usullah suami ngajakin ke Nglanggeran, karena lumayan deket dari rumah, sekitar setengah jam-an doang. Gunung Api Purba Nglanggeran udah pernah, Embung Nglanggeran juga sudah (YA ALLAH UDAH DUA KALI KE SANA BELOM DITULIS JUGA!) cari yang lain kata saya. Googling sebentar, ketemu dengan Air Terjun Kedung Kandang ini. Cuzlah!

Posisi Atas Air Terjun Kedung Kandang

Carinya nggak begitu susah. Meski sudah lihat GPS, sempat tanya sekali ke penduduk lokal, langsung ketemu. Pas di pintu tiket masuk, diberi tahu sama Pak Petugas kalau airnya sedang tidak ada. Nggak papa, Pak. Kami tahu kok kalau sedang kemarau gini, di Gunungkidul ya pastinya air terbatas. Saya tetap membayar tiket dan jalan terus. Ada dua pengunjung yang balik arah batal bayar tiket begitu dibilang air terjunnya kering.

Dari atas, tampak sawah-sawah berisi tanaman padi berbentuk terasering masih termasuk hijau subur lah ya. Bandingkan dengan batuan gersang yang ada di sekitarnya, nampak perpaduan yang indah bila diabadikan dalam gambar.

Teras Siring Air Terjun Kedung Kandang

Dari atas, sama sekali belum terlihat posisi air terjunnya sebelah di mana. Okelah, saya pikir nggak seberat itu trekking sampai bawah. Ikuti petunjuk saja, nanti juga sampai, batin saya. Oternyata tidak semudah itu, Marimar!

Perlahan, saya dan suami menuruni satu per satu bebatuan sebelum bisa menginjakkan kaki di deretan persawahan tanaman padi di sebelah bawah.

Sudah Turun Air Terjun Kedung Kandang

Istirahat pertama ada di pos yang tampak di foto. Iya, itu yang ada di atas kepala saya. Pas sudah berhasil turun satu peringkat batu, jangan lupa cekrek-cekrek foto. Sudah lumayan jauh itu trekking-nya kalau sudah sampai sini. Oke, lanjut, berputar lagi sesuai petunjuk arah, sampai ke bagian lebih bawahnya lagi.

Turun Lagi Air Terjun Kedung Kandang

Wow, pos yang tadi kami pakai istirahat mulai hampir tak terlihat di atas sana! Sudah semakin di bawah ini. Napas sudah mulai satu dua. Sempetin foto-foto lagilah! Kalau sudah, ayok mulai jalan ke bawah.

Menengok Posisi Air Terjun Kedung Kandang

Wuih, akhirnya sampai juga di dataran yang ada hijau-hijaunya. Persawahan padi milik penduduk dan terlihat airnya cukup. Berarti sumber air sudah lumayan dekat, nih, pikir saya.

Suami bertugas mencari dan melihat ke bawah lagi, kira-kira di manakah posisi Air Terjun Kedung Kandang ini berada?

Namun laporannya ke saya cuma terlihat jurang doang, nggak ada tanda-tanda di sebelah mana air terjunnya. Sedangkan di sekitar kami adalah sawah semua.

Hadeh, saya nggak mau ambil resiko salah jalan dan tetep nggak ketemu juga Air Terjun Kedung Kandang. Arahnya saja nggak tahu. Kalau masih jauh kan bahaya, sedangkan saya sudah lumayan lelah. Nanti naik ke atasnya gimana? Kuat nggak?

Akhirnya kami putuskan balik arah. Menyerah saja, Pulgoso!

Pulang, Batal Ke Air Terjun Kedung Kandang

Bisa balik lagi ke atas dengan selamat saja sudah seneng, hihihihi. Lumayan berat juga ternyata medannya. Ntar balik lagi kalo anak-anak sudah agak gedean. Mudah-mudahan terlaksana ya. Aamiin.

Nggak papa untuk sementara belum berhasil mencapai tujuan. Nanti bisa dicoba lagi, kan?

Gimana kalau teman-teman punya pengalaman gagal mencapai tempat wisata tujuan? Cerita, dong.

9 thoughts on “Gagal Berjumpa Air Terjun Kedung Kandang Nglanggeran Meski Sudah Trekking Lama

  1. Semangattt, Mbak. Suami dan anakku setahun lalu menuju air terjun pajangan di Bondowoso. Enggak ketemu, tepatnya si anak kelelahan berjalan. Nah, sekitar bulan oktober 2018, giliran aku yg pergi sama suami. Alhamdulillah, ketemu. Lha pas suami balik lagi sama anak, seminggu lalu, mereka bingung ngetracknya. Krn jalan tertutup ilalang. Gagal lagi deh, mereka. Haha. Untungnya anaknya nggak kelihatan kecewa.

    1. Waaaa, seru ceritanya. Berarti air terjunnya masih belum banyak dikunjungi orang ya, Mbak?

      Kalau Air Terjun Kedung Kandang ini sebenernya sudah ada tracknya.

      Tapi berhubung kemarau, mungkin jarang dikunjungi orang dan saya aja yang jadi nggak PD kira2 masih jauh atau enggak posisinya.

      Itu anaknya masih penasaran nggak ya, pengen ketemu sama air terjunnya?
      Isnuansa selesai posting Kepincut Darajat Pass Garut Yang Kece

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge