Guest Blogger Perlu Dikaji Ulang?

Pesan: Mohon tidak berkomentar jika Anda hanya membaca cepat (fast reading). Saya harap Anda benar-benar mengerti, baru berkomentar pada tulisan ini. Terimakasih.

Waduh, agak lucu juga kejadian yang saya alami saat blogwalking tadi malam. Saya menemukan hal yang sangat langka kalau saya boleh bilang. Tidak ada maksud apapun dari tulisan saya ini, hanya berbagi cerita saja. Entahlah apa yang bisa dipetik, semoga saja jika yang bersangkutan membaca tidak sakit hati karena saya tidak akan menyebut nama.

Jadi cerita dari awalnya begini. Saya dahulu kagum dengan seorang blogger. Saya membaca tulisannya, saya berlangganan feed blog beliau. Lama saya hanya berani sebagai pembaca. Sampai timbul keberanian untuk mengirimkan guest blogger kepadanya. Dan akhirnya diterima. Tulisan saya muncul di blognya.

Senang, tentu saja. Dan saya melanjutkan kebiasaan saya ngeblog, baca melalui feed, jarang komentar, tetep berusaha update, menulis di blog sendiri. Hingga suatu waktu ada seorang teman blogger yang mengirimi saya email sebuah informasi: “Mbak, tulisan Mbak sebagai Guest Blogger itu, di kopi paste sama seorang blogger dan digunakan sebagai Guest Blogger juga di sebuah blog terkenal!”

Tunggu. Tulisan saya yang saya daftarkan sebagai Guest Blogger di sebuah blog, di kopi paste dan didaftarkan [lagi] sebagai Guest Blogger di blog terkenal [juga]?

Lucu. Saya cek. Benar. Trus? Okelah, saya skip prosesnya sampai di situ saja. Kalau saya beberkan proses selanjutnya, bisa jadi akan ada yang keberatan dengan hal ini. Saya anggap sudah selesai sampai di situ. Tutup buku. Nggak ada masalah lagi.

Sampailah saya pada malam ini. Saya memang nggak pernah berkunjung [lagi] ke blog pelaku kopi paste tulisan saya. Jangankan sempat ke sana, ke blog sahabat-sahabat dekat saja udah kekurangan waktu. ๐Ÿ˜† Tapi lha kok dasar saya iseng, tadi malam maen ke sana. Ternyata sudah akan tutup. Sudah akan? Gimana sih? Ya katanya sudah ditutup, tapi blognya masih ada. ๐Ÿ˜† Saya baca tulisan sebelumnya. Lha kok rame banget soal tulisan blogger hebat yang di kopi paste oleh blogger lain [meski sayangnya blogger tersebut nggak jelas adanya] dan didaftarkan kepadanya sebagai Guest Blogger!

Jadi, seorang yang pernah saya ketahui mengkopi paste tulisan guest blogger saya di blog idola, dan didaftarkannya sebagai guest blogger di blog ternama, menerima sebuah guest blogger di blognya sendiri dari seorang blogger yang mengkopi paste tulisan blogger hebat. Errrr. [Saya yakin Anda semua smart dalam menangkap kalimat mbulet saya ini.]

Dari situ saya berpikir:
1. Apakah perlu sebuah blog menerima Guest Blogger dari pihak lain?
2. Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan kopi paste tulisan: Guest Blogger, atau pemilik Blog?

Saya sedang memikirkan untuk sementara tidak menerima tulisan tamu dari orang lain. Salah satu solusinya mungkin itu. Kalaupun menerima sebuah tulisan tamu, pastikan dia seorang yang dapat dipercaya, yang menuliskan artikel tersebut sendiri, bukan hasil kopi paste tulisan blogger lain sebelumnya.

Rekan-rekan blogger, mohon masukannya mengenai dua pertanyaan saya di atas. Terimakasih.

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

42 thoughts on “Guest Blogger Perlu Dikaji Ulang?”

  1. blogger yang dapat dipercaya ya yosbeda.. hehehe,,,
    itu yang (maaf) geblek yang blogger terkenal/ternama yang ke 2,,, asal appprove tulisan aja ngga di search dulu itu ori kagak tulisanya

  2. Saya tahu blog yang sedang dibicarakan ๐Ÿ˜€

    1. Admin membuka peluang untuk para pengunjung blognya supaya menjadi Guest Blogger pasti ada maksud dan tujuannya. Kalau menurut saya maksud dan tujuannya itu, mungkin si-Admin kurang membagi waktu untuk menulis sebuah artikel di blognya (blog tdk di-update takut menurun dlm SEO).
    2. Admin blog merasa blognya itu sudah banyak visitor dari manaยฒ. Maka dari itu admin memberikan kesempatannya bagi para visitor untuk menjadi guest blogger. Siapa sih yg gak mau tulisannya di baca orang lain. Pasti ujungยฒnya mah pembaca mengunjungi blog kita yang sudah di cantumkan pada akhir tulisan.

    Mungkin itu pendapat dari saya, kalau ada yang salah mohon di koreksi. Happy blogging ๐Ÿ™‚

  3. Mbak Nunik, menurut saya, dimanapun artikel kita dipajang, asalkan pada artikel itu melekat satu atau dua link yang mengarah ke blog kita, saya pikir tidak masalah. Tapi dengan satu syarat; link-nya haruslah dofollow, bukan nofollow.

    Tapi kembali lagi ke pandangan masing-masing individu. Bagaimanapun, praktek mengirim guest post di blog sendiri untuk dikirim lagi ke blog lain, menurut saya benar-benar adalah tindakan yang tidak kreatif. Kalau saya, mending tidak menulis sama sekali. Daripada harus menerima guest post second-hand seperti itu.
    budiastawa selesai posting Oxford Pocket Dictionary di Kamus Google

  4. Tentang perlu tidaknya guest blogger di blog kita kayaknya nggak bisa diputuskan dan atau dimintakan pertimbangan ke orang lain Mbak. Jadi Mbak Nunik yang paling tau perlu tidaknya.
    (Hanya dalam hal ini lho… Kalau dalam hal lain kayaknya pendapat orang lain bisa jadi pertimbangan)
    Dan menurut saya, sebagai pemilik blog mau nggak mau kita tak bisa lepas tangan begitu saja manakala ada hal2 yg berhubungan dengan tulisan tamu yg kita pajang di blog kita, meski kita sudah menuliskan bahwa segala isi dan tanggung jawab ada pada penulis. Paling tidak kita akan nanggung beban moral kalau ada yg nggak beres.

    Jadi perlu banyak pertimbanganlah.
    Kalau ragu lebih baik jangan!.
    marsudiyanto selesai posting EndoneSaโ€ฆSaโ€ฆSaโ€ฆSaโ€ฆ

  5. Kalau menurut saya sih,,,
    Jika kita SUDAH SIAP untuk terjun ke dunia perBloggeran, kita juga harus siap untuk menerima resiko yang akan terjadi. Artikel yang di copy paste itu adalah salah satu contoh dari banyaknya resiko yang akan kita alami di dunia perBloggeran. jadi kita harus benar2 mempersiapkan diri untuk menerima semua resiko yang akan terjadi pada kita. Jika tidak mau artikel kita di copy paste, sebaiknya dari sekarang tinggalkanlah dunia perbloggeran… hehe… Maaf saya tidak bermaksud untuk menghina, tpi saya hnya sekedar memberikan saran saja.. ๐Ÿ˜‰

    Salam…

    FaDhLi

  6. hmmm saya sendiri kurang suka dengan blog yang berisi tulisan dari guest blogger, karena misalnya saya berkunjung ke sini saya mau baca ya tulisannya nunik, bukan orang lain.
    terus terang saja kalau ada tulisan guest blogger di blog yang saya suka datangi saya akan cuekin dan tidak beri komentar, kecuali tulisannya benar-benar bagus ๐Ÿ™‚

    bagi saya, membaca blog seseorang = membaca hati seseorang ๐Ÿ˜‰

    EM
    ikkyu_san selesai posting I am Blessed

  7. karena blog saya memang personal jadi semua tulisan saya juga milik pribadi mbak,

    kalo pertanyaannya apakah perlu- ya tergantung dari pemilik blognya sendiri apakah merasa perlu tambahan artikel dari blogger lain.

    jika terjadi masalah seperti di atas tentu susah untuk menyalahkan salah satu pihak.. karena susah juga ya untuk mendeteksi apakah artikelnya hasil copas atau gak.. (dengan catatan visitornya udah banyak)

    wah bingung gak mbak hehe..
    ‘Ne selesai posting Kenangan Yang Seperti Senja

  8. Ada dua tanggapan dari ane.
    Yang pertama mengenai pelaku copy-paste terhadap tulisan mbak nunik. Menurut ane sebaiknya memang tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena menurut hemat ane, dia (pelaku) adalah pemula yang sedang belajar. Yup, ane 90% tahu siapa orang yang dimaksud.
    Bisa jadi, dahulu kita pernah melakukan hal yang sama, yaitu menulis tanpa etika, tapi ane yakin saat itu kita sedang dalam proses belajar menjadi blogger yang lebih beretika. ane yakin, ia (pelaku) pun demikian.
    Satu yang menarik, ia akhirnya mengalami kejadian yang hampir serupa. Semoga kejadian tersebut mampu membuat ia sadar bahwa apa yang telah ia lakukan berbalas hal yang serupa. Inilah proses pembelajaran tersebut.
    Yang kedua, terkait perlukah guest blogger dikaji ulang. Selagi kita telah mengenal guest blogger tersebut, maka sah-sah saja kita menerima tulisan mereka untuk dipublikasikan.
    Tentunya admin lebih tahu mana blogger yang telah terbukti kredibilitasnya, maupun yang belum terbukti. Penilaian tersebut memang subjektif, tapi perlu dilakukan untuk mencegah kejadian yang serupa.
    Siapa yang bertanggung jawab bila terjadi penyalahgunaan hak cipta orang lain? Tentu saja sang admin. Namun admin sendiri tidak patut disalahkan 100%. Cukuplah meminta maaf kepada penulis aslinya, dan menghapus tulisan guest blogger “nakal” tersebut, atau memberikan kredit ke penulis aslinya. Selanjutnya admin boleh memilih, apakah ia akan tetap menerima kiriman dari guest blogger “nakal” itu atau mem-blacklist-nya.
    [Bonus] Yang ketiga, apakah ane boleh menjadi guest blogger di blog ini? Lumayan kan, ane bisa dapat backlink gratis hihihi… Cukup 1 tulisan, nama ane akan berada di blogroll blog ini selamanya wkwkwkwkww….

  9. Salin tempel adalah kisah klasik dalam dunia blog (bahkan dalam media lain), tidak harus apakah itu tulisan seorang author, co-author, ataupun tulisan kontributor.

    Hanya saja modus operandinya yang berbeda-beda, jika memang peduli, maka sedari awal sebaiknya tidak tak diacuhkan. Teguran itu wajar, kalau kita malah tidak menegur, berarti kita juga mendukungnya bukan?

    Teguran bukan berarti kita membuat tulisan kita jadi barang sakral yang super penting, namun lebih pada kepedulian sesama narablog :).
    Cahya selesai posting Plan for Long Break

      1. saya sependapat dengan bli cahya, kalo kita tidak menegurnya maka kebiasaan itu mungkin akan terus bergulir..langkah ini tidak bisa dilakukan oleh salah seorang blogger saja, jika semua blogger peduli dengan hasil karyanya dan berani menegur jika ditemukan tulisannya di copy..saya yakin kebiasaan ini bisa diminimalkan dan tidak membudaya dikalangan blogger
        mr, kem selesai posting Segelas es cincau untukmu

  10. [Saya yakin Anda semua smart dalam menangkap kalimat mbulet saya ini.]….
    saya nggak begitu smart mbak jd nggak nyantol kata di atas itu,tp paham kok isinya :mrgreen:
    dilema ya mbak soalnya tamunya jg manusia yg bisa baik atw jahat…
    kl saya sih mending tulisan sendiri mbak,karya sendiri,juga nggak melanggar hak blogger lain jg…

    salam persahabatan ,-
    Catatan SederhaNa selesai posting Kesederhanaan hidup seorang pembesar

  11. baca tulisan mbak Nunik ini saya baru sadar itu resiko buka lahan guest blogger.. paling kalau mau guest blogger nya harus bener2 blogger yang kita kenal baik dan tidak mungkin copas, walaupun tidak ada yang tidak mungkin.. susah juga ya..

  12. saya memang gak pernah membuka dan belum berniat membuka guest blogger menulis. saya selalu mengandaikan blog itu seperti rumah pribadi ,jadi siapapun yg datang akan datang karena tuan rumahnya bukan tamunya.

    tapi bagi yg membuka untuk guest blogger gak salah juga,karena tentu saja itu hak pribadi mereka juga sebagai pemilik rumah itu.

    kalau diandaikan rumah,mungkin sang pemilik lagi pulang kampung jadi nitipin rumahnya sama saudara dekat atau sahabat buat jagain,hehe ๐Ÿ˜€
    didot selesai posting Diuji berarti masih disayang

  13. jadi pembelajaran buat kita semua, kalau apapun yang kita lakukan itu ada etikanya, punya aturan. termasuk dalam hal ini. kalau menurut saya sih, perlu tidaknya menerima guest blogger dari pihak lain, tergantung pribadi masing-masing aja mba, dan tergantung tujuannya membuat blog itu sendiri.
    salam ^_^

  14. Mbak, saya sudah baca sekali, tapi belum ngerti. Saya coba baca lagi deh bagaimana jalan ceritanya.

    Tapi tentang keaslian tulisan Guest Post, itu adalah tanggung jawab yang si Guest Blogger, karena biasanya blog yang menerima Guest Post sudah memberikan peraturan bahwa tulisan harus asli dan bukan copy paste.

  15. kalo ada kecelakaan macam itu,
    si blog terkenal mungkin aja gak salah,
    karena bisa aja gak baca tulisan mbak Isnuansa yg di copas.

    kesalahan paling jelas ada pada yg melakukan copas.

    menurut saya sih begitu.

    = = = =

    tapi saya salut nih,
    tulisan sampeyan sudah sering dicopas,
    meski dicopas dengan cara yang tercela.

    = = = =

    mengenai guest blogger,
    ada temen saya yg punya tulisan. katanya mau nitip di blog saya. soalnya dia sendiri katanya malas bikin blog.
    tapi itu baru sekedar rencana dia, belum ada tindak lanjut lebih serius ๐Ÿ˜‰

    = =

    okay, thats my comment.
    so long like a lontong ๐Ÿ˜›
    alisnaik selesai posting gambarย sendiri

  16. proses diatas agak jelimet ya Mbak, dari menjadi guest blogger lalu di copy paste lagi, seperti alur sirkulasi yang tidak ada putus…he..he…he…

    Dan saya rasa masukan dari sdr. Anonim udah cukup jelas kok, jadi tidak perlu saya kasih masukan lagi. ๐Ÿ˜€

  17. lebih baik gak usah mengunakan guest blogger mbak. karena gimana pun tulisan kalau sudah masuk ke internet bisa jadi milik umum, dan bisa cop pas dimanapun (diluar konteks hak cipta loh ya… hehe).
    namun alangkah baiknya tetap mebuat exchange link dengan teman teman supaya bisa sharing trafik dan page rank juga. ๐Ÿ™‚
    eko selesai posting Menampilkan kode HTML pada postingan blog

  18. Mudahnya copy paste itu jadi dilema blogging.
    kadang kala kita mencari keyword dalam satu search engine, muncul beberapa result yang kalo kita lihat isinya sama persis (banyak kejadian pada tips/trick)

    Beberapa blogger rasanya masih berat untuk mencantumkan referensi dalam setiap postingan. Padahal sebenarnya itu bisa jadi hubugnan yg saling menguntungkan.

    Nb: Lebih baik nulis sendiri dari pada asal comot dari orang lain.

  19. Untuk mengantisipasi supaya artikel kita tidak mudah di-copas orang lain, sebenarnya ada sebuah plugin di WordPress yang menon-aktifkan klik kanan pada halaman blog kita. Dengan demikian, orang lain tidak akan dengan mudahnya melakukan copas atas artikel yang sudah kita buat dengan susah payah.

    Mudah-mudahan membantu. ๐Ÿ™‚
    Tatang Tox selesai posting Kartini dan Feminisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge