Ini Alasan Artikel Blog Berkualitas itu Gak Wajib Panjang

Sebelum membaca sampai habis jangan salah sangka dulu ya, penulis setuju kok jika artikel panjang itu bermanfaat namun jika menyoal kualitas artikel, panjang artikel bukanlah jaminan. Penasaran? Postingan ini akan menjelaskannya.

Tidak sedikit blogger akan menyarankan blogger lain untuk menulis setidaknya artikel 1000 kata agar SEO nya bagus. Menurut hemat penulis, sebenarnya bukanlah panjang pendek artikel yang paling penting melainkan manfaat dari sebuah artikel itu sendiri.

2 Aspek Penting Artikel Blog Berkualitas

Fokus dulu ke Target Membuat Artikel

Penulis melihat ada sebuah skenario yang lebih besar ketimbang mengejar kualitas khususnya untuk blogger. Apa itu? Target

Ya target … sebagai blogger tentu saja sudah sebaiknya dia memiliki target atas setiap konten blog yang diterbitkan. Dengan target itu seorang blogger bisa lebih efektif dan efisien dalam menjalani hobi ngeblog (sangat penting untuk blogger matre).

Jadi lebih besar dari sekedar kualitas adalah target blogger membuat konten yang dalam bahasan ini konten itu berupa artikel.

Apa yang harus dijadikan target?

Lumrahnya, target artikel blog itu membawa manfaat untuk pembaca. Bonusnya, artikel itu bisa mendatangkan banyak pengunjung atau syukur-syukur memberikan pemasukan rutin untuk penulisnya.

Untuk memudahkan buatlah target sederhana atas setiap artikel yang akan datang misalnya:

“Menjelaskan masalah tertentu yang solutif”

Bonusnya:

“pengunjung rutin bertambah dan rekap trafik bulanan meningkat”

penghasilan blog dari iklan atau cara lain bisa bertambah”

Kualitas itu Relatif

Ya, kualitas itu relatif. Jadi berkualitas menurut saya belum tentu berkualitas menurut orang lain. Hal ini berlaku juga untuk sebuah artikel blog.

Jika ingin menulis artikel blog berkualitas peganglah prinsip ini: “menulis panjang jika memang perlu menyampaikan penjelasan mendetil, cukuplah menulis pendek jika semua pesan penting sudah masuk didalamnya”

Pembaca tidak punya banyak waktu, jadi bantulah pembaca dengan memberikan informasi berharga dalam waktu yang pantas. Jika kita memahami makna dari prinsip tadi, sudah pasti kemampuan menulis artikel blog akan semakin baik di masa-masa mendatang.

Sekarang bagian terbaik dari postingan ini …. Menguji teori tadi …

Notordinaryblogger memiliki artikel 251 kata membahas “akun Instagram bermasalah dan solusinya”

Artikel ini terbit sejak 1 Mei 2017 dan mendapatkan 356 pengunjung. Jika saat postingan tamu ini dibuat tanggal 12 Mei 2017 maka per hari artikelbertema Instagram tadi menyumbang 29 pembaca setiap harinya.

Jika penulis bisa mengulang “resep menulis” itu dan membuat 100 artikel lainnya maka per hari blog penulis bisa menambah 2900 pembaca perharinya.

Manfaat finansial yang didapat dari artikel itu adalah pendapatan dari iklan.

Contoh di atas merupakan sebuah kondisi dimana artikel 251 kata bisa membawa manfaat dan memenuhi target penulis.

Contoh lain adalah artikel bertema “Mendapatkan Uang dari Internet”

Artikel ini panjangnya 2317 kata dan telah terbit sejak 27 September 2013. Jumlah pembaca artikel itu sejak terbit ada 227.604 Per hari berapa ya ….??

Tidak perlu dipikirkan berapa pembaca per harinya. Yang jelas artikel itu panjang karena memang harus panjang agar pembaca bisa memahami cara mendapatkan uang dari internet dengan baik.

Secara finansial, artikel itu telah menyumbang $1,157 (payouts) karena melalui artikel itu penulis mempromosikan sebuah program referral sebuah situs paid to click yang mana penulis mendapatkan komisi setiap referral itu juga menghasilkan uang. Alhamdulillah.

Agar Berkualitas Artikel Blog Tidak Wajib Panjang

Berdasarkan pengalaman itu, dari sudut pandang penulis artikel blog, meyakini jika kualitas sebuah artikel blog itu bergantung dari tercapai tidaknya target artikel itu lahir di dunia blog. Untuk memastikannya media analisa trafik seperti Google Analytics siap membantu blogger yang penasaran. Lihatlah berapa lama waktu yang dihabiskan pembaca untuk suatu artikel.

Berdasarkan teori dan fakta yang diungkap, artikel blog itu berkualitas saat memenuhi target penulis dan memberi manfaat pembaca.

Sebelum mengakhiri artikel sepanjang 600-an kata ini bolehlah penulis sedikit menggugah minat blogger lain dengan ajakan ini:

Menulis bukanlah bakat melainkan keahlian yang bisa di asah dengan berlatih. Kalau mau mencari panduan menulis blog, ikuti cara membuat artikel berkualitas untuk blog atau website di notordinaryblogger

Punya pengalaman merancang sebuah artikel blog berkualitas?

 

Riwayat penulis:

Sebut saja Okto. Ia merupakan blogger part-time sejak 2011, pemilik notordinaryblogger yang sudah bertransformasi tujuan untuk memberi informasi lebih bermanfaat kepada pembaca.

35 thoughts on “Ini Alasan Artikel Blog Berkualitas itu Gak Wajib Panjang

  1. wah benar juga yah mas,, cukup masuk akal, jika setiap artikel sehari dibaca 10x saja terus jika kita punya 100 tulisan sudah 1000 pembaca..
    hehe terimakasih banyak atas masukannya ,, sangat bermanfaat sekali untuk saya yang masih pemula ini

  2. Setuju sih gak semua artikel berkualitas itu harus panjang
    Namun yang jadi masalah, kadang jika kebiasaan menulis artikel pendek terus terusan, jadi males membuat artikel yang panjang and mendetail

  3. wow sadis sekali ya Notordinaryblogger itu pengunjungnya bisa sampai ratusan ribu dari satu artikel saja. keren banget asli.

    kalau artikel yang jumlah katanya sedikit itu apa memerlukan backlink yang banyak?

  4. Artikel panjang atau enggk gak masalah, yang penting kualitas. Soalnya itu yang akan membuat pembaca betah tinggal di blog kita, kalo udah betah bisa jadi rujukan dia. Mualilah dia rutin baca, sharing ke temannya dll. Tapi yang masih saya pikirkan…..

    Untuk SEO, yang panjang lebih baik dari yang pendek ……

    Oke makasih masukkannya

  5. Kalau menurut saya, artikel panjang itu perlu. Tapi isinya harus benar-benar padat. Artinya bukan artikel yang di panjang-panjangin padahal esensi postingnya cuma sedikit.

    Artikel seperti itu biasanya artikel yang cakupan topiknya cukup luas. Kalau misalnya topiknya singkat atau tipe posting yang sangat spesifik, ya buat apa di panjang-panjangin 😀

  6. akhir-akhir ini pun saya mulai menyadari, saat saya terlalu fokus pada SEO dan kepadatan kata kunci, saya melupakan satu komponen penting dalam menulis yaitu human friendly.

    Alhasil pembaca kabur sebelum membaca artikel, demi kebutuhan mesin saya melupakan kebutuhan manusia.

    Semoga bisa menjadi lebih baik lagi dalam menulis.

  7. Betul mas Okto…sebuah artikel dinilai berbobot dari isi materinya. Panjang kalau cuma kata-kata tidak bermakna hanya akan menjauhkan visitor, memperbesar bounce rate dan menjatuhkan nilai situs di mata search engine. Sekedar tambahan mas, menurut saya panjang pendek suatu konten juga bisa dari jenis konten yang dibuat mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge