Iklan Blog Tidak Harus Banner

Apa bentuk iklan yang paling berhasil? Tentu melalui media televisi. Di Indonesia saja, berapa juta rakyat yang menonton televisi, jika dibandingkan dengan jumlah yang membaca surat kabar, majalah, atau bahkan blog?

Iklan di televisi berbentuk video dan ditayangkan di dalam konten acara, menyelingi di tengah-tengah, sehingga mendapatkan perhatian. Begitu juga di dalam surat kabar atau majalah, meski ada sebagian yang dikelompokkan ke dalam halaman khusus, ada beberapa yang berada di antara konten, berwarna (menarik perhatian) dan sesuai (atau paling tidak dekat) dengan topik yang sedang dibahas (topik automotive ya iklannya spare parts, jangan iklan cellular).

Bagaimana dengan blog? Yang paling dekat dengan gaya televisi (dan banyak dilakukan) ya tentu saja banner. Menyediakan beberapa spot di header atau sidebar blog, untuk dipasangi iklan dalam bentuk banner-banner yang siap untuk di klik oleh pengunjung.

Tapi, dapat iklan juga nggak mudah. Syaratnya blog Anda harus memiliki banyak –sekali– kunjungan dalam satu hari. Angka UPV (unique page view) harus jelas. Dengan hitung-hitungan matematis, pengiklan tidak ingin rugi, jika sekian unique page view dikali sekian persen kemungkinan pengunjung memencet iklan yang dipasang, hingga didapat keuntungan bagi pemasang iklan.

Okelah, mungkin blog Anda memiliki kunjungan ratusan ribu UPV per hari (yang hampir dipastikan tidak mungkin dicapai jika blog Anda bertema blogging), tetapi beda dengan iklan televisi, iklan banner masih mungkin diabaikan oleh pengunjung yang makin pintar dan tidak mau terganggu oleh iklan yang Anda pasang (meski televisi juga mungkin dipindah channel dengan adanya remote control). Malah ada yang ekstrim menggunakan ad-blockers, atau mematikan fungsi gambar sehingga iklanpun tak terlihat.

Saya bukan skeptis soal iklan banner, hanya ingin mengatakan jika banner bukan satu-satunya cara memperoleh iklan.

Benar, jika paid reviews kini makin sepi saja orderannya. Nunggu bayaran dari tulisan berbayar kini makin sulit. Tapi kalau kita kreatif dan bisa menangkap peluang, sebenarnya ada saja di sekitar kita. Contoh yang paling gampang, bulan Juni yang lalu saya jalan-jalan ke Bali gratis (yang jika diuangkan bisa bernilai mencapai lima juta rupiah) hanya karena menulis satu artikel. Itu juga ‘penghasilan’ dari blog kan? Berapa ribu klik banner yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah senilai itu?

Bulan ini, saya juga sudah dapat beberapa, mulai dariย  empat buah tiket nonton di Bl*tz (bukan dari mereka soalnya, hahaha), voucher makan di Hanama**, sampai spesial tiket masuk dari tanggal 24 Juli – 11 Agustus ke IIMS 2010 (Indonesia International Motor Show 2010). Padahal bulan Juli baru setengahnya kan? Masih ada kesempatan berburu dan menuliskannya di blog.

Tanpa iklan banner, blog kita masih bisa tetap menghasilkan kok. ๐Ÿ˜‰
~~~

Bagaimana dengan blog Anda? Seberapa banyak iklan banner Anda pasang? Sebandingkah dengan jumlah yang Anda dapatkan?

Author: isnuansa

Emak dengan satu anak yang hobi nulis. Memilih tidur kalau ada waktu luang. Follow saya di twitter: @isnuansa

33 thoughts on “Iklan Blog Tidak Harus Banner”

  1. Bahkan kalo kita kreatif, wujud iklan bisa dibikin jadi teks (bukan PPC loh). Kalo saya sementara ini dapat malah udah 3 kali dapet rejeki dari kontes blog. Pertama kontes menulis. Kedua kontes komentator terbaik. Dan ketiga, kontes komentar valid terbanyak ๐Ÿ˜†

    Jadi, gak menghasilkan dari blog sendiri, tapi dari blog lain malahan MBak.
    iskandaria selesai posting Pelajaran di Balik Upaya Validasi XHTML Blog Ini

  2. bener2. .
    banyak cara mendapatkkan fulus dari blog..
    mungkin bisa buka jasa2 yang lain. .
    atau iklan video kalie. . ๐Ÿ˜€

    mw dicoba ?
    ada-akbar selesai posting By- akbar

  3. Gw kok blm kepikiran ya buat pasang iklan banner diblog (msh bingung soalnya, he he) paling baru sebatas ikut lomba diblog teman. Tp asik jg ya kayanya kl dari ngeblog bs dpt pengasilan tambahan.
    Eh nanti kl ada lomba / kuis ksh tau ya, kepingin ikutan soalnya..
    Mood selesai posting Buram

  4. selamat pagi.

    kayaknya bisa dicoba tuh.

    tapi ada juga iklan yg dipasang di link tipuan.
    saya pernah tuh kena macam gituan. jebakan batman.
    hehehehehh

    terima kasih dan mohon maaf ๐Ÿ˜ฎ

  5. blogku pernah berjejer link monetize, paid review berbahasa inggrispun pernah beberapa kali. Namun setelah kuperhatikan, sepertinya membuat blogku nggak enak dilihat. karena itu, aku mengubah kembali theme blogku dengan yang amat sederhana. biar nggak terkesan komersial. ๐Ÿ˜€
    btw, apa yg kamu lakukan menarik juga untuk kuikuti. cari klien ah… ๐Ÿ™‚

  6. Beeuh, ko saya jadi ngiler ya? apalagi setelah baca yang pergi ke bali karena menulis satu artikel saja. mau dong mbak! :ngeces: bagi2 infonya y kalau ada kontes kaya gitu lagi. ๐Ÿ™‚

  7. harus cerdik juga ya…

    btw, saya kok jadi memperhatikan kalimat diatas ya :

    “Okelah, mungkin blog Anda memiliki kunjungan ratusan ribu UPV per hari (yang hampir dipastikan tidak mungkin dicapai jika blog Anda bertema blogging),”

    jadi pengen ganti tema blog ๐Ÿ˜€
    imadewira selesai posting Cara Tag Teman di Status Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge