idola
nggak heran, karena sistem yang dipake adalah siapa yang terbanyak mendapat dukungan lewat sms, dialah yang berhak masuk ke babak spektakuler. mungkin ini juga masalah selera pemirsa yang berbeda dengan penilaian juri yang mencoba obyektif. tetapi cara seperti itu tidak bisa menghindari kemungkinan adanya anggota keluarga dan kerabat salah satu, atau banyak peserta, yang mati-matian memberikan dukungan meskipun harus mengeluarkan dana yang nggak kecil jumlahnya. bahkan ada keluarga yang katanya –gw baca di media– sampai rela menjual rumah dan menghabiskan ratusan juta hanya demi “mengamankan” selangkah lagi menuju ketenaran. pepeatah bilang Jer Basuki Mowo Beyo, tapi apakah memang seharga itu sebuah ketenaran harus dibeli? tidak adakah cara lain? toh, mereka berbakat semua dalam bernyanyi.
gw kok berpikir bahwa mereka semua –keluarga peserta dan termasuk para pengidola yang bukan keluarga peserta– terjebak ke dalam suatu sistem yang tidak disadari sebenarnya amat sangat merugikan. sms yang mereka kirimkan untuk memberikan dukungan adalah seharga Rp. 2.000, jauh di atas tarif normal antar operator yang hanya Rp. 350. malah ada beberapa operator yang menetapkan tarif sms hanya Rp. 45, Rp. 75, Rp. 99 dan lain sebagainya.
lantas, apakah harga yang didapat oleh si pengirim sms yang memberikan dukungan sepadan dengan hasil yang mereka peroleh? toh, tanpa para pengidola mengirimkan sms dukungannyapun, acara seperti itu tetep saja akan berlangsung dengan sendirinya. buat gw, biarkan saja anggota keluarga peserta yang “perang” dukungan. kalau sudah begitu, stasiun televisi justru akan “mengatur” dengan sendirinya siapa yang layak untuk melaju ke babak selanjutnya berdasarkan penilaian juri yang lebih “ahli” di bidang menyanyi. cara seperti itu justru menurut gw lebih fair, untuk menghindari besarnya subyektifitas, jumlah jurinya dapat ditambah –empat orang sih sebenarnya sudah cukup menurut gw–.
seperti halnya kontes kecantikan, baik tingkat lokal (Kabupaten/Kota) sampai dengan internasional seperti Miss Universe, perolehan polling terbanyak hanya menentukan juara favorit kan?
nunikyangbelumpernahkirimsmsdukungan