Impian Dalam Ngeblog

Disamping beberapa pencapaian pribadi yang sudah diraih selama saya ngeblog, masih ada beberapa lagi impian yang belum bisa saya wujudkan. Saya masih belajar dari beberapa blogger profesional yang telah lebih dahulu meraih kesuksesan melalui blognya.

1. Menulis Panjang

Menulis artikel yang panjang dan mendalam tentang suatu topik. Bukan hanya sekedar ‘dipanjang-panjangin’. Dengan 1.000 sampai dengan 5.000 kata per tulisan, pasti membutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Daftar bacaan dan referensi yang banyak saja tidak cukup. Meramu kata agar tidak membosankan pembaca diperlukan dalam menulis postingan seperti itu.

Seperti Yaro Starak dan Steve Pavlina yang biasa menulis ribuan kata di setiap ertikelnya, dan seminggu minimal dua kali mereka menerbitkan tulisan! Senangnya lagi, semua tulisannya di tunggu oleh ribuan [bahkan mungkin puluhan ribu] pelanggan RSSnya.

Keuntungan: Jenis tulisan yang mendalam akan suatu hal, paling mudah menarik minat blogger lain memberikan linknya, atau setidaknya meninggalkan komentar.

2. Setiap Hari Tanpa Henti

Sudah berjanji dalam hati, bahwa saya harus mampu menulis satu postingan setiap hari, tetapi sampai sekarang belum mampu diwujudkan. Masih mempunyai kendala yang bisa mengalihkan perhatian untuk konsisten menulis. Game online dan keasyikan membaca tulisan orang lain saat blogwalking adalah dua alasan yang paling besar. Kunci utamanya adalah dalam pembagian waktu.

Biasanya, saya memiliki syarat khusus agar bisa menghasilkan tulisan dalam jumlah yang relatif banyak, tanpa harus menghadapi gangguan-gangguan yang berarti.

Sempat beberapa waktu lalu memiliki cukup waktu untuk menulis, sehingga tabungan tulisan di dalam postingan terjadwal bisa untuk beberapa hari ke depan, namun kini mulai tertatih-tatih dalam memproduksi tulisan di blog ini.

Keuntungan: Dari segi search engine optimization, memproduksi tulisan setiap hari memiliki keuntungan tersendiri. Semakin banyak tulisan yang bisa dihasilkan, semakin banyak pula tugas search engine untuk mengindeksnya. Dan jika ‘tabungan’ tulisan kita dalam blog sudah lebih dari 500, dengan hanya dua orang saja yang datang dari search engine ke masing-masing tulisan, tanpa usaha apapaun kita sudah memiliki seribu pengunjung setiap harinya.

3. Memiliki Tim

Bukan berarti saya akan membayar atau mempekerjakan orang lain dalam mengembangkan blog saya, karena selama ini saya ngeblog masih melakukannya sebagai hobi, dan saya bisa fun, bukan dikejar oleh keharusan mendapatkan penghasilan.

Memiliki tim disini lebih kepada memberikan kebebasan guest blogger dalam menulis di blog ini. Sesekali berbagi dengan orang lain yang mau menulis dan menjawab komentar yang masuk.

Kerugian: Semakin sering orang berkontribusi menulis di blog ini, saya akan semakin kehilangan ‘diri saya’. Blogger lain datang mengunjungi dan membaca tulisan saya, bukan seluruhnya karena tulisan-tulisan itu –beserta-manfaat-yang-akan-mereka-peroleh-, tetapi lebih karena mereka datang karena tertarik dengan ‘saya’ –dalam-satu-paket-.

~~~

Tuh, kan, belum juga sampai 500 kata, saya sudah nggak sanggup lagi melanjutkannya. 😉

27 thoughts on “Impian Dalam Ngeblog

  1. Dalam poin 1, kayanya saya termasuk tuch, keseringan baca postingan di blog lain sampe lupa mo nulis apaan. Smoga mimpi kita semua terwujud….. amien.

    Amin, Mas Saipul, jangan kelamaan berada di sini ya. Cepetan balik ke blog dan mulai menulis ya… 😉

  2. sy blom mampu jadi seperti yg diatas nih, dari si newbie yg terus pengen belajar 😀

    Tapi udah mampu menang kontes SEO yang hadiahnya yahud… 😛

  3. tahun lalu aku sempat bisa posting satu hari satu, bahkan kalau rajin dua. Tapi anak makin gede, kok makin sulit “nyuri” waktu untuk menulis ya….

    well yang penting jangan sampai mengeluarkan posting berjudul “hiatus” hihihi

    EM
    .-= ikkyu_san selesai posting Kapan Kamu Merasa “Tua”? =-.

    Mbak Imelda sih ‘tukang merangkai kata’, biasa nulis berlembar-lembar. Saya biasanya harus baca dulu supaya bisa nulis lebih panjang dari biasanya.

  4. saia merasa blm sanggup utk menulis panjang di blog. suka kehabisan stock kata2… :mrgreen:
    .-= Nda selesai posting Perempuanku =-.

    Sante aja kalo nggak bisa, wong Mbak biasanya posting puisi… Puisi kan jarang yang panjang-panjang…

  5. Hem… Kalau saya sih, ngeblog hanya sekedar iseng belaka., mau panjang mau pendek yg pnting hepi.
    makanya blog saya seperti itu 😀

    Salam kenal..

    Yang panjang, biasanya enak lho. 😉
    😆

  6. Mungkin diawali menulis tiap hari…nggak usah panjang-panjang dulu…ntar lama-lama bisa terlatih
    (cuma ngomong doang..kadang ide mampet…hehehe)
    .-= edratna selesai posting Pasar kue Bubat di pagi hari =-.

    Betul Bu Eny, latihannya nulis tiap hari dulu kali ya, kalo udah terlaksana, panjang itu nyusul dengan sendirinya…

  7. entah kenapa aku kalau nulis males yg panjang2, pengennya si juga ga sering2, kalau punya tim, itu mau bgt…
    .-= sauskecap selesai posting Spaghetti Udang Keju, The Real Spaghetti =-.

    Saya maruk banget ya, udah pengen panjang, sering lagi… 😆

  8. kalau tulisan saya banyak yang panjang Mba, tapi bukan karena mendalam dan profesional. lebih karena banyak pengulangan kata, kalimat alias muter-muter. saya malah kepengin yang pendek2 tidak banyak koma dan kata sambungnya, tapi belum bisa. kalau yang panjang, nggak jelas.

    oalah…., yang pendek belum bisa-yang panjang tidak jelas. akhirnya..kadang pendek, saking pendeknya hanya satu paragraf, kadang panjang…sampai komentar yang ada tidak nyambung. males membacanya kali….

    memang beda, penulis yang profesional-mendetail-berdata, tetap akan di baca banyak orang.

    salam.

    Tujuan semua penulis memang yang profesional-mendetail-berdata itu, Mas. Sayang, saya sendiri juga belum mampu.

  9. Kalau saya punya beberapa artikel yang lebih dari 1.000 kata, namun rasanya tidak ada yang sampai 5.000 kata.

    Seseorang mengingatkan saya, jika posting memang bakal panjang, mengapa tidak dimasukkan ke googledoc saja. Saya sendiri kadang masih mempertanyakan kenyamanan blog dengan artikel panjang.

    Paling ga mirip lah dengan Mbak Isnuansa yang hanya nulis antara 500 kata per tulisan 🙂
    .-= Cahya selesai posting Gejala Menakutkan Yang Tak Dapat Anda Abaikan =-.

    Belom pernah juga saya pake Google Doc, Bli.

  10. Lama-lama pasti bisa tuh.. 🙂
    Menulis secara mendalam memang perlu referensi. Pengen bikin tulisan yg mendalam, membutuhkan bacaan yg banyak dan mendalam jg..
    Mampir lagi ya mbak..
    .-= Dira selesai posting Suka Duka Bersama Sepeda =-.

    Iya, memang harus banyak belajar. Meskipun referensi bacaan saya sudah cukup banyak, tetep saja nulisnya belom mampu panjang.

  11. Saya sering mendapati isnuansa dari mesin pencari, bahkan saya baru tau kalau penulisnya seorang wanita ketika mba menjadi teman sy di fb, kebiasaan lama saya suka membaca, ambil manfaatnya tanpa meninggalkan komentar, maklum saya baru bisa menikmati internet yang agak cepat kira2 1 minggu ini, terlalu lama untuk menuliskan komentar ketika saya hanya menggunakan gprs untuk browsing.. Jadi kurang benar tuh yang di katakan di paragraf terakhir.. He he he maaf kpanjangan

    Maksud paragraf terakhir itu gini Mas: boleh memiliki tulisan guest blogger, asal jangan terlalu keseringan, karena semakin sering orang lain menulis untuk kita, pembaca setia akan merindukan ‘gaya menulis’ kita yang pastinya berbeda dengan penulis tamu. Gitu…

  12. moga impiannya tercapai, ngomong2 suka yang panjang2, sedikit2 dulu ntar juga panjang 😀

    salam kenal
    semangat selalu untuk belajar bekerja dan bermimpi
    .-= ofaragilboy selesai posting Di Obok-obok =-.
    ~~~
    Amin. Salam kenal juga, Mas. Iya nih, kayaknya yang panjang lebih asyik deh… 😳

  13. saya pengen konsisten saja..
    jadi blognya di update berkala 😉
    .-= fanz selesai posting Kamuih! Versi 2.0 =-.

    ~~~
    Berkalanya berapa hari sekali, Fanz?

  14. Maaf nih mbak, baru sempet berkunjung dan kasih komentar. Maklum, beberapa hari ini saya disibukkan oleh aktivitas offline. Blog jadi terbengkalai. Blog baru juga belum sempet diurus 😳

    Poin pertama saya setuju banget. Tulisan mendalam (walaupun rada panjang) tetep punya daya tarik kok. Efeknya buat jangka panjang menurut saya. Entah itu dari sisi trafik maupun backlink.

    Saya kalo terkesan dengan artikel panjang biasanya akan kembali lagi ke blog tersebut, entah lewat search engine (dengan kata kunci yang pertama saya gunakan), atau langsung ke url home jika sudah familiar.

    Kalo topiknya sesuai topik blog saya, biasanya juga dengan senang hati akan saya kasih backlink atau referensikan buat pembaca blog saya.

    Oya MBak, komentar di atas dihapus aja, soalnya link-nya broken. Maaf, saya salah 😆 ketik
    .-= iskandaria selesai posting Nyoba theme baru lagi =-.

    ~~~
    Sama seperti saya, entah kenapa, biasanya yang bisa menulis berpanjang-panjang itu dari segi kualitasnya biasanya bagus. Dan saya biasanyanya langsung berlangganan feednya jika menemukan yang seperti itu.

    Iya, Mas, sudah saya hapus. Dan saya juga sudah kenalan dengan blog barunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge