How To Artikel Yang Ditinggalkan Pembaca

how-to-blogPernah membaca artikel ‘How To‘ yang mengajarkan bagaimana caranya mendaftar atau membuat sesuatu?

Bagaimana mereka menjelaskan langkah-langkah tersebut kepada Anda? Mudah dipahami, atau malah membuat kepala Anda semakin pusing?

Saya punya pengalaman dengan beberapa artikel ‘How To‘ yang mungkin tujuannya memang ingin membantu pembacanya, tetapi akhirnya saya tinggalkan karena:

Anchor Text Berisi Iklan.

Saya kurang yakin apakah hal tersebut disengaja, atau memang keteledoran saja, tetapi begitu saya klik, halaman yang terbuka adalah iklan.

Apakah ini cara baru mengiklankan link-link Pay Per Click? Jelas saya langsung meninggalkan blog dengan model seperti ini.

Anchor Text ke Anchor Text ke Anchor Text.

Berapa banyaknya halaman yang Anda butuhkan untuk mempelajari cara membuat sesuatu di blog? Saya mencari yang habis satu halaman. Tidak perlu bersambung ke halaman lainnya.

Jika ilmu tersebut mengajarkan tingkat lanjutan dimana kita perlu mempelajari ilmu dasarnya terlebih dahulu, it’s fine untuk mengklik pelajaran ilmu dasarnya. Tetapi jika dibuat berlapis-lapis, dari anchor text ke anchor text yang lain, dan kembali lagi ke postingan awal, pusiiing deh. Saya tinggalkan saja. Cari sumber lain.

Tidak Detail Dan Tanpa Gambar.

Pemula seperti saya, inginnya memang ‘disuapi’. Jadi, akan berterima kasih kepada blogger yang dengan sukarela memberikan ilmunya tahap demi tahap, menyampaikannya dalam cara sederhana dan akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan gambar.

Penuh Dengan Bahasa Teknikal Yang Sulit.

Banyak deh contohnya. yang pasti tanda-tandanya mudah. Mata saya akan menyipit dan dahi berkerut-kerut ketika menjumpai kata-kata yang saya sama sekali nggak tahu artinya.

Bagaimana dengan Anda?
Artikel ‘How To‘ yang seperti apa yang Anda ingin baca?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

19 thoughts on “How To Artikel Yang Ditinggalkan Pembaca”

  1. itulah sulitnya bikin tutorial.
    terkadang ingin bikin sejelas mungkin dengan banyak referensi tapi takutnya malah kepanjangen
    kadang ingin bikin yang pendek tapi malah kasian ama yang pemula nanti gak ngerti.

    bahasa teknikal itu akan membuat postingan lebih pendek, tapi justru bikin yang baca gak ngerti, kalau dijelasin malah panjang.

    kalau saya biasanya di paragraf awal sudah saya kasih peringatan kalau artikelnya nanti panjang, untuk siapa artikel diberikan, dll biar yang baca udah tahu dari awal sebelum baca.

    masalah iklan emang terkadang how to itu sekaligus mengiklankan buat cari referrall, asal iklannya berhubungan gak masalah kan
    .-= dg-studio´s selesai [nulis] ..SEBUAH CERPEN: NOBODY’S NOBODY =-.

    Sampai sekarang saya belom berhasil bikin artikel How To. Nggak telaten. Pengennya memang dijelasin pake gambar, tapi kita sendiri harus keluar masuk website yang mo dijelasin dan bikin screenshotnya, masih males… 😆

  2. Nah ini dia.. “How To”, sering aku mencoba mencari informasi dengan tag seperti itu yang ditemui banyak tidak mengertinya daripada yang dapat diserap. Tapi banyak juga yang praktis dan mudah dimengerti seperti “How to make donuts?” hik.. hik.. hik.. aku lagi bikin donat hari ini… mau?
    .-= Vyan RH´s selesai [nulis] ..Pelajaran akibat kurang Teliti =-.

    Donuts mah postingan saya yang lama… Gampang itu bikinnya… 😎

  3. Kalo aku hanya ini mbak (yang kurang suka): 🙄
    a. Postingan nyang panjangnya minta amplop, meski ada gambar, namun tak ada penekanan dari pemilik (spt dg blod/italic/underline, dsb) sehinnga kita seolah diminta membaca seluruh tulisannya, apalagi bahannya resmi (EYD pleg nyang terkesan seperti membaca pidato kenegaraan).
    b. Crita panjang, informasi panjang, namun pada endingnya tidak menanyakan masalah apa-apa.
    Nyang suka: 🙄 😀
    a. Kalo bentuknya semacam cerita ya pendek dan ringkas. (maks 3 alenia)
    b. Kalo berupa tutorial ato tips senang nyang panjang dan lebih jelas, bahkan ada scrinsutnya untuk menghindari salah persepsi. Ditambah lagi dengan sistem numbering kek tempate mbak Isna inyi. Aku suka banget, jadi seolah-olah kita diajak berpikir pada endingnya itulah nyang merangsang komengtator untuk segera mengetik komeng. 😆
    .-= Wandi thok´s selesai [nulis] ..One post in two blog =-.

    Saya suka komeng yang panjang-panjang kaya punya Pak Guru Wandi…

  4. Artikel “How To..” memang berisi penjelasan atau petunjuk untuk melakukan sesuatu dan biasanya diatas 300 kata, saya setuju dengan anda kalau artikel “How To..” harus dilengkapi dengan gambar karena 300 kata bisa disingkat hanya dengan beberapa gambar.
    .-= zhoe´s selesai [nulis] ..Cara Buat Custom Background Twitter =-.

    Makin banyak gambar makin jelas… Top!

  5. Terkadang saya bingung ingin mennggunakan kata baku, kata gaul dan kata logis untuk postingan. Lirik judul kalo D3pd buat posting, biar mudah, gampang diartikan dan dimengerti semua, ^_^…V
    .-= D3pd´s selesai [nulis] ..Sakitnya D3pd… =-.

    Kalo terlalu baku, pembaca mudah ngantuk 😆 Kalo terlalu gaul, kasihan Aki-Aki yang baca nggak ngerti 😆 Emang semua serba salah ya?

  6. hmm, yg ingin dibaca yah:
    1. yang singkat tapi jelas
    2. ada step by stepnya, ada list entah nomer entah bullet, ada sub judulnya kalo perlu. sebel kalo baca how to post isinya standar semua – tapi kalo cerpen ya repot kalo harus pake bullet hihi…
    3. bener dirimu, kalo bisa satu post itu mengkaver satu topik tanpa harus diachorin ke mana2. emangnya pos kota, baru baca judulnya dah bersambung ke halaman 11?

    Masih suka baca Pos Kota ya? 😆 Bukannya sekarang ngetrend-nya Lampu Merah? 😆

  7. SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU FUUUULLLLLLLLLLLL

    hehehehe.. jadi malu kalau saya kayanya paling gaptek dan OON surOON
    .-= KangBoed´s selesai [nulis] ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.

    I Love You Full juga Kang.

  8. Hadiiirr….!

    Wah, kalo postingan how to yang saya buat pas lagi “sok tau” gimn mbak nunik? Gak langsung jenengan tinggal cabut to? Hi.hi.

    Salam, Kojeng. 🙂
    .-= kolojengking´s selesai [nulis] ..Saya dan photoshop itu… =-.

    Kadang saya tahu-tahu sudah ngilang tanpa pamitan kalo nemu postingan How To yang ciri-cirinya kaya di atas.

  9. Menurut saya. sangat wajar jika pembaca ingin tutorial yang mudah dipahami, tapi buat si penulis kadang sedikit susah untuk menjelaskan sesuatu yang sama sekali belum dimengerti oleh pembaca. buat saya sendiri saya usahakan untuk membuat penjelasan tentang istilah lebih jelas dengan merujuk ke situs2 seperti wikipedia dan lebih ringkas dengan disertakan gambar tambahan yang harus diklik untuk menampilkannya supaya tidak terlalu kepanjangan.
    .-= Deka´s selesai [nulis] ..Sayang Noordin M Top Tewas =-.

    Memahami kemauan pembaca yang cerewet seperti saya memang sulit. Dan karena saya sadar belom mampu bikin artikel How To, sampe sekarang saya masih belom sanggup…

  10. Thanks yach artikelnya… Mantap nih
    .-= Bisnis Online´s selesai [nulis] ..Peluang Bisnis Online WordPress Theme Gratis =-.

    Ok.

  11. Membuat artikel ‘how to’ agak susah memang… soalnya bagi seperti saya yang bergelut dibidang arsitektur harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami bukan bahasa teknik. Misalnya wall itu bisa dinding pembatas, tembok, dan masih banyak lagi… ya semoga ini menjadi pengetahuan bagi yang ingin membuat artikel how to… Terima kasih Mbak Nunik buat infonya….
    .-= Desain Lansekap´s selesai [nulis] ..Arti Sebuah Nama =-.

    Sama-sama Mas..

  12. How to ? membuatnya memang tidak mudah, tetapi karena tujuan pembuatan artikel howto itu memang untuk mengajari yang lain tentu harus mudah dipahami oleh jamaah yang banyak.
    Anchor to Adsense, go to hell.
    Bahasa teknical memang hanya ditujukan untuk yang expert kalau yang jadul kayak saya mesti ngebacanya sambil cari refensi. Hey…bukankah pemilik blog ini sudah expert ?
    .-= Aldy´s selesai [nulis] ..Setengah Juta, Bukan Enam Ratus Ribu =-.

    Emang pernah ya nemuin Anchor To Adsense?
    Expert??? 😈 Saya paling gaptek 😆

  13. Dulu kalau mau ujian kami minta kepada guru “point2nya” saja. Buku yang tebal,bahasanya dalam banget sulit untuk dipelajari.
    Demikian pula artikel tutorial di blog, sebaiknya diberikan langkah demi langkah,agar mudah praktek.
    Jika ada tip berbunyi : masukkan kode html kedalam header, sebelum judul”. Weleh2, susah prakteknya. Kalau ada contoh atau gambar kan enak yoooo mbak.
    Salam hangat dari Surabaya.

    Saya kalau terpaksa ngebet pengen menerapkan ilmu, meski nggak jelas yang dimaksud, tak tembak terus. Termasuk kalimat masukkan kode html sebelum ini setelah itu, mataku plirak-plirik nyari yang mana yang dimaksud. Kadang setengah jam cuma nyari kode-kodenya doang.. 😆

  14. sepertinya blog saya bakal ditinggalkan pembaca… hihi…

    Salam manis buat Pak Guru Wandi, komennya kali ini bener sekali… (bukn berarti yg lainnya engga bener) 😀
    .-= casrudi´s selesai [nulis] ..Membangun Karakter Dan Kebiasaan =-.

    Kenapa Mas? Kok, ditinggalkan pembaca?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge