Indonesia Negeri Para Calo

Siapa sih sekarang yang nggak ngerti betapa hancurnya sistem pembelian tiket nonton bola dari PSSI? Dan pengalaman saya membeli tiket kereta api, sama hancurnya dan memalukan.

Berawal dari niatan saya untuk pulang kampung libur Natal kemarin. Memang bisa dibilang cukup mendadak, jadi tidak pesan tiket dari jauh hari. Sedangkan untuk bisnis dan eksekutif, pemesanan sudah bisa dimulai satu bulan sebelumnya, jadi saya memang pasti kehabisan tiket tersebut.

Alternatifnya, ya hanya naik kereta ekonomi, di mana penjualan tiketnya selain memakai sistem pemesanan, juga masih dibuka loket penjualan tiket pada hari H.

Kawan saya pada hari H mencoba membeli di Stasiun Tanah Abang jam 07.00 pagi dan dinyatakan habis. Saya lalu meluncur ke Stasiun Senen siang harinya. Mengantri tiket yang loketnya dibuka jam 15.00 untuk jadwal pemberangkatan kereta jam 21.00.

Saya berada di urutan depan. Tak sampai 30 orang yang ada di depan saya. Baru sekitar 20an orang yang dapat tiket, tempat duduk dinyatakan HABIS. Padahal, sistem sudah cukup baik, satu orang hanya boleh membeli dua lembar tiket. Kalau 20 orang saja yang dilayani, tempat duduk sudah habis, memangnya gerbong keretanya hanya SATU?? Meski geram, apa boleh buat saya tetap membeli tiket tanpa tempat duduk.

Sambil menunggu teman yang pulang kerja dan nyusul sore nanti ke stasiun, saya duduk di depan loket penjualan tiket. Tak lama kemudian LOKET DITUTUP dengan alasan KUOTA SUDAH TERCAPAI. Batas penjialan tiket yang diijinkan sebanyak 150 persen dari total tempat duduk.

Ratusan penumpang yang datang setelah loket ditutup inilah yang menjadi tontonan saya dalam pertunjukan CALO di stasiun. Saya sendiri ditawari tiket dengan tempat duduk seharga 2 kali lipat harga aslinya. Dan anehnya, semua calo tersebut memakai seragam PORTER resmi stasiun. Mereka tak terlihat antri tiket, tapi megang tiket. Anda simpulkan sendiri, BEKERJASAMA DENGAN SIAPAKAH porter tersebut beroperasi?

Sudahlah, negeri ini memang sudah hancur. Saya mau berbuat apa, batin saya.

Pertunjukan drama tersebut lebih panjang dari sinetron televisi yang durainya hanya 60 menit. Loket yang sudah ditutup sejak sore, tetapi penumpang yang datang sampai pukul 21.00 masih bisa membeli tiket tanpa habis-habisnya. Selalu saja MASIH ADA TIKET DI CALO.

Saat naik di kereta api, saya yang nggak dapat tempat duduk, sembarang saja duduk di bangku yang kosong. Penumpang sebelah bercerita jika dia mendapatkan tiket dengan tempat duduk di calo juga.

Nasip baik rupanya berpihak pada saya. Nomer tempat duduk yang saya pakai ada di tangan calo, tetapi nggak laku terjual. Sehingga nggak ada yang minta tempat duduk saya. Aman. Sampai Klaten saya duduk tenang.

41 thoughts on “Indonesia Negeri Para Calo

  1. ah minggu ini sy mau ke jakarta via kereta bisnis, ternyata udah penuh2 semua…. ngak tau juga kalo tiket2 penuh itu udah kejual sama calo….
    kereta eksekutif naiknya lumayan, dan diliat2 lebih murah naik pesawat…. πŸ™
    aRuL selesai posting Semangat Timnas Indonesia

  2. memang mba.. indonesia banyak calo nya.. semua ticket XXI, kereta api, pesawat dll yg sangat diincar masyarakat biasanya dah habis dibeli calo duluan πŸ˜€

  3. “Pertunjukan drama tersebut lebih panjang dari sinetron televisi yang durainya hanya 60 menit.”
    Lamaan mana sama CF yang berseason – season., Mba? qkqkq

    Btw, sejauh ini yg lumayan baik ya cuman Tiket Pesawat πŸ˜€

    Eh, mba malah baik bisa pulang beli tiket. Temen saya tiap pulang ke Boyolali (1 bulan sekali) cuman modal 15ribu sampe πŸ˜€

  4. Saya juga pernah ngalami gitu Mbak…
    Dari Surabaya mau pulang ke Semarang.
    Ngantri didepan, tiba2 ketika sudah hampir dapat giliran loketnya ditutup dan ada pengumuman kalau tiket habis.
    Terpaksa beli lewat calo…
    marsudiyanto selesai posting Form

  5. salam kenal mbaaakk..
    kayanya stasiun yang jadi calo sudah terlalu banyak,,,orang dalem kebanyakan deh,,,
    jadi tiket dinaik2in sesuka mreka..sebel kalo udah kaya gitu..penumpang yang butuh ya mau aja tiket calo tsb,,,

  6. Bu…negeri ini terlalu banyak orang2 yang ingin serba cepat.
    Cepat Kaya….tanpa sebuah proses yang benar alias korupsi.
    Cepat dapat tiket….tanpa perlu nunggu antrian…
    Cepat dapat duit…..jadi broker….istilah kerennya aka calo….
    Cepat terkenal…..bayar wartawan untuk memuat berita tentangnya….
    Cepat dapat jodoh…..lewat biro jodoh….
    dlll…..
    Banyak dari kita yg tidak mau menghargai sebuah proses…..contohnya target…target…dan target……semuanya result oriented……bukan sebuah process oriented….no wonder jadi bangsa kayak ini bu…
    Necky selesai posting Perjuangan Seorang Ibu

  7. alamak…saya baru ngeh, calo masih banyak aja di Indo… harusnya event besar kaya ini panitia harus lebih tegas… kalo calo aja gak bsia ngatasi, gimana ntar malem, premanisme… duh mudahan gak terjadi apa2…

    asli mbak, kalo pengalaman langsung di depan mata begini, saya percaya… (-_-‘)
    prima selesai posting Ngemeng Doang!

  8. mbaak nu….aku juga benci banget sama calo..!!
    rasanya pengen aku cincang – cincang itu calo. bahkan pernah loh aku mau nonton acara kampus, ada calo nya!
    idih… rasanya pengen ikutan maki – maki panitia bagian ticketingnya.

    jangan nyerah untuk mencintai Indonesia yah mbak tapi
    πŸ™‚
    ais ariani selesai posting viva Marching Band UGM

  9. negeri ini emang udah ancur, tapi masih bisa diperbaiki, selama masih ada yang ga ikut-ikutan budaya calo mbak…. walaupun kita punya uang, belilah tiket di tempat yang resmi πŸ™‚

    saya ga punya pengalaman menyebalkan beli tiket KA atau nonton bola… tapi saya pernah kesel banget sama calo waktu bikin pasport…. bagaimana bisa saya yang udah nunggu dari pagi di kantor imigrasi baru diproses sore harinya, sementara ada orang yang lewat calo, baru masuk ruangan langsung dipanggil…. duh keselnya minta ampun deh mbak -_-

  10. ini hanya ulah oknum kok dan sayangnya jadi pekerjaan mereka disaat yang lain membutuhkan. hukum di negeri ini sudah pakai calo juga, seperti wakil rakyat yang menjerat pasal “extrim” ke “permisif”. begitulah calo selalu timbul jika hukum sengaja diabaikan
    pututik selesai posting Kesalahan SEO basic

  11. Calo oh calo.. Indonesia oh Indonesia..Miris oh miris..jreeeng…!!
    Tapi saya suka sama ending tulisan ini, akhirnya Mbak bisa duduk manis sampe Klaten, hehe..

  12. Saya lebih tragis lagi mbak, dulu, waktu dapat panggilan ke wawancara kerja ke jakarta, mo beli tiket untuk hari sabtu, saya pergi ke loket hari jumat, tiket sudah habis, eh ditawari calo, bisa usahain, harga satu setengah kali, dengan kasih DP secukupnya,okelah… eh, begitu dapat tiketnya, tiket tersebut baru diprint hari sabtu siang, untuk keberangkatan sabtu sore, padahal hari jumat katanya sudah habis… yaaaaah… hiduplah Indonesia Raya klo gini…..
    Sriyono Semarang selesai posting Maple Seat Cover- Spesialis Interior Mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge